Kalau direnungkan, dan kontemplasikan, dipilah2x, nanti akan lebih bisa melihat lebih jelas dan tidak melekat.
misalnya, sepak bola itu 20 orang mengejar2x bola dilapangan dan 2 orang jaga gawang. tujuannya memasukkan bola ke gawang. yg memasukkan terbanyak ke gawang lawan adalah yang menang. setelah menang maka menjadi senang. setelah senang atau pertandingan sepak bolanya berakhir maka nanti rasa senang akan hilang. Bila tidak menonton maka akan sedih karena keinginan tidak tercapai. Bila team kalah maka akan sedih. Dari sini kita bisa melihat perasaan itu seperti aliran sungai, akan terus mengalir berubah2x antara senang dan sedih. Artinya sepak bola hanya memberikan kesenangan sekejab, nanti akan sedih lagi. Nanti akan timbul keinginan utk mencari kebahagian sejati karena bosan dan menyadari kebahagiaan yang didapat itu tidak memuaskan, hanya sekejab. Setelah tidak melekat pada sepak bola itu, maka kebahagiaan karena tak melekat akan muncul, seperti orang yg membawa beban dipunggung lalu dibuang bebannya. Setelah mengetahui bahwa kemelekatan itu hanya sebuah beban, maka satu persatu beban lainnya juga akan dilepaskan. Karena tanpa beban, bisa melihat semua dengan lebih jelas, maka akan menyadari bahwa kebahagiaan sejati itu bukan dari pemuasan indria. karena itu ia mencari apakah kebahagiaan sejati. setelah itu akan mencari tahu bagaimana mencapainya. setelah mengetahuinya maka akan melaksanakan jalan utk mencapai kebahagiaan sejati, nibbana.
with Metta
Sumedho Benny
On 7/5/06, ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Point yang lebih penting: Kenapa suka nonton bola?
Renungkanlah Syair Nasihat Samanthabhadra bodhisattva:
Hari telah berlalu, usia hidup pun semakin berkurang
Bagaikan ikan yang kekurangan air, apa yang menyenangkan dalam hal
ini ?
Wahai para makhluk hidup, berlatihlah segera dengan penuh ketekunan
seperti saat sedang menyelamatkan kepala yang sedang terbakar.
Ingatlah bahwa tidak ada yang kekal, jangan sampai merosot
[pelatihannya].
--- In [email protected], ev <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya memang baru kali ini menonton pertandingan bola secara utuh
dan saya sendiri belum menjadi seorang "penggila" bola. Tapi saya
mendapatkan inspirasi (setidaknya bagi saya sendiri) dan saya ingin
sekali membagikannya kepada bro dan sis sekalian. Bukankah tujuan
semula dari milis Dharmajala ini adalah untuk membagikan sharing
tentang pengalaman hidup kita sehari-hari?
> Saya ingin menceritakan pengalaman saya menonton pertandingan
bola antara Italia-Australia yang berakhir dengan skor 1-0 untuk
Italia.
> Sembilan puluh menit telah berlalu tapi nilai gol masih sama,
0-0. Italia yang cuma bermain dengan 10 orang (1 orang mendapat
kartu merah) belum bisa dibobol oleh Australia. Sebenarnya Australia
banyak mendapat kesempatan untuk mencetak gol ke gawang Italia tapi
sayang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ini menurut pengamatan
saya yah.
> Pada saat Additional Time, Italia mulai melakukan banyak
penyerangan ke gawang Australia. Di menit-menit yang menegangkan
itu, xxx dari Italia menggiring bola masuk sampai ke zona penalti.
xx dari Australia mendekat dan melakukan sliding hingga xxx jatuh.
Wasit menyatakan sliding tadi adalah pelanggaran dan akan dilakukan
penalti (sepertinya itu jatuh bohongan deh, istilahnya diving).
Karena kemampuannya yang bagus, Totti yang ditunjuk untuk melakukan
tendangan penalti.
> Prittt. Peluit tendangan penalti sudah dibunyikan. Totti masih
berpikir akan ditendang ke mana bola ini, kiri, tengah, atau kanan?
Totti kemudian berlari perlahan dan dia memilih menendang ke arah
kiri atas gawang. Sebenarnya kiper Australia sudah mengantisipasi
tendangan itu dengan melakukan tangkapan ke kiri gawang tapi,
sayang, tangkapannya tidak sampai.
> Akhirnya Italia memenangkan pertandingan di menit-menit yang
sangat menegangkan itu.
> Nah, pengalaman yang saya dapatkan terjadi sewaktu saya
menyaksikan replay (tayangan ulang) gol yang diciptakan oleh Totti
tadi. Sewaktu Totti berlari menghampiri bola, pandangan matanya
menuju bola yang akan ditendang. Tetapi sesaat sebelum Totti
menendang bola, pandangan matanya secara sekilas melirik ke arah
kiri (dari sisi Totti).
> Sudah sering orang mengatakan bahwa "mata adalah jendela
dunia" atau "mata tidak bisa berbohong". Walaupun hanya sedetik
lirikan, tapi saya mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Saya
jadi sangat meresapi betapa pentingnya pandangan mata. Pandangan
mata bisa merupakan kejujuran, tetapi bisa saja menipu. Misalnya,
bisa saja Totti sebenarnya berniat menendang bola ke arah kanan dan
dengan sengaja mengarahkan pandangan ke arah kiri sehingga menipu
kiper Australia. Mulai sekarang saya jadi sangat memperhatikan
sekali pandangan mata orang lain terutama jika orang itu sedang
berbicara dengan saya.
>
>
>
__________________________________________________________
___
>
> "The first and the best victory is to conquer self."
> - Plato -
>
> €ric £anvin
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.
>
__._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
![]()
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
- [Dharmajala] Pandangan mata ev
- [Dharmajala] Re: Pandangan mata ching ik/ djoni
- Re: [Dharmajala] Re: Pandangan mata Benny Wu
- Re: [Dharmajala] Re: Pandangan mata Tirta D. Arief
Kirim email ke
