ciptaan Nya?
 
ada cipta-mencipta ...
dan juga ada karma ...
 
hmm ...
 
From: Hansen Nugraha
Sent: Tuesday, July 25, 2006 12:41 PM
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada adzan shubuh!

sebagai umat manusia..ciptaan Nya
se HARUSnya kita wajib bersyukur, kenapa ?

acara kerohanian Buddha bisa di tayangan di TV ini merupakan
suatu anugerah yang tak ternilai, karena jika ada ribuan orang yang
melihat acara Buddhst maka kita bisa bersyukur karena kita dapat
merasakan bahwa penyebaran ajaran Buddhist dapat tersebar'

bukankah penyebaran ajaran dari sang guru kita itu merupakan perbuatan bijak
dan menanam benih karma baik ?

so..kita seharusnya bersyukur dan menerima meskipun acara itu
di potong dengan suara azan...

toleransi lah...

salam metta,
Hansen N

On 7/25/06, dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sdr. Angroksujiwad yang budiman,

Tentu saja azan subuhnya tak dapat diundur, karena setahu saya jam
azan itu sudah fix. Jadi sebagai kaum minoritas ya acara agama
Buddha yang harus dimajukan atau diundur (kalau tak mau disela
dengan azan subuh). Sebenarnya saya adalah pendukung negara
sekuler. Saya tidak merasa harus bahwa acara agama dimasukkan di
TV. Selain itu, tidak ada keharusan pula bahwa orang harus
mencantumkan agama di KTP. Banyak negara sekuler yang justru
maju, seperti Amerika dan Jerman. Namun, kalau sekuler murni saya
juga tidak setuju. Ya jadi kembali lagi kita harus menganut ajaran
Buddha tentang Jalan Tengah. Filosofi moralitas tetap perlu, namun
sekarang harus pikirkan bagaimana mengemas dan menyajikannya.

Salam metta,
Tan

--- In [email protected], "angroksujiwad"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> setiap awal pagi televisi kita menayangkan acara rohani: khutbah
atau
> dialog agama. islam yang paling sering. angka pemeluk mungkin
menjadi
> pertimbangan stasiun televisi. kaum beragama yang kalah jumlah
masih
> mendapat bagian: sekali dua dalam seminggu, cukuplah. tentu saja
itu
> harus dimaklumi. karena hanya kemakluman sajalah yang dapat
menjawab
> banyak pertanyaan di negeri . juga acara di pagi 22 juli 2006 di sctv.
>
> acara kerohanian buddhis itu menarik. sang bikhu tampil cerdas,
> pembicaraannya fokus. pembawa acara dan seorang (bukan bikhu)
lagi
> tampil tak berlebihan, memberi ruang percakapan yang memadai bagi
> sang bikhu. di akhir acara bikhu menutup kata dengan: bahwa prinsip
> sang budha adalah berprinsip tegas, tapi bersikap tidak terlalu
> keras. tetapi, demikian bikhu, yang terjadi sekarang adalah
> berprinsip tidak tegas, bersikap terlalu keras. ada banyak peristiwa
> yang belum pasti duduk perkaranya, orang sudah asyik menuding
dan
> mengutuk.
> ***
>
> agama budha (ada juga yang menyebutnya sebagai pemikiran/filsafat
> budhis) telah datang di awal dan menjadi bagian dari sejarah
> indonesia. meski kini jumlah penganutnya tak lebih banyak dari
agama-
> agama yang lain, agama budha tetap sebuah agama. penghormatan
> kepadanya adalah selayaknya juga penghormatan kepada agama-
agama
> lainnya. sayang ada sedikit kekurangan kita dalam melakukannya.
> seperti kemarin itu. ketika dialog rohani budha sedang berlangsung,
> sctv menyela...dengan adzan shubuh! dhuh... gusti allah, kula
nyuwun
> pangaksami...
> ***
>
> mari bertanya: apakah sebaiknya acara agama budha itu diajukan
atau
> dimundurkan jadwalnya?
> atau adzan shubuh yang diajukan atau dimundurkan? atau televisi
tak
> harus dan tak perlu menayangkan acara-acara rohani? atau orang tak
> perlu menonton televisi? atau orang mestinya tak perlu bertanya?
> ***
>
> semoga kita tak lupa bahwa kita masih manusia.
>
.

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Attachment: serv?s=97359714&grpId=14157588&grpspId=1600077076&msgId=6942&stime=1153816230
Description: serv?s=97359714&grpId=14157588&grpspId=1600077076&msgId=6942&stime=1153816230

Kirim email ke