Rekan-rekan Dharmajala,
 
Dalam membahas istilah kelihatannya rekan-rekan sudah kehilangan pegangan. Saya akan mengambil contoh:
1. Bila saya mengatakan anda dan anjing sama-sama mahluk hidup. Apakah ada yang protes? rasanya tidak.
2. Bila saya mengatakan (maaf ini hanya untuk penjelasan saja) anda anjing. Apa yang anda rasdakan. Pada umumnya (kecuali yang sudah dekat arhat) akan marah, mencak-mencak. Bisa-bisa saya dipukuli.
3.Bila saya mengatakan anda burung. Reaksi apa yang anda rasakan dihati?. Mungkin anda bingung saja, apa ya yang diartikan dengan pernyataan saya ini, dengan kata lain perasaan anda akan lebih netral.
 
Lihat di tiga contoh diatas. Tiga penyamaan tapi menimbulkan rasa yang berbeda. Dimanakah letaknya ?.Perbedaan itu terletak pada konotasi yang diberikan dalam pernyataan itu. Sejarah kata itu dipakai dan lingkungannya mempengaruhi arti kata itu. Hal inilah yang saya lihat telah ditinggalkan dalam membahas kata "cina" dan mungkin istilah lainnya seperti "yangkee" untuk orang Amerika.
 
Semoga bermafaat
 
Kreshna
....................................................
>   Mengenai istilah orang Tionghoa atau orang Cina, saya lebih
comfortable menyebut diri saya sebagai orang Cina, walaupun
sebenarnya saya keturunan Cina. Karena tidak ada yang disembunyikan
dan hal itu jelas dan mudah dimengerti.
>   
>   Waktu masih tinggal di Malaysia, karena bahasa Melayu saya
cukup 'bersih', tidak seperti keturunan Cina Malaysia yang umumnya
.......................

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke