Salam bagi semua,

Maaf yah sebetulnya saya gak mao nimbrung ngomong masalah sekolah.

Sepertinya menurut analisa saya, untuk membangun (fisik) sekolah 
yang bernuansa Buddhistis bukannya tidak mungkin.
untuk membiayai pembangunan sekolah dengan sistem yang berbau 
Buddhistis pun tidak sulit.

Karena tidak sedikit orang yang cukup mampu memberikan uangnya 
(seperti meludah) untuk pembangunan tersebut.
Kalau cuma butuh 100 M,  jika semua umat Buddha bergabung, masa sih 
tidak bisa menyumbangkannya, kita bisa lihat Vihara di pinggir jalan 
tol (lodan), di Tanjung Duren, di Sunter, di Mendut, di Bali, di 
Trowulan.

Tapi mengapa uang tersebut tidak keluar... menurut pandangan saya 
sederhana... umat Buddha tidak dapat saling percaya, Tidak solid. 
Siapa yang mau kasih uang begitu saja kepada orang yang belum ia 
kenal (luar dan dalam). Masih banyak keraguan.

Kebanyakan kita ini masih mengeluarkan teori tentang sistemlah, 
manajemenlah, kurikulumlah, jangan salahkan faktor luar coba liat ke 
dalam dulu deh.

"Apakah saya dapat dipercaya oleh orang lain???" itu patut 
direnungkan. Kita bisa dipercaya orang lain karena kita bertindak 
lurus dan jujur apa adanya.

Biasanya orang yang senang berteori tentang hal-hal ini gak bisa 
kerja, terlalu banyak alasan untuk bekerja.

Maaf yah kalo perkataan saya kasar sekali kelihatannya

salam

--- In [email protected], "pelayan_buddha" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Bro Wijaya,
> 
> Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha.
> 
> Terima kasih untuk inputnya. 
> 
> Bersedia menceritakan pandangan Bro lebih jauh mengenai esensi 
seminar
> "Berpikir positif kunci menuju sukses", yang dibawakan oleh Bpk. 
Adi
> W. Gunawan? Dan bagaimana relevansinya dengan pendidikan Buddhis?
> 
> Karena kami ada retret pemula Dharmajala yang akan berlangsung dari
> tgl 2 s/d 4 Sep 05, saya baru bisa berinteraksi minggu depan.
> 
> 
> Anumodana
> 
> JL
> 
> --- In [email protected], "Wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > Rekans semua,
> > 
> >  
> > 
> > Kalau kita mau bikin sekolah, jangan yang biasa-biasa aja. Mesti 
ada
> sesuatu
> > yang bernilai lebih, sebagai DAYA TARIK. 
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Mengingat:
> > 
> > 1.  Dulu saya pernah baca ulasan kurang lebih:
> > 
> > "Kalau kita bikin film, diberi judul "Nada dan Dakwah"--Filmnya 
Rhoma
> > Irama--dengan judul sedemikian vulgar, bagaimana umat lain mau 
nonton?
> > Bandingkan dengan judul "Home Alone", yang memasukkan tema 
natal. Umat
> > kita(Muslim) pun berbondong-bondong menontonnya." 
> > 
> >  
> > 
> > 2.  Adakah sekolah K yang menyatakan bertujuan untuk mengkonvert
> umat lain?
> > 
> >  
> > 
> > 3.  Kita Buddhist adalah minoritas di Indonesia.
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Jadi, kita jangan menonjolkan kebuddhisannya. Ini akan membuat 
takut
> Umat
> > lain, dalam arti menghindari sekolah Buddhis. Kita minoritas, 
karena itu
> > cara konfrontatif adalah bunuh diri. Sekolah K aja tidak vulgar
> menyatakan
> > untuk mengkonvert. Kalau vulgar, lalu umat lain takut memasukkan
> anaknya,
> > sedang Buddhistnya masih ragu2, akhirnya kekurangan murid. sepi. 
tutup.
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Kebetulan tanggal 27 Agustus kemarin saya ikut seminar "Berpikir 
positif
> > kunci menuju sukses", yang dibawakan oleh Bpk. Adi W. Gunawan. 
Kalau ga
> > salah dengar, beliau mantan "anak Tuhan", K. Beliau Seorang
> Re_Educator dan
> > Mind Navigator. Sekarang adalah kepala sekolah.
> > 
> > Isi seminar tsb bisa dibaca lewat bukunya:"Manage Your Mind for
> Success".
> > Diterbitkan PT Elex Media Komputindo. Bahasa Indonesia, walau 
judulnya
> > bahasa Inggris.
> > 
> >  
> > 
> > Bahwa cukup banyak ketidak suksesan kita disebabkan karena orang
> tua, guru
> > kita sendiri yang menginstal program pikiran buruk. Padahal, 
pikiran
> adalah
> > pelopor, pembentuk. Jadi, beliau menggabungkan syair Dhammapada,
> Abhidhamma
> > dengan penelitian para pakar soal pikiran dan pengajaran.
> > 
> >  
> > 
> > Program pikiran tersebut, menjadi pikiran bawah sadar yang sangat
> menentukan
> > konsep diri kita, kesuksesan kita. Karena itu, sejak usia o 
(nol) tahun,
> > anak mesti diberi pikiran yang positif. Malah program pikiran 
apa yang
> > ditanam antara usia 0 s/d 7 tahun, adalah yang paling menentukan
> > perkembangan seseorang. Bila telah lewat usia 21, mulai sulit 
untuk
> > membentuk pola pikirnya lagi.
> > 
> >  
> > 
> > Karena isinya tidak vulgar, maka beliau banyak diundang oleh Non
> Buddhis.
> > Saya pikir, ini bagus kita contoh bila hendak mendirikan sekolah
> Buddhis.
> > 
> >  
> > 
> > Kalau kita mau bikin sekolah, coba konsultasikan dengan beliau.
> Untuk bisa
> > mendapatkan NILAI LEBIH APA yang bisa kita tawarkan. Sekolah yang
> > menggabungkan hasil riset pendidikan modern di luar negeri 
dengan konsep
> > pikiran menurut Buddhisme.
> > 
> >  
> > 
> > Berikut alamatnya (ada di halaman terakhir buku tersebut di 
atas):
> > 
> >  
> > 
> > Transformational Thinking
> > 
> > Jl. Dinoyo 127 Surabaya
> > 
> > Telp. 031-5632798
> > 
> > Fax: 031-5632814
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Adi W. Gunawan
> > 
> > HP. 081 652 2068
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Buku lain tulisannya (Semua bahasa Indonesia.)
> > 
> >  
> > 
> > Born to be a Genius
> > 
> > Genius Learning strategy
> > 
> > Apakah IQ anak bisa ditingkatkan? (Bahwa IQ anak bisa 
ditingkatkan
> 30 persen
> > secara permanent)
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Semoga masukan ini bisa bermanfaat.
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Salam metta,
> > 
> > wijaya
> > 
> >  
> > 
> > ============================
> > 
> > Date: Mon, 29 Aug 2005 11:36:03 -0000
> > 
> >    From: "pelayan_buddha" <[EMAIL PROTECTED]>
> > 
> > Subject: Re: Fw: Sekolah Buddhis vs penguatan iman Buddhis 
<re:Aneh,
> bila
> > ada yang tidak
> > 
> >  
> > 
> > Dear all,
> > 
> >  
> > 
> > Saya sependapat dengan langkah2 yang disarankan oleh Pa Hud.
> > 
> > Langkah-langkah yang cerdas dengan prinsip mengembangkan apa yang
> > 
> > sudah ada. Dan untuk menjalankan apa yang disarankan oleh Pa Hud 
pun,
> > 
> > [delete]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke