Ha...ha..... Ini adalah pertanyaan yang cukup menggelitik. Saya memang tidak
pernah menanyakan si Walet atau si Sapi apakah mereka menderita atau tidak.
Tapi saya mencoba melihat dari sisi 'peri kebinatangan'. Dalam dunia hewan,
apa yang kelihatan tidak manusiawi merupakan hal yang normal buat mereka.
Bila manusia campur tangan dengan semangat metta atau manusiawi, barangkali
malah akan mengacaukan keturunan hewan tersebut. Contoh : harimau dan singa
jantan akan berusaha memangsa anaknya sendiri ( apalagi yang jantan ),
sejenis laba-laba Afrika melahirkan ratusan bayi dan si induk menyediakan
diri sebagai santapan awal buat bayi-bayi tersebut. Contoh yang lebih
'ringan', dahulu manusia menganggap induk kucing dan induk buaya sangatlah
kejam karena 'menggigit' anaknya. Penelitian terakhir membuktikan bahwa
itulah cara membagi kasih sayang ala hewan.

Well, saya tidak ingin memperdebatkan tentang 'peri kebinatangan' vs 'peri
kemanusiaan'. Saya juga tidak ingin memperdebatkan tentang penelitian atau
wawancara terhadap bintang kita, si Walet atau co star-nya, si Sapi. Yang
saya mau tekankan disini, janganlah memakai satu kacamata ( baca : kaca mata
manusiawi ) untuk seluruh hal. Barangkali Anda benar dan barangkali juga
persepsi saya terlalu kejam.

Bila membalikkan persepsi, bagaimana rumah kita di rusak dsb, wah itu
analogi yang menurut saya kurang pas. Tapi OK, saya bisa menangkap maksud
Anda.

Menanggapi bung Yusli tentang peternakan besar, Anda benar. Namun cobalah
asosiasikan dengan pendidikan di negeri Cina, terutama bagaimana mereka
mendidik calon alit senam. Sayang sekali saya tidak punya link dan
artikelnya. Sebagai gambaran, di Cina, anak-anak berbakat usia 4 tahun sudah
dididik untuk atlit senam dengan segala 'siksaan' ( ala Shaolin ? :-)))).
Apakah ini manusiawi ?


Salam,
Rudi



----- Original Message -----
From: "Yamin Prabudy" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, December 29, 2005 1:42 PM
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak Walet


> Bagaimana kita bisa tahu Si Walet atau si Sapi tidak
> menderita ?
> Apakah ada yang pernah nanya ke si Walet apakah dia
> bersedia sarangnya diambil sebagai makanan manusia ?
> trus dia bikin yang baru lagi ?
>
> bukankah itu hanya sekedar persepsi kita saja
> menyatakan si walet ngak akan menderita koq kalau
> rumahnya saya ambil... la wong anaknya tidak mati..
> kalaupun ngebet pengen ambil..si telur di pindahkan ke
> sarang yang lain
>
> pernahkah kita membalikkan posisi ? jika rumah kita
> diambil/digusur oleh tuan tanah ?? trus kita bangun
> rumah di tempat lain.. konteks mungkin berbeda.. tapi
> coba liat maknanya lebih mendalam....
>
> coba deh download beberapa movie di www.petatv.com
>
> bukan kah di Indonesia ada ungkapan "Sapi Perah" yang
> biasanya diajukan untuk orang2 yang bekerja mati2an
> tapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan keringat
> yang dikeluarkan ?
> jadi coba kita lihat lagi sapi yang diperah untuk kita
> ambil susunya.....
>
> with metta,
>
> yamin






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke