Memang pendapatan mereka perhari bisa mencapai 20.000 bahkan lebih, itu yang dari hasil yang mereka minta, belum termasuk yang dari hasil mereka mengambil tanpa perduli apakah di berikan atau tidak, belum lagi dengan cara2 meminta yang terkesan mengancam, mungkin kalian tidak memperhatikannya atau menggangap ucapan mereka hanya asal ucap saja, justru sebetulnya mereka itu sangat penuh dengan keinginan melakukannya, hanya karena pengecut2 saja yang selalu diam ,coba saja kalian tidak memberikan dan hanya memberikan senyuman lihat tangan mereka kl mendekati kalian, dijamin tangan mereka akan merogoh kearah kantong saku atas kalian, saya secara pribadi sangat amat teramat sering mendapati hal yang seperti ini , bahkan beberapa dari mereka sampai terpaksa harus di lumpuhkan oleh saya bahkan ada yang sampai harus menginap di penjara.
mereka menjadi seperti itu karena kita semua yang menciptakan mereka, kita mengkondisikan agar mereka ada dalam kehidupan ini, lihat saja masih kecil kecil sudah menggunakan kata2 yang sedikit mengancam.
Beberapa dari mereka yang saya titipkan kepada teman2 saya di kepolisian mengaku mereka melakukannya karena takut oleh bos2 preman yang memerintah mereka, karena jika mereka pulang tidak membawa uang mereka akan di pukuli
Jadi tolong kepada rekan2 sedhamma jangan pernah berpikir bahwa dalam hidup ini tidak pernah ada pilihan semua selalu ada pilihan, jangan karena pikiran pendek sesaat melakukan sesuatu yang tidak baik dan kemudian memberikan alasan tidak ada pilihan lain
 
Regards,
 
Andri/Sammacitto

Hendri Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kok tidak yakin yah dengan data yang wah itu. Tahu dari mana,
pendapatan mereka benar-benar segitu ? Itu adalah stereotype pemikiran
orang-orang yang merasa dirinya lebih tinggi dari mereka-mereka yang
hidup di jalanan.

Lagipula kalau memang benar setinggi itu, apa kita-kita ini jadi
cemburu ? Iri hati ? Dengki ? Itu juga hasil kerja keras lho.
Memangnya yang nulis artikel itu rela/kuat telanjang kaki berdiri di
aspal yang panas dan berjemur matahari, juga menghirup asap kendaraan
yang parah abis ?

Memangnya kenapa kalau mereka itu gak sekolah ? Apa gak sekolah
berarti gak boleh dapat duit ? Banyak tuh generasi pendahulu yang
tidak pernah sekolah malah kaya raya. Dari pada yang sekolah
tinggi-tinggi malah jadinya kacung dan kuli.

So, kalau memang gak mau memberi yah gak usah pake alasan macam-macam,
cukup angkat tangan aja sambil memberi sedikit senyum, bukannya
berpikiran jelek "ini manusia kerjanya minta-minta banyak duit loh,
gua kuliah setengah mati tetap aja jadi kuli".

Hormat saya,
Yongde

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke