--- In [email protected], "Wijaya, Dody \(EXT\)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya ada sedikit pernyataan...
> saya sepertinya pernah mendengar kata kata seperti ini.
>  
> pembunuhan yang tidak dilakukan secara langsung pun termasuk membunuh.
> termasuk rasa ingin membunuh dalam pikiran
> segala sesuatu berawal dari pikiran
> kalau kita tidak membunuh tapi berkeinginan membunuh sudah melanggar
> sila pertama.

Iya betul melanggar dan yg membuat perbedaan adalah kualitasnya, sesuai dgn Dhammapada juga telah jelas disebutkan betapa pentingnya kondisi batin. namun efeknya tidak berat pembunuhan yg dilakukan dgn menyertakan semua faktor lengkap, seperti email saya sebelumnya:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/message/7846

niat membunuh membuat kita memiliki niat yg sama pada kemudian hari, kehidupan akan datang juga bisa demikian. karena niat telah membuat suatu jejak dalam batin kita, jejak inilah yg bisa tersulut oleh kekotoran batin dan ketidaktahuan, kemudian berbarengan dengan kemelekatan dan amarah, sehingga terciptalah karma buruk yg baru.

walaupun menurut penjelasan Hinayana bahwa apabila tidak berniat membunuh, tanpa disadari; maka itu tidak dikategorikan suatu tindakan membunuh, atau tidak melanggar sila pertama. namun dalam berbagai penjelasan dalam Mahayana; justru dari situ telah terciptanya karma buruk, bahkan dgn tidak sengaja menginjak semut saja sudah dikategorikan membunuh (dikarenan tidak hati-hati dan kebodohan), namun tidak lengkap semua faktornya, dan kualitas melanggar sila pertama juga berbeda-beda. namun silakan mengadopsi sesuai dengan kebijaksanaan masing-masing, saya pribadi mengadopsi keduanya, dua penjelasan itu sebetulnya saling melengkapi, lihatlah para Arya bodhisattva (yg sudah terkendali penuh mentalnya), mereka membunuh tapi tidak memberikan efek buruk (sesuai dengan penjelasan Hinayana), kemudian kita yg tidak terkendali mentalnya, lalu menginjak semut saja sudah menjadi suatu karma buruk apalagi membunuh secara langsung.

mengapa punya niat bunuh? karena ada jejak karma sebelumnya, oleh karena itu kita hrs berusaha menjaga pikiran dan batin kita, menjaga dan berlatih kewaspadaan kita (awareness), makanya disebutkan hidup berkesadaran.

>  
> dan menurut aku berarti ini termasuk pelanggaran sila pertama. karena
> semua itu dari pikiran, bener ga seh???
>  
> mohon pencerahannya
>

Semoga tambah cerah....
 
>
> Best Regards,
>
>  
>
> Dody Wijaya
>
> Mobile : +62 815 111 00 489
>
> [EMAIL PROTECTED]
>



J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researchs
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. Jang-chub Sem-pa'i Cod-pa Nyid Jug-pa Zhug-so; Ing. The Guide to the Bodhisattva Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke