Bro Harryson,

Apa yang bro Ching Ik katakan memang benar dan saya setuju juga.
Tentang pembagian basic-higher-highest, mungkin istilah tsb kurang cocok 
yah.
Kesimpulan yang saya dapat adalah

Theravada: Core Buddhism
Mahayana: Core Buddhism + penjelasan mendalam
Tantrayana: Core Buddhism + penjelasan mendalam + Praktek Tantra yang 
secara psikologis mendukung mempecepat pencapaian kebuddhaan.

dari ketiga tradisi tsb, semuanya bisa mencapat tingkat kebuddhaan. 
Tergantung selera sajah.

Well, mungkin lebih baik let it be sebagai Theravada dan Mahayana dan 
Tantrayana saja :)

Thanks bro utk mengingatkan.

Tentang pembagian, yah saya no comment. Saya belum mempelajari tentang 
pembagian tsb sih.

with Metta
Sumedho Benny

harryson huang wrote:
> Seperti dikatakan bro Ching Ik, tradisi manapun kalo diikuti dan 
> dipraktekkan secara konsisten akan membawa kepada Pencerahan. Karena 
> itu membagi menjadi basic-higher-highest buddhism tidak perlu. Ketiga 
> tradisi tersebut adalah sejajar, tidak lebih rendah atau lebih tinggi.
> 5 waktu kotbah menjadi 5 kitab suci buddha - setahu saya pembagian ini 
> dilontarkan oleh tradisi Tien Tai (Saddharma-pundarika) di China, yang 
> kemudian diterima secara umum oleh Mahayana karena relevansi 
> logikanya. Pembagian ini merupakan suatu upaya memahami alur / tahapan 
> ajaran Buddha.
> Tidak heran dalam pembagian ini, kitab Saddharma-pundarika sutra 
> lantas dikelompokkan menjadi "ajaran puncak" dan "terakhir" sebelum 
> Mahaparinirvana sutra, karena kitab inilah merupakan kitab pokok 
> tradisi Tien Tai.
> salam dhamma,
> Harryson
>
>
> */Benny Wu <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:
>
>     Bro ching ik,
>
>     Tentang sejarah saya sudah pada tahap "yah sudah lah"
>     Jadi bisa saya simpulkan bahwa Theravada adalah Basic Buddhism dan
>     Mahayana adalah Higher Buddhism sedangkan Tantrayana adalah Highest
>     Buddhism.
>
>     Terima kasih atas penjelasannya.
>
>     Tentang Dharani Sutra, saya sependapat dengan penjelasan bro.
>     Hanya saja
>     isi dari sutra tersebut tidak semua seperti yang bro katakan. bagian
>     kata2x seperti hanya mengulang beberapa bait sutra akan menghapuskan
>     dosa2x bahkan garuka kamma dan akan membuat umur panjang menurut saya
>     itu tidak selaras dengan hukum Kamma.
>
>     with Metta
>     Sumedho Benny
>
>     ching ik/ djoni wrote:
>     > Dear bro Benny,
>     > Mengenai masalah upaya pemahaman ajaran Buddha melalui pendekatan
>     > sejarah, saya rasa perlu memberi sedikit penjelasan tambahan.
>     > Meskipun terdapat berbagai perbedaan interpretasi atas catatan
>     > sejarah tersebut, ada satu hal yang tetap harus diakui bahwa tidak
>     > ada yang mampu memberikan jawaban konkrit mana yang merupakan fakta
>     > dan mana yang merupakan spekulasi. Banyak faktor yang dapat
>     > mempengaruhi seseorang di dalam memberi interpretasi pada sebuah
>     > skriptur. Jadi adalah wajar juga bahwa berbagai keragu-raguan akan
>     > muncul untuk mempertanyakan prinsip ajaran Mahayana bagi orang yang
>     > cenderung men-iya-kan Theravada dan sebaliknya. Seperti masalah
>     > pembagian waktu ajaran Buddha dalam Mahayana, ini sama sekali
>     diluar
>     > jangkauan Theravada, jadi sangat wajar pembagian waktu ini akan
>     > menjadi sebuah polemik tersendiri. Bahkan dalam Mahayana sendiri
>     > juga tidak ditampik adanya perbedaan pendapat atas pembagian waktu
>     > ini. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pembagian waktu ini adalah
>     > hasil kajian dari sesepuh mazhab Tientai-master Zhiyi, jadi hanya
>     > merupakan hasil interpretasi dari salah satu mazhab Mahayana (tidak
>     > mewakili seluruh mazhab Mahayana).
>     > Mengenai pertanyaan " Dan juga mengapa Ananda tidak
>     > mengulang ajaran Mahayana ketika sedang mengulang pada sidang
>     > sangha ?
>     > Akan jadi hal yang tidak masuk akal apabila Ananda yang merupakan
>     > sang
>     > penjaga Dhamma tidak mengulang untuk membagikan dan croscek dengan
>     > rekan2x arahat yang lainnya."
>     > Tentu pertanyaan seperti ini tidak sulit untuk diketahui berdiri
>     > dari posisi catatan sejarah Theravada. Perlu diketahui bahwa saat
>     > sidang sangha, wejangan ulang dari Ananda dan Upali adalah mengenai
>     > Dhamma dan Vinaya. Jika kita lihat seluruh rangkaian Tipitaka Pali,
>     > maka terlihat jelas penekanannya pada konsep ajaran 4 kebenaran
>     > mulia, tilakhana, patticasammupada, 8 jalan kebenaran, samatha dan
>     > vipassana. Dari pengamatan ini, jika kita menarik benang antara
>     > kronologi pengulangan dhamma vinaya versi Theravada dengan isi
>     Sutta-
>     > nya, maka tentu harus adanya sebuah garis sejajar yang mencerminkan
>     > bahwa ajaran2 tersebut harus selaras dengan kronologi sidang Agung.
>     > Dengan kata lain, bahwa Dhamma vinaya yang diulang Ananda dan Upali
>     > (versi Theravada) hanya seputar ajaran 4 kebenarn mulia, 8 jalan
>     > kebenaran, Tilakkhana, dll (tanpa adanya konsep konsep Mahayana,
>     > bodhisatva2, dll). Mengapa pada saat sidang agung tersebut tidak
>     > terdapat konsep2 ajaran Mahayana? Jika kita membuka lembaran kitab
>     > Mahayana, maka berbagai kemungkinan menjadi terkuak (Saya mengerti
>     > bahwa istilah terkuak di sini juga mengandung nuansa keberpihakan
>     > pada Mahayana) Tapi yang namanya diskusi yang cuma bertujuan saling
>     > berbagi pandangan belaka. Begini. Jika kita membuka lembaran kitab
>     > Mahayana, kita akan menemukan sebuah indikasi bahwa ajaran Buddha
>     > (versi Mahayana) bersifat tahapan. Artinya adalah bahwa sang Buddha
>     > memang mengajar berdasarkan tingkat pemahaman para siswanya. Jadi
>     > seperti sebuah universitas yang membagi siswa siswa ke dalam
>     > berbagai tingkatan (ini tentu bukan masalah diskriminatif, tapi
>     anda
>     > tentu mengerti bahwa siswa SD tidak paham ajaran kelas siswa SMP,
>     > misalnya) Ini tidak sulit dilihat di dalam kitab suci Mahayana.
>     > Untuk itulah mengapa para sesepuh Mahayana sampai bisa
>     > mengklasifikasikan 5 periode ajaran Buddha, karena memang Sutra2
>     > Mahayana telah memiliki indikasi ke arah situ, cuma saja tidak
>     > tampak secara eksplisit saja.
>     > Jadi dari hal ini, Mahayana memang memiliki catatan tentang sidang
>     > agung tersebut dengan versinya juga. Bahwa sidang agung di goa
>     > Saptapani adalah sidang agung yang hanya mengkanonikkan ajaran
>     > Basical Buddhism. Tidak ada alasan untuk mencampur adukkan ajaran
>     > Mahayana (yang tingkatannya berbeda) di dalam sidang tersebut. Maka
>     > sidang agung lain diselenggarakan secara tersendiri lagi. Jadi Ini
>     > adalah kemungkinan yang dapat diterima para umat Mahayana, mengapa?
>     > Sutra2 Mahayana memiliki kisah yang dapat diselaraskan dengan
>     > pandangan demikian. Pada saat sang Buddha mewejangkan dharma, para
>     > siswa yang merasa tidak sepaham dengan pandangan sang Buddha itu
>     ada
>     > juga. Ini cukup wajar, karena dalam Sutta2 sering kita melihat
>     > orang2 yang bersikap sopan dihadapan sang Buddha, ada yang bersikap
>     > acuh tak acuh, ada yang bersikap skeptis dan lain lain. Saat mereka
>     > tidak sepaham dengan sang Buddha, mereka bisa saja meninggalkan
>     > tempat tersebut dan mengatakan tidak dapat menerimanya. Ini
>     > menandakan bahwa ajaran Buddha itu memiliki tingkatan tingkatannya.
>     > Jadi tidaklah perlu memberi crosscheck kepada Arahat2 yang hanya
>     mau
>     > mempertahankan Basical Buddhism (karena dalam sudut pandang
>     > mahayana, memang ada Arahat yang demikian). Pada saat selesai
>     sidang
>     > agung Sangha itu mengapa salah satu siswa utama Buddha -Purana yang
>     > kembali dari wilayah lain tidak langsung menerima sidang agung ini.
>     > Ini satu hal yang perlu dijadikan perhatian.
>     > Mengenai kitab Dharani Sutra of Buddha on longevity, terlalu
>     gegabah
>     > untuk mencapnya bertentangan dengan hukum kamma. Karena hukum kamma
>     > bersifat lintas waktu. Jadi harus dipahami bahwa sebagai orang
>     awam,
>     > tidaklah mudah untuk menyelami hukum kamma sampai ketingkatan yang
>     > halus. Lagi pula nasihat dari Sutra tersebut merupakan bentuk
>     bentuk
>     > kusala kamma, di mana bagi seorang penjahat sekalipun jika
>     > melepaskan akusala kamma dan menjalankan kusala kamma dan berlatih
>     > dengan sungguh sungguh, maka kesucian juga dapat tercapai, ini
>     tentu
>     > sangat selaras dengan ajaran Buddha, contohnya Angulimala. Jadi di
>     > mana letak pertentangan dengan kamma? Jika mengatakan bahwa
>     > menjalankan ajaran Sutra itu dapat membuat panjang umur adalah
>     > sebuah pertentangan dengan hukum kamma, maka ini juga terlalu
>     > gegabah. Coba anda telaah sendiri, di dalam ajaran Buddha (juga
>     > versi Theravada), bahwa orang yang menjelang kematian sangat
>     > mementingkan kusala kamma. Jika pikiran kusala (baik) muncul sampai
>     > nafas terakhir, dia akan terlahir kembali di alam yang
>     > membahagiakan. Jika akusala javana citta muncul sebelum kematian,
>     > dia pasti akan terlahir kembali di alam menyedihkan. Sekilas ini
>     > tidak sesuai denagn hukum kamma juga bukan? Karena jika orang baik
>     > menjelang kematian tiba2 muncul akusala javana citta, bukankah akan
>     > sangat merugikan dia yang telah berbuat baik? Jadi hukum kamma itu
>     > lintas waktu dan pelatihan itu sangat mementingkan sikap batin.
>     > Contoh lain adalah mengenai kisah Mattakundali di kitab Dhammpada
>     > Atthakatta. Hanya memiliki keyakinan saja pada sang Buddha sudah
>     > dapat membuat beliau terlahir di alam surga. Ini seolah2
>     > bertentangan dengan hukum kamma. Itulah sebabnya sampai ada yang
>     > bertanya pada sang Buddha mengenai hal ini, tapi sang Buddha
>     > mengatakan memang demikianlah hal nya, bahwa ya fakta nya demikian.
>     > Ini mengindikasikan bahwa cara kerja kamma itu lintas waktu dan
>     kita
>     > tidak tahu dimensi waktu kehidupan lalu, jadi terlalu gegabah untuk
>     > mencapnya tidak sesuai hukum kamma.
>     > Jadi demikianlah, ada yang beranggapan antara Kanon pali dan Sutra2
>     > saling bertentangan, ada yang menganggapnya selaras, semua ini
>     > tergantung pada individu masing2, namun ini tetap tidak menghambat
>     > mereka yang berlatih secara sungguh sungguh. Karena versi manapun
>     > yang kita gunakan, asalkan kita berlatih secara konsisten, maka
>     > kesucian akan dapat diraih. Kita dapat lihat sendiri, dalam
>     > Theravada ada Ajahn Chah, dalam Mahayana ada Xuyun, YinGuang ,
>     > GuanQing , dll, dalam Tantra ada Milarepa, Atisha, dll.
>     >
>     >
>     >
>     > Amithofo
>     >
>     > Cg ik
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di
>     dalam diri saya maupun di luar diri saya **
>     >
>     > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
>     menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat
>     fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
>     >
>     > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
>     memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
>     sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>     >
>     > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
>     penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
>     ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
>     membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
>     penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta
>     sahabat-sahabat kami **
>     > Yahoo! Groups Links
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>     >
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call 
> rates.
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam 
> diri saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
> menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
> memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh 
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun 
> sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu 
> sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa 
> syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
>
>
>
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>  
>
> SPONSORED LINKS 
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>  
>
> Religion and spirituality 
> <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Religion+and+spirituality&w1=Religion+and+spirituality&w2=Spirituality&c=2&s=49&.sig=jAosXg34Wf-tqo3v3Hj6PA>
>  
>       Spirituality 
> <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Spirituality&w1=Religion+and+spirituality&w2=Spirituality&c=2&s=49&.sig=opz-SAWEaW5D1HYYZ752cg>
>  
>
>
>
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>  
>
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>  
>
> ------------------------------------------------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>  
>
>
>       
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
>     * Visit your group "
>       
> <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>Dharmajala
>       <http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala>" on the web.
>     * To unsubscribe from this group, send an email to:
>       [EMAIL PROTECTED]
>       <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>     * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
>       Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/>.
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke