Umumnya orang beranggapan, berlatih meditasi di pusat-pusat latihan 
meditasi dan belajar di bangku sekolahan............tapi kalau kita 
renungkan dalam-dalam semua 'kejadian yang berlangsung' di sekitar kita 
pada setiap saat adalah juga objek 'pelatihan dan pembelajaran'......
rasa senang gembira atau sedih menderita merupakan 'materi' pertapaan....
adakah waktu yang tersia-sia?.......

tda

On Thu, 6 Jul 2006, Benny Wu wrote:

> Bisa juga kita coba descripsikan "Apakah sepak bola itu ?"
> Kalau direnungkan, dan kontemplasikan, dipilah2x, nanti akan lebih bisa
> melihat lebih jelas dan tidak melekat.
>
> misalnya, sepak bola itu 20 orang mengejar2x bola dilapangan dan 2 orang
> jaga gawang. tujuannya memasukkan bola ke gawang. yg memasukkan terbanyak ke
> gawang lawan adalah yang menang. setelah menang maka menjadi senang. setelah
> senang atau pertandingan sepak bolanya berakhir maka nanti rasa senang akan
> hilang. Bila tidak menonton maka akan sedih karena keinginan tidak tercapai.
> Bila team kalah maka akan sedih. Dari sini kita bisa melihat perasaan itu
> seperti aliran sungai, akan terus mengalir berubah2x antara senang dan
> sedih. Artinya sepak bola hanya memberikan kesenangan sekejab, nanti akan
> sedih lagi. Nanti akan timbul keinginan utk mencari kebahagian sejati karena
> bosan dan menyadari kebahagiaan yang didapat itu tidak memuaskan, hanya
> sekejab. Setelah tidak melekat pada sepak bola itu, maka kebahagiaan karena
> tak melekat akan muncul, seperti orang yg membawa beban dipunggung lalu
> dibuang bebannya. Setelah mengetahui bahwa kemelekatan itu hanya sebuah
> beban, maka satu persatu beban lainnya juga akan dilepaskan. Karena tanpa
> beban, bisa melihat semua dengan lebih jelas, maka akan menyadari bahwa
> kebahagiaan sejati itu bukan dari pemuasan indria. karena itu ia mencari
> apakah kebahagiaan sejati. setelah itu akan mencari tahu bagaimana
> mencapainya. setelah mengetahuinya maka akan melaksanakan jalan utk mencapai
> kebahagiaan sejati, nibbana.
>
> with Metta
> Sumedho Benny
>
> On 7/5/06, ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 
>>   Point yang lebih penting: Kenapa suka nonton bola?
>> Renungkanlah Syair Nasihat Samanthabhadra bodhisattva:
>> Hari telah berlalu, usia hidup pun semakin berkurang
>> Bagaikan ikan yang kekurangan air, apa yang menyenangkan dalam hal
>> ini ?
>> Wahai para makhluk hidup, berlatihlah segera dengan penuh ketekunan
>> seperti saat sedang menyelamatkan kepala yang sedang terbakar.
>> Ingatlah bahwa tidak ada yang kekal, jangan sampai merosot
>> [pelatihannya].
>> 
>> 
>> --- In [email protected] <Dharmajala%40yahoogroups.com>, ev
>> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> > Saya memang baru kali ini menonton pertandingan bola secara utuh
>> dan saya sendiri belum menjadi seorang "penggila" bola. Tapi saya
>> mendapatkan inspirasi (setidaknya bagi saya sendiri) dan saya ingin
>> sekali membagikannya kepada bro dan sis sekalian. Bukankah tujuan
>> semula dari milis Dharmajala ini adalah untuk membagikan sharing
>> tentang pengalaman hidup kita sehari-hari?
>> > Saya ingin menceritakan pengalaman saya menonton pertandingan
>> bola antara Italia-Australia yang berakhir dengan skor 1-0 untuk
>> Italia.
>> > Sembilan puluh menit telah berlalu tapi nilai gol masih sama,
>> 0-0. Italia yang cuma bermain dengan 10 orang (1 orang mendapat
>> kartu merah) belum bisa dibobol oleh Australia. Sebenarnya Australia
>> banyak mendapat kesempatan untuk mencetak gol ke gawang Italia tapi
>> sayang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ini menurut pengamatan
>> saya yah.
>> > Pada saat Additional Time, Italia mulai melakukan banyak
>> penyerangan ke gawang Australia. Di menit-menit yang menegangkan
>> itu, xxx dari Italia menggiring bola masuk sampai ke zona penalti.
>> xx dari Australia mendekat dan melakukan sliding hingga xxx jatuh.
>> Wasit menyatakan sliding tadi adalah pelanggaran dan akan dilakukan
>> penalti (sepertinya itu jatuh bohongan deh, istilahnya diving).
>> Karena kemampuannya yang bagus, Totti yang ditunjuk untuk melakukan
>> tendangan penalti.
>> > Prittt. Peluit tendangan penalti sudah dibunyikan. Totti masih
>> berpikir akan ditendang ke mana bola ini, kiri, tengah, atau kanan?
>> Totti kemudian berlari perlahan dan dia memilih menendang ke arah
>> kiri atas gawang. Sebenarnya kiper Australia sudah mengantisipasi
>> tendangan itu dengan melakukan tangkapan ke kiri gawang tapi,
>> sayang, tangkapannya tidak sampai.
>> > Akhirnya Italia memenangkan pertandingan di menit-menit yang
>> sangat menegangkan itu.
>> > Nah, pengalaman yang saya dapatkan terjadi sewaktu saya
>> menyaksikan replay (tayangan ulang) gol yang diciptakan oleh Totti
>> tadi. Sewaktu Totti berlari menghampiri bola, pandangan matanya
>> menuju bola yang akan ditendang. Tetapi sesaat sebelum Totti
>> menendang bola, pandangan matanya secara sekilas melirik ke arah
>> kiri (dari sisi Totti).
>> > Sudah sering orang mengatakan bahwa "mata adalah jendela
>> dunia" atau "mata tidak bisa berbohong". Walaupun hanya sedetik
>> lirikan, tapi saya mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Saya
>> jadi sangat meresapi betapa pentingnya pandangan mata. Pandangan
>> mata bisa merupakan kejujuran, tetapi bisa saja menipu. Misalnya,
>> bisa saja Totti sebenarnya berniat menendang bola ke arah kanan dan
>> dengan sengaja mengarahkan pandangan ke arah kiri sehingga menipu
>> kiper Australia. Mulai sekarang saya jadi sangat memperhatikan
>> sekali pandangan mata orang lain terutama jika orang itu sedang
>> berbicara dengan saya.
>> >
>> >
>> >
>> __________________________________________________________
>> ___
>> >
>> > "The first and the best victory is to conquer self."
>> > - Plato -
>> >
>> > ¬ric £anvin
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ---------------------------------
>> > Do you Yahoo!?
>> > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.
>> >
>> 
>> 
>

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke