Point yang lebih penting: Kenapa suka nonton bola? Renungkanlah Syair Nasihat Samanthabhadra bodhisattva: Hari telah berlalu, usia hidup pun semakin berkurang Bagaikan ikan yang kekurangan air, apa yang menyenangkan dalam hal ini ? Wahai para makhluk hidup, berlatihlah segera dengan penuh ketekunan seperti saat sedang menyelamatkan kepala yang sedang terbakar. Ingatlah bahwa tidak ada yang kekal, jangan sampai merosot [pelatihannya].
--- In [email protected], ev <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya memang baru kali ini menonton pertandingan bola secara utuh dan saya sendiri belum menjadi seorang "penggila" bola. Tapi saya mendapatkan inspirasi (setidaknya bagi saya sendiri) dan saya ingin sekali membagikannya kepada bro dan sis sekalian. Bukankah tujuan semula dari milis Dharmajala ini adalah untuk membagikan sharing tentang pengalaman hidup kita sehari-hari? > Saya ingin menceritakan pengalaman saya menonton pertandingan bola antara Italia-Australia yang berakhir dengan skor 1-0 untuk Italia. > Sembilan puluh menit telah berlalu tapi nilai gol masih sama, 0-0. Italia yang cuma bermain dengan 10 orang (1 orang mendapat kartu merah) belum bisa dibobol oleh Australia. Sebenarnya Australia banyak mendapat kesempatan untuk mencetak gol ke gawang Italia tapi sayang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ini menurut pengamatan saya yah. > Pada saat Additional Time, Italia mulai melakukan banyak penyerangan ke gawang Australia. Di menit-menit yang menegangkan itu, xxx dari Italia menggiring bola masuk sampai ke zona penalti. xx dari Australia mendekat dan melakukan sliding hingga xxx jatuh. Wasit menyatakan sliding tadi adalah pelanggaran dan akan dilakukan penalti (sepertinya itu jatuh bohongan deh, istilahnya diving). Karena kemampuannya yang bagus, Totti yang ditunjuk untuk melakukan tendangan penalti. > Prittt. Peluit tendangan penalti sudah dibunyikan. Totti masih berpikir akan ditendang ke mana bola ini, kiri, tengah, atau kanan? Totti kemudian berlari perlahan dan dia memilih menendang ke arah kiri atas gawang. Sebenarnya kiper Australia sudah mengantisipasi tendangan itu dengan melakukan tangkapan ke kiri gawang tapi, sayang, tangkapannya tidak sampai. > Akhirnya Italia memenangkan pertandingan di menit-menit yang sangat menegangkan itu. > Nah, pengalaman yang saya dapatkan terjadi sewaktu saya menyaksikan replay (tayangan ulang) gol yang diciptakan oleh Totti tadi. Sewaktu Totti berlari menghampiri bola, pandangan matanya menuju bola yang akan ditendang. Tetapi sesaat sebelum Totti menendang bola, pandangan matanya secara sekilas melirik ke arah kiri (dari sisi Totti). > Sudah sering orang mengatakan bahwa "mata adalah jendela dunia" atau "mata tidak bisa berbohong". Walaupun hanya sedetik lirikan, tapi saya mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Saya jadi sangat meresapi betapa pentingnya pandangan mata. Pandangan mata bisa merupakan kejujuran, tetapi bisa saja menipu. Misalnya, bisa saja Totti sebenarnya berniat menendang bola ke arah kanan dan dengan sengaja mengarahkan pandangan ke arah kiri sehingga menipu kiper Australia. Mulai sekarang saya jadi sangat memperhatikan sekali pandangan mata orang lain terutama jika orang itu sedang berbicara dengan saya. > > > _____________________________________________________________________ ___ > > "The first and the best victory is to conquer self." > - Plato - > > ric £anvin > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
