Sekuntum teratai untuk anda semua, calon Buddha, Sharing ya, Setujukah aku? Ya dan tidak.
Ya Setuju banget klo uang diganti dengan makanan seperti yg disarankan. Aku pribadi berpendapat lain. Kalau bilang STOP BERI UANG, aku tidak setuju. Kalau dibilang kurangi beri uang kepada anak jalanan atau klo dibilang Memberi secara bijak, tentu aku setuju sekali. Sebelum aku sharing ttg anak jalanan, dibenakku muncul banyak pertanyaan yg mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum kita semua memutuskan untuk Stop beri uang. Pertanyaanku +/- sbb: 1. Apakah dengan "stop beri uang" kita benar benar sudah membantu anak jalanan itu utk tdk menjadi anak jalanan???? 2. Klo kita "Stop beri uang", apa komnas PA mau memberikan perlindungan kepada anak anak jalanan itu, mungkin berupa tempat tinggal, sekolah, pendidikan mental (penyuluhan) dll??? 3. Apa kita tahu klo anak jalanan ini benar benar dapat uang sebegitu byk? brapa sampel anak jalanan yg mana yg mereka tanya? Apakah data diambil dari anak jalanan yg berkeliaran sekitar jam 11 malam keatas? 4. Kalau kita stop sama sekali utk memberi anak itu uang, apakah tdk menutup kemungkinan justru anak anak itu dimanfaatkan oleh jaringan narkoba. Wong daripada tdk dpt makan, mending jualan drug. asyik cuman ngantar doang dpt duit. Sharing ttg anak jalanan 1. Beberapa tahun yg lalu terungkap peristiwa ada seorang anak dari keluarga berkecukupan yg ditangkap oleh sindikat anak, kemudian entah bagaimana mereka membuat anak itu seperti org hilang ingatan (tdk ingat teman dan ortu) mereka diajar bicara jorok, merokok, berbicara bhs okem, kasar, dan disuruh minta minta dijalan. Bila tdk dpt uang setoran, mereka dipukuli dan tidak diberi makanan. Orang tua sianak sudah melapor kepolisi ttg hilangnya anak tp tdk ketemu. Akhirnya si Ibu mencari setiap hari dijalan. Sampai suatu hari dia menemukan anaknya di prapatan jalan dg pakaian dekil dan sdh tdk mengenalinya lagi. si Ibu awalnya juga ragu apakah ini anaknya kok dekil n kurang ajar juga bego. tapi naluri seorg Ibu tdk mungkin salah. Akhirnya, (sy lupa bgaimana disembuhkan) anak tsb sadar dan bercerita ttg sindikat tsb tapi dia tdk tahu tptnya. Dia juga lupa teman temannya yg mana yg dijadikan ngembel. Polisi juga tdk dpt menangkap mrk hanya bisa menghimbau ortu utk berhati hati. 2. Mungkin byk anak jalanan yg sulit berubah tp TDK SEMUA anak jalanan itu jahat dan tidak bisa diatur. Ada anak jalanan yg ada kaipangnya. ada juga sindikat anak yg mengatur. ada juga benar benar anak jalanan yg tidak dibwh naungan dua-duanya. Coba survey aja, klo sudah jam 10 an malam, yg ada kaipangnya, anak anak sudah dijemput pulang atawa pulang berbarengan. Sedangkan yg tdk ada kaipangnya, setelah jam 11:30 - 12:00 keatas mereka masih ada dijalan, dikolong jembatan, dijembatan penyebrangan atau tpt tersembunyi. Anak anak yg tdk ada kaipangnya justru kasihan, mrk kekurangan mkn, dizalimi oleh anak jalanan yg lebih besar usianya. Jadi tak heran kalau anak jalanan model apapun, punya kaipang atau tdk, mereka sudah mengenal seks sejak dini. Pernah ku lihat mereka makan makanan di tong sampah dan minum bekas orang lain. Apakah mereka sengaja agar menghara birukan hati org lain? aku rasa tidak. memang yg benar benar spt itu sedikit sekali. Tapi apakah mereka bukan manusia???????? SARAN : 1. Bila ingin memberikan anjuran maka lebih baik orang lain juga dikasih tahu plus dan minus dari tidak beri uang ke anak jalanan. Klo ketemu orang yg malas mikir atau pelit, klop dah. Dgn memberi info akibat plus dan minus dari stop beri uang, maka orang akan memutuskan dengan hati nuraninya. Jgn jeleknya aja yg di info. org gampang termakan iklan. 2. Informasikan kepada masyarakat (klo benar benar komnas PA mau membantu) Bila ditemukan anak jalanan, tolong di tanya apakah mereka punya orang tua, sdr, bila tdk, mohon anak jalanan tsb di bawa ke KOmnas PA untuk mendpatkan tpt tinggal dan penyuluhan. MISALnya. 3. ide lainnya. 4. Ktnya klo kasih duit berarti mrk betah dijalan akibat tdk langsung dari perbuatan kita. KLo menurutku, ngasih atau tdk, mereka tetap dijalan krn mereka tdk punya tempat bernaung. Ya hidupnya dijalan. Kecuali LSM dan Komnas PA punya program yg baik utk mereka untuk tpt tinggal, pendidikan, penyuluhan. Bila tdk ada maka No action talk only, buat apa????? bikin karma buruk aja. Semoga bermanfaat. w/ metta --- "Rohana Huang ( PCI )" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Setujukah Anda ??? > > > > > > Kita membuang Rp 1,5 milyar receh setiap hari > Sadarkah Anda, bahwa kita, penduduk Jakarta, setiap > harinya membuang uang > receh hingga mencapai 10 digit setiap harinya, ke > jalanan. Mari kita > berhitung. Jumlah anak jalanan di Jabodetabek saat > ini berdasarkan data > terakhir dari Komisi Nasional Perlindungan Anak > (Komnas PA) mencapai angka > 75.000. Pendapatan mereka seharinya bisa mencapai Rp > 20.000 â Rp 30.000. > Bila kita ambil Rp 20.000 dikalikan 75.000 anak, > berarti kita membuang uang > receh (cepek, gopek, seceng) sebesar 1.500.000.000 > alias 1,5 milyar per > hari! > > Kita membuat mereka betah di jalan > Perhitungan matematis di atas menimbulkan satu > pertanyaan ironik yang besar. > Bisa jadi kitalah yang membuat anak-anak itu betah > berada di jalan. Dengan > mengamen, mengemis, menyapukan kemoceng di atas > dashboard mobil, atau > menyodorkan amplop sumbangan â satu anak jalanan > usia SD bisa memiliki > penghasilan yang beda tipis dengan lulusan diploma. > Begitu mudah bagi > mereka. Tanpa perlu capek-capek sekolah, susah-susah > melamar kerja, toh > hasilnya hampir sama. > Jajan, main dingdong, dan setoran > Tanpa maksud menggurui, Sahabat Anak sepakat dengan > salah satu program > UNICEF, yakni berhenti memberi uang kepada anak-anak > jalanan. Dari sekian > penelitian yang dilakukan sejumlah LSM, uang yang > diperoleh anak-anak > marjinal ini, sebagian besar tidak mendukung > peningkatan kesejahteraan > mereka. Jajan, ada di peringkat pertama; main > dingdong atau permainan > elektronik lainnya, menjadi pilihan kedua; terakhir, > setoran ke orang tua > atau inang/senior sebagai pelindung mereka di > jalanan. Jadi, bocah-bocah > berpenampilan kumuh ini pun tetap miskin, tetap > terancam putus sekolah, dan > tetap berkeliaran di jalan. > > Siapkan biskuit, permen, susu kotak > Setelah memahami penjelasan di atas, keputusan > dikembalikan kepada Anda > semua. Mari, menjadi sahabat anak yang tidak > memanjakan, tapi melakukan > tindakan serta bantuan yang langsung bisa mereka > nikmati. Sebagai pengganti > uang receh, berikan mereka nutrisi bergizi atau > barang layak pakai. Mulai > sekarang, sediakan dalam tas atau mobil Anda: > biskuit, permen, buah, susu > kotak/botol, atau barang-barang bermanfaat lainnya > â yang langsung bisa > diberikan saat tangan-tangan kecil itu menengadah di > dekat Anda. > > Sumber: http://www.sahabatanak.com/ > <http://www.sahabatanak.com/> > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
