Dari: "sangwaktu" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sesampai di tahap #3, tidak ada apa-apa lagi, tidak ada 'aku', tidak ada
>pikiran yang berasal dari 'aku', bahkan tidak ada persepsi akan 'ruang' dan
>'waktu'. Yang tinggal hanyalah 'Yang Tak Dikenal'. 'Yang Tak Dikenal',
>karena tak dikenal, BUKANLAH 'Yang Tak Berhingga'.
>-del-
>
>Salam,
>Hudoyo
=============================
pak hud,
kejadian di atas kalau dilihat secara 'ruang' dan 'waktu' (dilihat dari
kacamata saya, yang belum bisa menuju kesana) durasinya berapa lama?
setelah proses tersebut diatas, apakah subject mengalami kesadaran awal
lagi? kembali kepada 'ruang' dan 'waktu'?
atau berada dalam kondisi 'saat ini terus menerus' sampai ajal?
salam,
sangwaktu
*lebih enak memang makan durian langsung, daripada di ceritakan rasanya
begini-begitu :-)*
halo pak suman, kemana ya beliau?
==============================
HUDOYO:
Dalam batin yang tercerahkan semua pengalaman, ingatan dan pengetahuan tetap
ada (terbukti dari adanya komunikasi dari orang-orang seperti itu dengan
kita-kita).
Yang tidak ada adalah AKU, si pusat dari mana semua pikiran, kehendak, dan
tindakan berasal. Implikasinya, semua persepsi yang berkaitan dengan 'aku' pun
lenyap atau berubah, misalnya persepsi tentang 'waktu' dan 'ruang', persepsi
tentang 'keindahan', 'penderitaan', 'kesakitan', dsb.
Misalnya, mengenai persepsi tentang waktu, kesadaran orang seperti itu tetap
berada pada 'saat kini' terus-menerus, tetapi BILA DIPERLUKAN (misalnya untuk
pergi ke suatu tempat, untuk bercakap-cakap dsb) ia tetap bisa menggunakan
pengalaman, ingatan, dan pengetahuan yang berasal dari masa lampau, namun TETAP
MENYADARI sifat 'lampau' itu.
Dengan kata lain, ia menggunakan pengalamannya, ingatannya, pengetahuannya
TANPA AKU lagi, secara spontan.
Salam,
Hudoyo
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/