|
Nah, justru itulah perbedaan secara
mendasar agama Buddha dengan agama Lain Klo anda mempunyai pengertian tersebut,
maka jelaslah, anda tidak perlu menulis kata ‘penciptaan’ apalagi
dengan tambahan kata2 ‘nya’ apalgi n nya huruf besar lagi hehehehe Karena bila ditelaah lebih jauh arti
kata ‘ciptaan’ adalah membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada,
dan ‘nya’ adalah kata ganti bentuk milik , seperti menyebut
miliknya, untuknya dll(dalam bahasa Indonesia lho) dan ‘Nya’ dengan
N huruf besar di Indonesia diartikan sebagai Tuhan personal, lalu
perlukah\relevankah orang yang mengaku umat Buddha memakai\menulis kata
tersebut. Dan mengenai konsep yang anda jabarkan
dengan penuh semangat tersebut, lalu apa korelasi antara ayat2 tersebut dengan
kata ciptaan yang anda tulis???? Apakah di sutta2 tsb ditulis apakah ada
penciptaan??? Sehingga akhirnya dari yang anda tulis
muncul kontradiksi yang harus anda benahi sendiri mengenai konsep ketuhanan
menurut Buddhis ============================================================================================== Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Mahaesa ini, kita dapat melihat
bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep
Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan
ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang
mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan
menurut agama-agama lain. Sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa
konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam
agama-agama lain. Untuk konsep ini, gak perlu deh anda
jelasin semua, I udah tahu koq cuman mau tahu aja nih Bukankah dengan adanya
tulisan anda kemarin, anda secara tidak langsung mencampur adukkan konsep agama
Buddha dengan agama lain khan???,dalam bahasa jawa (gathuk-gathukan
hehe),apalagi klo dibanding tulisan anda kemarin dengan tulisan anda sekrg,
anda mengambil dari bebrapa sutta bukankah nggak tambah kacau??? Coba deh anda teliti lagi Dengan umat non Buddhis, saya jelas2 akan
menghindari penggunaan kata2 ciptaan, karena konsepnya telah jelas, karena saya
berprinsip apa yang sama bolehlah kita samakan tapi yang beda, harus dong kita
bedakan, terutama konsep tentang ciptaan ini, makanya melihat email anda
terkhir ini saya jadi bingung, anda ini ada dimana sekrg????apakah anda setuju
konsep cipta atau anda setuju konsep sutta2 yang anda tulis Dan satu lagi, apakah di agganna sutta
menyebut manusia pertama???karena menurut saya tidak ada penjabaran manusia
pertama disana ronny From:
[email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hansen Nugraha Pernyataan dari Sang Buddha yang terdapat dalam Sutta
Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam
agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah "Atthi
Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak
Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal
ini, Ketuhanan Yang Mahaesa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak
dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun.
Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka
manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran
kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi. On 7/25/06, RW
<[EMAIL PROTECTED] Ciptaan nya, ciptaan
siapa ya??? ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
- [Dharmajala] agama di televisi: ada adzan shubuh! angroksujiwad
- [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada adzan shubuh... dh4rm4duta
- Re: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada adza... Hansen Nugraha
- RE: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada ... RW
- Re: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ... Benny Wu
- Re: [Dharmajala] Re: agama di televisi: ... Hansen Nugraha
- RE: [Dharmajala] Re: agama di telev... RW
- [Dharmajala] Re: agama di televisi: ada ... dh4rm4duta
- Balasan: Re: [Dharmajala] Re: agama di telev... Monika Nurhayati
- Re: Balasan: Re: [Dharmajala] Re: agama ... Hansen Nugraha
- Balasan: Re: [Dharmajala] Re: agama... dh4rm4duta
