Penduduk Asia Tempati Peringkat Terbawah
Jakarta, Kompas - Penduduk Asia menempati peringkat terbawah dalam tes kesopanan sedunia, sedangkan penduduk Jakarta menempati peringkat ke-28 dari 35 negara yang disurvei.
Komentar langsung yang muncul dari survei tes kesopanan (courtesy test) ini ialah "sungguh di luar dugaan". Survei
dilakukan Majalah Reader's Digest atas 2.000 orang di 35 negara di dunia untuk melihat secara langsung perilaku masyarakat dari masing-masing negara.
Widarti Gunawan, Pemimpin Redaksi Reader's Digest Indonesia, pekan lalu menjelaskan, Reader's Digest telah menyebarkan reporter dari setiap edisi untuk menjalankan tes kesopanan di kota dengan penduduk terbanyak di setiap negara. Dari survei itu, peringkat pertama masyarakat yang memiliki derajat kesopanan di dunia adalah masyarakat kota New York, Amerika Serikat, didusul pada urutan kedua masyarakat kota Zurich (Swiss), ketiga Toronto (Kanada), dan ranking keempat ditempati masyarakat tiga kota yaitu Berlin (Jerman), Sao Paolo (Brasil), serta Zagreb (Kroasia). Sedangkan peringkat empat terbawah masing-masing ditempati masyarakat kota Seoul (Korea Selatan) pada peringkat 32, Kuala Lumpur (Malaysia) (33), Bucharest (Romania) (34), serta yang terbawah Mumbai
(India) (35).
Metode atau cara kerja survei ini dengan mengetes perilaku masyarakat perkotaan melalui tiga indikator perilaku. Pertama tes apakah orang akan menahan pintu untuk orang lain yang berdiri di belakangnya. Kedua apakah seorang penjual akan mengucapkan "terima kasih" setiap kali seseorang membeli barang dagangannya. Ketiga apakah seseorang akan membantu orang lain bila orang lain itu menjatuhkan map berisi kertas-kertas di jalanan yang sibuk. Nilai diberikan untuk setiap respons positif, dan hasil dari masing-masing kota dikumpulkan dan dihitung untuk kemudian dibandingkan dalam bentuk persentase.
"Ini adalah tes kesopanan terbesar di dunia," demikian pernyataan Conrad Kiechel, Editorial Director Edisi Internasional. "Reporter kami melakukan lebih dari 2.000 tes di 35 kota untuk melihat secara langsung perilaku masyarakat
sehingga hasil yang kami peroleh tidak hanya nyata dan menarik, tetapi juga memicu pemikiran lebih lanjut," kata Conrad sebagaimana dikutip Reader's Digest Indonesia.
Tentang tiga tes
Pertanyaan menarik muncul, bagaimana mungkin mengukur sopan santun masyarakat hanya dengan tiga indikator perilaku itu. Ini setidaknya pertanyaan yang muncul. "Bagaimana mungkin kita menilai seseorang hanya karena dia menahan pintu untuk orang lain?" tanya seorang mahasiswa Manila, Filipina.
Menurut Reader's Digest, setiap kota kecuali Hongkong, meraih peringkat 10 terendah untuk tes menahan pintu, dan hanya 40 persen dari responden menahan pintu untuk reporter kami yang berada di belakang mereka. Kebanyakan orang Asia tidak menganggap menahan pintu sebagai bagian dari
sopan santun.
Menurut Jim Plouffe, Pemimpin Redaksi Reader's Digest Asia, ketiga tes itu menunjukkan tiga aspek yang berbeda dari cara orang berinteraksi. Dan tes menahan pintu didesain untuk mengetahui apakah seorang individu menyadari kehadiran individu lain di dekatnya, kata Plouffe. "Di Asia, kami menemukan bahwa kebanyakan orang tidak menyadari dampak dari tindakan mereka terhadap orang di sekeliling mereka."
Sopan santun di Kota Mumbaisesuai laporan survei inimemang terasa kurang bila Anda seorang pembeli. Ketika reporter wanita Reader's Digest membeli sepasang jepit rambut di toko serba ada, pelayan toko yang melayaninya langsung membalikkan badan setelah menerima uang pembayaran. Saat ditanya mengapa dia melakukannya, pria itu tanpa rasa bersalah berkata, "Nyonya, saya bukan orang terpelajar. Kalau saya sudah menyerahkan barang
belanjaan kepada si konsumen, ya sudah."
Warga Jakarta
Menyangkut sopan santun warga Jakarta, survei memperlihatkan penduduk Jakarta menempati peringkat ke-27 untuk tes memungut kertas (20 persen responden yang bersedia menolong memungut kertas-kertas yang jatuh). Jangan berharap orang lain akan menahan pintu untuk Anda, karena 70 persen responden Jakarta membiarkan pintu terbanting.
Survei tersebut menempatkan warga Jakarta pada peringkat ke-29 dalam tes menahan pintu. (HRD)
Yahoo! Sports Fantasy Football 06 - Go with the leader. Start your league today! __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
