Dari: rina rina <[EMAIL PROTECTED]>

Romo Hudoyo yang baik,

..Saya juga baru 'menerapkan' meditasi dalam hidup, itupun karena sekitar awal 
tahun ikut yoga. Tetapi yang saya rasakan kok kayaknya mirip pak 
marcus..setelah 'sering' meditasi saya jadi lebih banyak diam, banyak mendengar 
dan malas berkomentar..misalnya kalo dulu saya sedang bekerja di depan 
komputer, ada teman yang ngobrol, saya pasti nimbrung, tapi sekarang , seakan 
tidak mendengar mereka, konsentrasi saya sulit terpecah ketika saya sedang 
mengerjakan sesuatu, saya juga tidak peduli dengan perbedaan yang sering 
diperdebatkan, malah dalam hati sering tertawa sendiri..kenapa mereka 
meributkan perbedaan..
 
Romo Hudoyo, apa betul 'efek' meditasi itu spt yang saya rasakan ?
 
salam, 
rina
==========================
HUDOYO:

Rekan Rina yg baik,

Kemarin saya duduk di sebuah kantor selama kurang lebih setengah jam, menunggu 
dilayani. Di sebelah saya duduk seorang perempuan muda, dengan dandanan jetset. 
Selama setengah jam itu, HP-nya terus-menerus menempel di telinganya. Habis 
menelepon satu orang, ia menelepon orang lain, begitu terus-menerus mungkin 2-3 
orang diteleponnya selama setengah jam itu. Karena saya duduk di sebelahnya, 
semua yang dibicarakannya jelas sekali terdengar oleh saya. Semuanya tidak 
lebih dari sekadar "ngerumpi", tidak ada yang penting betul. :-) 

Mungkin perempuan muda itu tidak betah kalau harus berada sendirian dengan 
dirinya sendiri. Padahal selama orang punya aku/ego, mau tidak mau ia pasti 
berada sendirian, terasing, teralienasi, kesepian--bukan?--dan seluruh daya 
upaya dalam hidupnya hanyalah untuk mengatasi kesepian itu. Orang baru bisa 
mengatasi keterasingannya bila aku/egonya telah tiada.

Rekan Rina, dari apa yang Anda ceritakan, tampaknya Anda sudah bisa 
terus-menerus mengenali diri/aku Anda, bahkan ketika Anda sedang bekerja. 
Berbahagialah Anda.

Salam,
Hudoyo


 





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke