--- In [EMAIL PROTECTED], "pelayan_buddha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear Bro n Sis,
Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha. Numpang nimbrung. Kalo ngomong-ngomongnya udah selesai dan udah ada tekad kuat mau bertindak, maksud saya, betul-betul bertindak secara nyata, saya mau daftar ikutan. Salam Perjuangan JL --- In [EMAIL PROTECTED], "anthony_muliadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > LUAR BIASA ini baru pemikiran yang maju (posting Palm > Spring)....bukan hanya berteriak dibelakang tapi tanpa tindakan, > monoton...lihatlah manajemen, visi, metoda...intinya SISTEM yang > harus dirubah...jangan menutup mata trus buka mata lebar-lebar anda > sudah tertinggal jauh sekali.... > > apakah umat Buddhist ada yang sadar, agama double K***** sudah > mengakar di Indonesia ??? saya pernah bertemu beberapa teman saya > dan rata-rata agama K***** ketika berbicara ia menyinggung agama, > pertanyaan mereka simple tapi kena sasaran...ANDA GEREJA MANA ??? > anda lihat...seakan akan di masyarakat ada paradigma, bahwa > sebagaian besar masyarakat adalah agama K****** > > apakah seminar/talk show bermanfaat sekali ??? diselenggarakan di > Hotel super bintang 100 biaya masuk tinggi Rp. 1Juta, apakah Dhamma > itu hanya untuk orang kaya ??? apa motovasinya -> Nyari Duit...dan > lebih terkesan omong kosong (saya setujuh dengan PS) ga perlu lah > itu...tapi tunjukan lah dengan sikap peduli anda, sikap mau > melayani, membantu....jangna hanya pas ada BAKSOS....BAKSOS...itu > hanya cari muka....knapa sehari-hari anda saja tidak mau berdana, > tapi ketika BAKSOS.....dana berlimpah-limpah...bisa anda berian ke > tetangga anda ketika ia mengalmai kesusahan, hibur, layani > mereka...ini lah ang harus dilakukan karena orang merasa dirinya > diangkat dan masih dihargai -> itu lah kunci dari agama K******** > (karena saya pernah mempelajari) > > jadikan lah hal ini renungan, jika anda tidak mau merubah SISTEM > jangan salah kan sapa-sapa diekmudian hari jika BUDDHA DHAMMA > ditinggalkan...jangan pasrah...jika mau kita bisa.... > > salam metta,..... > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Palm Spring" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Saya pribadi memilih Buddhist karena ajarannya, dibanding ajaran > Kristen. Tapi saya sangat memahami jika banyak sekali orang, jika > bukan mayoritas di lingkungan sosial saya, lingkungan profesi saya, > lingkungan keluarga saya, mejadi kristen dan kemudian dia menjadi > orang yang lebih baik. > > > > Bukan karena ajarannya, tapi karena lingkungannya. Susah sekali > mendapati orang Buddhist yang mau membuka pikirannya untuk belajar > metoda, menajemen dan visi seperti yang dimiliki oleh gereja. Dan > ketika aspek-2 tersebut saya kemukakan pada teman-2 aktifist > Buddhist, mereka juga tidak menangkap. Ini sudah berjalan tiga > tahun. Sampai hari ini, teman-2 gerejalah yang mengajak saya > melakukan PRAKTEK BUDDHISME (bakti sosial dengan beragam sasaran), > sedangkan teman-2 aktifis Buddhist seringnya mengajak SEMINAR > (=omong doang). > > > > Jadi kesimpulan saya, kecuali agama Buddhist bisa menjadi agama > mayoritas di Barat, maka penyebarannya pun akan menggunakan metoda, > manajemen dan visi kepemimpinan sangha yang lebih maju dan up > todate, sesuai dengan perkembangan psikologis umat manusia terutama > generasi mudanya. > > > > Jika agama Buddha masih minoritas di Barat, maka saya tidak akan > kaget jika orang menjadi lebih baik setelah menjadi Kristen > Katholik, di lingkungan masyarakat di Indonesia /Asia. Ini sudah > saya buktikan di lingkungan sosial, profesi dan kerabat saya, > berkali kali, di Indonesia maupun di negara tetangga. Saya sendiri > tidak mau masuk Katholik karena sudah tahu ajaran Buddha dan > Katholik / Kristen, dan muak dengan authoritarian / fanatisme mereka > yang didasarkan atas kesempitan berpikir (Iman menutupi otak). Tapi > sampai sekarang saya belum melihat praktek Buddhisme mampu mengubah > orang kebanyakan menjadi orang yang lebih baik kepedulian > sosialnya. Gerejalah yang mampu, karena kepemimpinan gereja > mempunyai visi, dan metoda serta manajemen diadopsi dari peradaban > masyarakat yang lebih maju kehidupannya. Jadi gereja sudah menanam > banyak sekali karma baik dalam hal ini. Terutama dalam hal > pendidikan, sebab pendidikan lah wahana terbaik pembabaran ajaran, > bukan di vihara / gereja yang cuman seminggu sekali, apalagi di > rumah yang kebanyakan ortunya juga ngga ngerti apa itu Buddhisme. > > > > Dengan makin banyak orang muda lulusan luar negeri (terutama > Barat) yang sudah mengenyam kehidupan spiritual gereja disana, tapi > masih memilih Buddhisme (dengan sadar), maka diharapkan improvisasi > nilai-2 di vihara pun bisa lebih cepat dilakukan. > > > > Semoga visi kepemimpinan Buddhisme dapat semakin maju dan terbuka. > > > > Namo Buddhaya, > > PS > > > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Jimmy Halim > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Sent: Tuesday, August 02, 2005 8:51 AM > > Subject: Re: [MUBI] Mengapa kita turun terus ?? > > > > > > Masukkan yang bagus... > > Saya pribadi selalu menganggap agama lain mengajarkan umatnya > menjadi orang baik, dan agama Buddha mengajarkan lebih dari itu > yaitu kebijaksanaan. > > Tetapi ternyata tidak semua orang cocok dengan pendekatan agama > Buddha yang ada di Indonesia sekarang. > > > > Apakah cara pendekatan yang salah atau kurang? > > Atau memang agama Buddha tidak untuk semua orang? > > > > Apakah kita terlalu berkutat dalam "logis kita" sehingga lupa > mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita... > > Apakah kita terlalu sibuk menyebarkan buku-buku dan cd-cd sampe > lupa menyebarkan bahwa Dhamma tersebut harus dipraktekkan bila ingin > mendapat hasilnya... > > > > preta . wrote: > > Namo Buddhaya, > > > > > > Mengapa kita turun terus ? > > > > saya jadi ingin sedikit cerita nih... > > > > Kebetulan sore tadi secara tidak sengaja, saya mengobrol > dengan seorang mantan aktivis muda Buddhis yang baru dua bulan lalu, > menjadi seorang Kristen :) dan di baptis :) > > > > saya heran, kenapa orang yang mengetahui teori dhamma sangat > luas,pandai berdebat, > > bahkan menjadi pengurus vihara, akhirnya meninggalkan Buddha > Dhamma juga > > > > apa ada yang salah dengan ajaran Buddha? atau ada yang salah > dalam pendekatan pembinaan umat Buddha di Indonesia selama ini? > > > > Yang membuat saya lebih terkejut, pernyataannya kemudian : > > > > Kristen mengubah saya menjadi orang baik > > agama Buddha tidak berhasil membuat saya menjadi orang baik > > > > > > . > > oh ya.... ??? > > > > hmmm.....sepertinya jika saya menanyakan alasan seseorang > menjadi Buddhis? > > kebanyakan jawaban yang saya dapatkan > > > > saya menjadi Buddhist > > karena ajaran Buddha bisa diterima nalar, logis, sesuai dengan > ilmu pengetahuan. > > > > > > dan orang ini menjadi seorang aktivis Buddhis yang ahli debat > > > > > > > > jarang saya menemui jawaban: > > > > saya menjadi Buddhis > > karena ajaran Buddha telah mampu mengubah saya menjadi orang > baik. > > > > dan menjadikan ajaran Buddha sebagai tuntunan hidup sehari- > harinya > > > > > > > > apa ada yang salah dalam pendekatan pembinaan umat Buddha > selama ini? > > > > apakah kita telah menjadikan ajaran Buddha sebagai > > tuntunan hidup sehari-hari > > > > > > > > > > > > > > Situs Buddhis Kalyanadhammo selalu hadir dengan bahan bacaan > yang OKE punya buat anda. Akses saja di http://www.Kalyanadhammo.net > atau http://welcome.to/bbcid > > > > Ingin ikut berdiskusi..? kirimkan email anda ke [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------- > ----------- > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > a.. Visit your group "mubi" on the web. > > > > b.. To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms > of Service. > > > > > > ------------------------------------------------------------------- > ----------- --- End forwarded message --- ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
