Namo Buddhaya,

Semangat sejati berlindung pada Triratna sesungguhnya adalah 
berlindung pada diri sendiri (wawasan tertinggi), jadi jelas sekali 
ini tidak dapat disebut sebagai pengkultusan. Meskipun oleh orang 
yang masih awam dalam Buddhisme, Buddha dan Bodhisattva dianggap 
sebagai sesosok "dewa." Tetapi ini bukanlah semangat ajaran Dharma 
yang sejati. Sekali lagi saya ungkapkan bahwa di dalam Sutra Intan 
(Vajracchedika Prajnaparamita Sutra) dijelaskan bahwa Buddha tidak 
dicari pada wujud dan suara. Nah, jika demikian apakah Anda masih 
menganggap bahwa Buddhisme adalah "pengkultusan pribadi"?
Apakah Tirattana adalah bentukan para murid-murid Buddha sendiri? 
Kita semua bukan pakar Buddhologi sehingga masih belum layak untuk 
menjawab ya ataupun tidak. Namun karena semangat sejati tirattana 
tidak bertentangan dengan bagian ajaran Buddhis lainnya, kita tidak 
mempermasalahkan hal itu.
Anda mempelajari Dharma sepotong-sepotong, bagaikan meneliti sebuah 
bakteri atau spesies baru, oleh karena mudah sekali mengalami 
penafsiran yang salah. Jika Anda mempelajari Buddhadharma harus 
dilihat secara keseluruhan. Anda harus melihatnya dahulu sebagai 
suatu bangunan yang utuh beserta pondasinya. Tidak bisa Anda melihat 
pintunya dan lalu berteriak, "Haaa.... Buddhadharma itu ternyata 
seperti pintu." Ini jelas tidak benar. Ibarat bangunan Buddhadharma 
itu bukanlah pintu, jendela, atap, ataupun lantainya saja. Agar 
mendapatkan pemahaman yang utuh lihatlah secara keseluruhan terlebih 
dahulu struktur bangunannya, baru melihat detil-detilnya. Jika Anda 
telah melihat keseluruhan struktur bangunannya, baru Anda dapat 
memaknai pintu, jendela, atap, dan lantai secara benar (dari sudut 
pandang keseluruhan struktur bangunannya itu).
Saya sudah berulang kali mengatakan pada posting2 terdahulu. Sikap 
kritis itu bagus. Tetapi kalau sikap kritis yang asal-asalan dan ugal-
ugalan ini malah bertentangan dengan sikap kritis yang sejati.
Semangat mengawasi terus menerus "sang pikiran" juga mengandung 
bahaya kalau Anda tidak melatih hati yang welas asih. Sekedar sharing 
saya memang tidak piawai melatih pengamatan terhadap "sang pikiran" 
(meditasi). Dengan jujur saya katakan bahwa di dalam hati sering 
mencibir orang-orang tertentu yang gembar-gembor menyuruh orang 
lain "mengamati pikiran." Bagi saya yang paling penting adalah 
mengembangkan hati welas asih. Meditasi yang tinggi-tinggi jelas bagi 
saya masih belum menjadi suatu kebutuhan pokok (nanti mungkin kalau 
sudah tua baru saya akan meditasi). Sekedar sharing, latihan 
spiritual saya (mungkin nampak "gila" dan menggelikan bagi orang 
lain) adalah: membalikkan kumbang yang tertelungkup, memberi makan 
kucing liar, sedapat mungkin tidak membunuh nyamuk dan akan saya tiup 
saja bila hendak menggigit, membisikkan nama Buddha Ratnasikkhin ke 
telinga hewan-hewan atau ikan yang dijual di supermarket, 
memvisualisasikan hewan-hewan, ikan, udang, atau kerang yang dijual 
di supermarket atau restaurant agar kelak dapat menuju ke Sukhavati, 
kalau terpaksa membunuh hewan (misalnya kelabang atau hewan 
menjijikkan lainnya) saya akan bervisualisasi agar mereka menuju ke 
Sukhavati (saya tidak membunuh karena benci, tetapi karena itu hewan 
itu berbisa dan mungkin membahayakan anggota keluarga saya lainnya, 
kalau memang itu membuahkan karma buruk akan saya terima dengan 
lapang dada), dan lain sebagainya. Masih banyak hal lainnya, tetapi 
tidak akan saya sebutkan di sini karena nanti dikira pamer. Saya 
sarankan agar Anda mempraktekkan metode "gila" ini terlebih dahulu, 
nanti semua pertanyaan Anda akan terjawab dengan sendirinya. Anda 
akan tahu sendiri apa itu Buddha, Dharma, dan Sangha yang sejati. 
Menjelaskan Buddha, Dharma, dan Sangha secara intelektual nampaknya 
tidak akan bermanfaat bagi Anda. Cobalah melatih hal-hal sederhana 
seperti menyiram tumbuhan atau bunga, sambil mengatakan, "Wahai 
tumbuhan, semoga dengan curahan air ini Anda berbahagia." Mungkin, 
orang akan mengira saya gila, karena berkomat-kamit sendiri di depan 
tumbuhan atau hewan, tetapi saya tidak peduli. Mungkin saya memang 
gila, tetapi apakah jeleknya menjadi gila? Apakah ruginya menjadi 
gila kalau hal itu dapat membawa Anda memahami Triratna - bila Anda 
benar-benar ingin memahaminya.

Meditasi mengamati pikiran memang sangat baik, tetapi pengalaman saya 
memperlihatkan bahwa di antara 1000 peserta hanya 1 atau 2 saja yang 
berhasil, lainnya malah menjadi orang-orang jahat. Meditasi harus 
dilandasi oleh pengembangan cinta kasih terlebih dahulu. Mempelajari 
Buddhadharma secara intelektual juga sangat bagus, saya juga gemar 
mempelajari sesuatu secara intelektual, tetapi Buddhadharma bukanlah 
makanan intelektual semata. Ia tidak dapat dikupas dan dianalisa 
seperti Anda menganalisa mikroba di bawah mikroskop. Masing-masing 
bagiannya saling berhubungan dan tidak ada artinya kalau tidak 
dihubungkan dengan keseluruhan bagian lainnya.

Kalaupun Buddha mengajarkan sesuatu, pasti dapat direduksi kembali 
pada ajaran-ajaran "dasar" seperti tillakhana, patticasamutpada, dan 
empat kebenaran mulia.

Saya kira sekian dahulu, kalau ada pertanyaan boleh menghubungi hp 
saya di 0816 658902. Karena kalau sekedar tulisan mungkin masih agak 
susah dihubungi.

Semoga Buddhadharma semakin jaya.

Metta,

Tan


--- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dearest All, Bro & Sis
>    
>   Yg Sy Tahu Betul Dari Ajaran / Filosofi Buddhisme Adalah Sangat 
Anti "Pengkultusan" Apapun Yg Ada Di Dalam Dunia / Bhumi Ini !!
>    
>   Di Satu Sisi Berkata / Mengajar Demikian  Namun Di Sisi Yg Lain 
Umat Harus Berlindung / Mengambil Tindakan Mental - Perlindungan Thp 
Buddha, Dharma & Sangha. !! Bukankah Triratna INi Jelas2 Mencerminkan 
Pandangan Pro Pengkultusan Thp Sesuatu Yg Disebut "Buddha" Itu ??
>    
>   Pertanyaan Berikutnya Adalah Apakah Benar Konsep Triratna Ini Ide 
Dari Sang Buddha Shakyamuni Sendiri Atau Hasil Rekayasa Para Murid 
SETELAH Sang Buddha Parinirvana ??
>    
>   Semoga Terus Semangat "Mengawasi Sang PIKIRAN Sendiri" !!!!!!! 
> 
>               
> ---------------------------------
> Brings words and photos together (easily) with
>  PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke