Kampung Golo (Jogja) Membangun
 
Pasca gempa Mei lalu, masyarakat Jogja-Jateng mulai bangkit dan membangun kembali rumah-rumah mereka. Sisa-sisa bangunan yang masih bisa dimanfaatkan dikumpulkan dan didaur ulang untuk dipoles dengan bahan-bahan bangunan baru. Bahan bangunan seperti batu-bata, semen dan pasir menjadi kebutuhan tidak terelakkan, karena mereka menginginkan rumah kembali permanen (bukan terbuat dari kayu dan bambu-gedhek).
 
Kampung Golo, sebuah kampung tua di tengah kota Jogja juga tengah diramaikan geliat warga merenovasi rumah pasca gempa yang cukup hebat menghancurkan rumah-rumah penduduk yang rata-rata berpenghasilan pas-pasan itu. Mereka kini mulai bangkit membangun kembali rumah-rumah mereka yang hancur. Saat ini mereka sedang membutuhkan bahan bangunan untuk mengokohkan rumah “baru” mereka. Untuk renovasi itu setiap rumah setidaknya (minimal) membutuhkan 10 zak semen dengan harga @ Rp. 25.500,-
 
Dengan harga tersebut dan belum diikutsertakan bahan-bahan bangunan lain, kiranya cukup memberatkan bagi masyarakat Kampung Golo, Umbulharjo (dekat bekas terminal bis Umbulharjo) untuk membangun rumah permanen yang tahan gempa. Karena itu sekelompok warga Kampung Golo mengetuk hati para dermawan sekalian untuk ikut menanggung beban biaya pembelian semen dengan cukup memberi subsidi Rp. 5.500 setiap 1 zak semennya.
 
Jika Anda berminat memberi subsidi atau menginginkan keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi :
Ngatiyar
Golo UH 5 Rt 06/02 No. 912
Jl. Tohpati 63 Yogyakarta
HP. 085228215934
Email [EMAIL PROTECTED]
Rekening Mandiri an. Monika Trisna Budiharini: 137-00-0455696-1


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke