TINDAKAN SEKETIKA

Jika Anda berkontak dengan apa pun, dengan istri Anda, dengan anak-anak Anda, 
dengan langit, dengan awan, dengan fakta apa pun, pada saat pikiran menyela, 
Anda kehilangan kontak. 

Pikiran bersumber dari ingatan. Ingatan adalah gambaran, dan dari situ Anda 
memandang, dan dengan demikian terdapat pemisahan antara si pengamat dan yang 
diamati.

Anda harus memahami ini sangat dalam. Pemisahan antara si pengamat dan yang 
diamati ini yang menyebabkan si pengamat menginginkan pengalaman lebih banyak, 
sensasi lebih banyak, dan demikianlah ia terus-menerus mengejar, mencari. 

Perlu dipahami secara menyeluruh dan total bahwa selama ada si pengamat, si dia 
yang mencari pengalaman, si penyensor, entitas yang menilai, menghakimi, 
mengutuk, tidak terdapat kontak seketika dengan apa adanya. 

Bila Anda merasa sakit, kesakitan fisik, terdapat persepsi langsung; tidak ada 
si pengamat yang merasakan sakit; yang ada hanyalah rasa sakit. 

Oleh karena tidak ada si pengamat, terdapatlah tindakan seketika. Yang ada 
bukanlah gagasan dulu, lalu tindakan, melainkan yang ada hanya tindakan bila 
ada rasa sakit, oleh karena terdapat kontak fisik langsung. Rasa sakit itu 
adalah Anda; yang ada rasa sakit. 

Selama hal ini tidak dipahami, disadari, diselidiki secara menyeluruh dan 
dirasakan secara mendalam, selama ini tidak dijangkau secara menyeluruh, bukan 
secara intelektual, bukan dengan kata-kata, bahwa si pengamat adalah yang 
diamati, maka seluruh kehidupan menjadi konflik, suatu kontradiksi di antara 
keinginan-keinginan yang saling bertentangan, apa yang “seharusnya” dan apa 
yang “ada”. 

Anda dapat melakukan ini hanya jika Anda sadar manakala Anda memandang sebagai 
seorang pengamat, ketika Anda memandang sekuntum bunga atau segumpal awan atau 
apa pun. 
[k]





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke