--- In [email protected], "EasyCoolSmart" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sdr. Saggadhana...
> Saya juga ingin analisa/tanggapan Anda. Menurut analisa saya 
[hipotesa semata], apakah pandangan mengenai Pacceka Buddha yg 
keliru ini juga, sebagai penyebab timbulnya banyak sekte di dalam 
tubuh Buddhisme? Memang di dalam Buddhisme sendiri lebih dominan 
doktrin dr pd dogma. Nah, tentang kriteria: Samma-Sambuddha, Pacceka 
Buddha, & Savakha Buddha [sebagai contoh], adalah dogmatis. Yg oleh 
kaum pengagum doktrinis akan menjadi bahan refusal...
> Thanks...
> 
>

Saya tidak merasa adanya kesalahan dalam pandangan "Pacceka Buddha" 
dalam agama Buddha, yang ada hanya kesalahan pandangan saya karena 
saya belum mendapatkan referensi yang tepat. dan saya rasa referensi 
dari Bikkhu NYANATILOKA sangat patut dipercaya 

Saya sendiri belum mampu memberikan komentar ilmiah atas pertanyaan 
anda karena saya tidak mendalami sejarah agama Buddha dan timbulnya 
sekte, saya hanya berpandangan (yang mungkin salah) bahwa  sekte 
timbul karena :
     a. adanya tradisi setempat yang masuk, namun tidak merubah inti 
dari sekte tersebut. Banyak sekte mahayana yang merubah tata cara 
sembahyang, merubah sila dengan menambahkan sila-sila tertentu (yang 
menurut mereka, sekte theravadalah yang menghilangkan sila-sila 
tertentu). Sekte-sekte tersebut tetap mempertahankan doktrin 4 
kesunyataan mulia dimana Ariya magga dipercaya sebagai satu-satunya 
jalan mencapai nibanna
     b. Tidak cocok dengan inti ajaran sehingga merubah inti ajaran. 
Sekte-sekte seperti ini hanya mengajarkan 4 kesunyataan dan ariya 
magga hanyalah sebagai lip service, hanya sekedar diakui sebagai 
agama Buddha 

Dalam pandangan saya, suatu ajaran yang masih bisa dianggap sebagai 
ajaran Buddha bila mereka mengajarkan 4 Kesunyataan mulia itu 
sendiri dan seorang umat Buddha seharusnya mengerti dan mencoba 
menjalankan ariya magga dalam kehidupan sehari-hari. 

Bila suatu sekte sudah mengajarkan ajaran lain selain 4 kesunyataan 
mulia (termasuk ariya magga) maka ia bukan mengajarkan agama Buddha. 
Terlebih lagi seorang Bikkhu yang mengajarkan suatu ajaran yang 
bertentangan dengan ajaran  Buddha maka ia sudah melaksanakan 
kejahatan besar. 

Sayangnya hanya sedikit umat buddha yang mau mendalami inti ajaran 
buddha dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin lama 
akan semakin sedikit yanng menjalaninya  sehingga suatu hari 
akhirnya terlupakan sama sekali. 
         
Salam metta
Saggadhana




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke