Saya menanyakan satu persatu orang dalam komunitas kristen tersebut bagaimana latar  belakang mereka sebelum menjadi Kristen.

Kebanyakan memang ke klenteng dan vihara, sembahyang lalu pulang,  dan mereka memang tidak mengetahui bahkan kulit-kulit luar ajaran Buddha.

Masalahnya kalo mereka mengaku mantan Buddhist meskipun mereka sama sekali tidak mengerti dan memahami Buddhisme, apakah kita bisa menyalahkan mereka?

Tentang yang broken home, katanya sich dia ikut retret Kristen, trus dia mengalami Tuhan di sana sehingga depresinya hilang. Menurut saya wajar aja, karena sewaktu retret banyak orang yang care dan peduli dengan dia.sementara teman-teman viharanya tidak ada yang mau menyokong dan peduli pada dia. Wajar donk kalo dia pindah ke kristen...

Semoga saja, kaum Buddhist bisa lebih aktif lagi dalam melakukan kegiatan kemanusiaan dan pendidikan Buddhist melalui pendirian sekolah-sekolah.

Saya sendiri pada awalnya juga Buddhist cung cung cep cep. Belasan tahun sekolah Katolik dan ketika di jakarta, saya memasuki organisasi Buddhist di universitas saya dan saya sangat kecewa karena orang-orang Buddhist yang saya temui di sana pengetahuan dan pemahaman Buddhismenya sangat rendah. Kebanyakan hanya mengagungkan dan selalu membicarakan konsep karma dalam Buddhisme.

Padahal inti dari ajaran Buddhisme bukan lah mengenai karma.

Beruntung ada media internet tempat saya untuk mendalami Buddhisme. Saya juga menemukan guru meditasi dan mengikuti retret vipassana di sini. Jika tidak, mungkin saja saya sekarang bukan seorang Buddhis karena tawaran dari tetangga tentu lebih menarik ( percaya aja,semua karma buruk saya langsung ditebus, asyik ga ? ).

Kasih kesaksian donk gimana ceritanya anda yang semula Kristen and ga boleh ke vihara, tiba-tiba bisa mengenal dan tertarik kepada agama Buddha.

saya menemukan bahwa bagi orang -orang Kristen, membaca buku Buddhist dan ke vihara sangat dilarang. Saya yakin anda dulu pun antipati terhadap Buddhis, Bagaimana ceritanya kok bisa tiba-tiba tertarik dengan Buddhisme? 

With metta,

Feri


On 8/6/05, Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Coba cari tahu dulu, Buddhist seperti apa mereka dahulu ?
apakah mereka Buddhist yg hanya karena KTP nya tertulis Agama: Budha?
apakah mereka Buddhist hanya karena ke klenteng dan vihara buat
sembahyang lalu pulang (istilah bekennya tung tung chep, btw di medan
banyak loh tetangga saya yg KTPnya tertulis Agama: Katolik, tapi ke
kelenteng buat tung tung chep...jadi dia Buddhist ngak ya ??? )

yang beginian memang bisa disebut Buddhist, tapi apakah diantara mereka
yg melakukan hal di atas..
mengerti esensi ajaran Sang Buddha (mengerti Dharma)?
sangat lucu kalau mereka menyatakan diri sebagai Buddhist tapi tidak
mengetahui kulit-kulit ajaran Sang Buddha...
sama seperti sangat lucu kalau saya memakai seragam SD tapi tidak
mengerti 1*1 itu berapa... tapi saya pelajar SD
karena saya memakai seragam SD...

masalah praktek, memang kalau liat secara generalisasi kita tidak
peduli..harus diakui koq...
dan itulah yang sedang dan akan didobrak dengan KPD ini...."Membongkar
sekat ketidakpedulian"
pelan tapi pasti...oh ya sudah ada kelompok Buddhist yg melakukan
hal-hal *praktek* itu koq
coba deh liat di http://www.tzuchi.or.id/berita.html
saran saya coba dekati komunitas buddhist, masuk ke dalam dan beri
penilaian...jangan berdiri dari jauh
kemudian memberi penilaian..(masuk dalam artian, terjun ke komunitas
organisasi buddhist)

masalah merokok,dan film parno,judi dll
hmm saya punya banyak teman dari Kristen
mereka merokok....kita nonton film parno bareng....mereka ikutan judi
bola...(sy tidak merokok dan tdk judi..dah tobat kalah melulu)
so apakah kemudian saya mengeneralisasi semua umat Kristen seperti itu ?
karena dia beragama Kristen
maka dia melakukan hal seperti itu???
oh no oh no...tidak semudah itu kesimpulannya......dan tidak ada
hubungan dengan Agama...kembali lagi ke
apakah mereka MENGERTI,MEMAHAMI

mengenai yg broken home....
coba cari tahu, apakah dia dijanjikan "Tuhan akan menyelamatimu,
percayalah maka kamu akan selamat"
Optimis itu hasil dari instropeksi diri atau hasi dari *pasrah* karena
Tuhan pasti datang...(coba ngak datang, tambah depresi dah dia)

Konsep dan teori memang tidak dapat mengubah orang...karena itu hanyalah
suatu PEMBENARAN SEJATI
tapi yang kita cari di sini bukan PEMBENARAN, tapi KEBENARAN.....
konsep/teori memang tidak bisa mengubah orang...orang tersebutlah yang
bisa mengubah diri dia sendiri
(proses niat dan melakukan, kalau hanya niat doang yah sama seperti
mempelajari konsep tapi tidak melakukan apa yg dikatakan konsep atau teori)

mengenai menjadi kristen...
hmm tidak salah koq kalau memang dia bisa lebih bahagia dan lebih baik.....
tapi apakah hanya dengan berserah padanya, pasrah dan berdoa maka semua
akan lebih baik ???
bukankah akan jauh lebih baik kalau kita sendiri melakukan perubahan
positif demi dan untuk diri kita sendiri selanjutnya
pancarkan perubahan positif tersebut untuk lingkungan kita

karena Buddhism bukan melulu masalah Agama....tapi masalah bagaimana
cara kita menjalani hidup (setidaknya itulah menurut saya)

Buddhism is my WAY of life..........

btw anda baru 3 minggu berkecimpung di komunitas kristen....
saya sudah berkecimpung dari tahun 1993-1996
selama saya berkecimpung saya tidak pernah ke vihara, tidak pernah tahu
apa ajaran Buddha
karena memang tidak boleh ke vihara, jadi tidak berkesempatan mempelajari
cuman skr sudah jadi pembelot sejati...

ajakan saya: yuk ikutan retret...jadi Bro/Sis bisa tahu apa sih
sebenarnya konsep dan teori itu....


with lots of metta,...

yamin




Feri Liberson wrote:

> saya baru saja bergabung dalam komunitas kristen selama 3 minggu ini.
> DAn dis ana sungguh berbeda dengan komunitas Buddhist.
>
> Saya mendapatkan sambutan yang ramah , persahabatan yang tulus,
> pengabdian dan Kepedulian dari mereka.
>
> Saya juga menemukan banyak praktek nyata yang telah dilakukan oleh
> mereka : mendirikan sekolah2 untuk kaum miskin , menolong fakir
> miskin, membuat panti jompo dan asuhan dsbnya.
>
> Yang menarik, banyak dari mereka dulunya beragama buddha ( sembahyang
> ke klenteng dan vihara ) . sayang dulu sifat mereka jelek : suka
> merokok, nonton film porno, bicara kotor, menipu, dsbnya.
>
> sejak mereka menjadi kristen, mereka menjadi pribadi yang mereka.
> Sifat-sifat buruk sewaktu mereka masih buddhist, dapat mereka hilangkan.
>
> ada juga bekas buddhist yang berasal dari keluarga broken home
> sehingga menyebabkan dia depresi, rendah diri. Sejak dia mengenal
> kristen, dia menjadi lebih ceria, lebih optimis memandang hidup , dan
> dapat menghilangkan depresinya.
>
> salahkah mereka menjadi kristen bila ternyata dengan menjadi kristen,
> mereka bisa menjadi lebih baik dan lebih bahagia?
>
> Konsep dan teori sebagus apapun yang ada di dalam Buddhistme, bila
> ternyata tidak mampu mengubah dan membahagiakan orang lain, bukankah
> konsep itu hanya akan menjadi sampah?
>
>
>




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS






--
Rien ne se cree, rien ne se perd


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke