Saudara yamin menberikan pernyataan yang bagus seperti yang pernah saya dengar. Kasusnya kurang lebih sama.
Ada persepsi vegetarian tidak boleh makan telur, ada yang bilang boleh jika telur tersebut tidak ber-inti(menetas). Yang melarang makan telur ada yang berkata tidak boleh karena ayam jika memakan cacing2 maka telurnya mengandung unsur pembunuhan atas si cacing. ada yang bilang tidak boleh karena si - Ayam tidak berpikir seperti yang anda pikirkan, jadi jika anda memakan telurnya anda dikatakan mencuri telur dari si Ayam. Nah, bagi saya apa yang kita lakukan harus di iringi dengan bijaksana (walaupun saya belajar untuk bijak). Antara ayam yang di ternak dengan telur yang diambil mungkin ada keterkaitan karma juga. si ayam dikasi makan dan kemudian si majikan di kasi telur. Akan tetapi hal itu di kembalikan lagi ke Individu nya masing2.



Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bagaimana kita bisa tahu Si Walet atau si Sapi tidak
menderita ?
Apakah ada yang pernah nanya ke si Walet apakah dia
bersedia sarangnya diambil sebagai makanan manusia ?
trus dia bikin yang baru lagi ?

bukankah itu hanya sekedar persepsi kita saja
menyatakan si walet ngak akan menderita koq kalau
rumahnya saya ambil... la wong anaknya tidak mati..
kalaupun ngebet pengen ambil..si telur di pindahkan ke
sarang yang lain

pernahkah kita membalikkan posisi ? jika rumah kita
diambil/digusur oleh tuan tanah ?? trus kita bangun
rumah di tempat lain.. konteks mungkin berbeda.. tapi
coba liat maknanya lebih mendalam....

coba deh download beberapa movie di www.petatv.com

bukan kah di Indonesia ada ungkapan "Sapi Perah" yang
biasanya diajukan untuk orang2 yang bekerja mati2an
tapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan keringat
yang dikeluarkan ?
jadi coba kita lihat lagi sapi yang diperah untuk kita
ambil susunya.....

with metta,

yamin


--- Rudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Namo Buddhaya,
>
> Seru juga mengikuti diskusi topik ini. Pengen
> sharing sedikit.
>
> IMHO, ternak walet tidak melanggar Pancasila kok.
> Apanya yang dibunuh ? Saat
> panen sekalipun, peternak tidak akan mengambil atau
> mengosongkan semua
> sarang yang ada. Bila tidak dipanen malah akan
> membuat sumpek karena
> biasanya walet akan membuat sarang lainnya. Jadi
> hemat saya, mengambil
> sarang walet tidak masalah, toh walet secara alamiah
> akan membuat sarang
> baru. Memang akan lebih capek, tapi tidak terbunuh
> kan ?!
>
> Saya lebih suka mengasosiasikan ternak burung walet
> dengan ternak sapi. Bila
> kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak
> apa-apa kan ?! Apa itu
> menyiksa sapi ? Kalau kita beternak sapi untuk
> dagingnya, saya setuju bahwa
> itu melanggar sila.
>
> Asosiasi ini juga menjawab pertanyaan apakah makan
> liur walet boleh atau
> tidak.
>
>
> Salam,
> Rudi
>


           
__________________________________________
Yahoo! DSL – Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com



Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke