Namo Buddhaya, Saya setuju sekali dengan Bro. Ronny. Memang sekarang yang perlu kita lakukan adalah peningkatan kualitas umat Buddha. Ini merupakan kebutuhan mutlak yang tak dapat kita tunda lagi. Toleransi bukan berarti menerima pandangan salah dan memasukkannya dalam agama Buddha. Seperti pandangan dalam agama Islam, bahwa kita boleh bekerja sama dengan semua agama, tetapi masalah aqidah tidak boleh diganggu gugat (lakun dinakum waliyyaadin). Menurut saya "aqidah" Buddhis juga tidak boleh diganggu gugat, meskipun ada aliran Buddhis tertentu yang memasukkan paham penciptaan serta konsep Tuhan ala samawi. Ini tentu saja harus kita tolak dengan tegas, dan meskipun kita menolaknya itu tidaklah boleh dianggap bahwa kita tidak toleran. Selain itu, umat Buddhis juga sedapat mungkin harus menyatukan dirinya, terutama dalam masalah ketuhanan. Kalau bisa Bapak Wowor segera mengadakan pertemuan dan duduk bersama Upasaka Saccaka untuk menghasilkan satu buku saja tentang konsep ketuhanan dalam agama Buddha (selama ini ada dua buku). Jadi bahasa kita harus satu dalam membahas konsep ketuhanan ini. Dengan bersatunya para intelektual Buddhis, saya yakin agama Buddha, meski hanya 0,9 %, akan memiliki umat yang berkualitas. OK. maju terus dalam Dharma Bro.!!!
Metta, Tan --- In [email protected], "RW" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ciptaan nya, ciptaan siapa ya??? > > 'ciptaan' mami sama papi dong hehehe > > Koq masih ada umat Buddha yang punya pandangan gini, atau dia bukan umat > Buddha???? > > > > Masalah harus ngalah bila ada azan, ya memang lah, kita hanya 0,9%, yang > penting sekrg adalah peningkatan kualitas umat Buddha sendiri, percuma meski > tiap hari ada mimbar, tapi klo masih punya pandangan diatas gimana??? > > > > > > > > ronny > > > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Hansen Nugraha > Sent: 25 Juli 2006 12:41 > To: [email protected] > Subject: Re: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada adzan shubuh! > > > > sebagai umat manusia..ciptaan Nya > se HARUSnya kita wajib bersyukur, kenapa ? > > acara kerohanian Buddha bisa di tayangan di TV ini merupakan > suatu anugerah yang tak ternilai, karena jika ada ribuan orang yang > melihat acara Buddhst maka kita bisa bersyukur karena kita dapat > merasakan bahwa penyebaran ajaran Buddhist dapat tersebar' > > bukankah penyebaran ajaran dari sang guru kita itu merupakan perbuatan bijak > dan menanam benih karma baik ? > > so..kita seharusnya bersyukur dan menerima meskipun acara itu > di potong dengan suara azan... > > toleransi lah... > > salam metta, > > > Hansen N > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
