Humaniora
Jumat, 20 Oktober 2006
Lingkungan
RI Belum Masuk Peta 10 Tempat Tercemar
New York, Kamis - Indonesia ternyata belum masuk ke dalam peta 10 tempat tercemar di dunia versi lembaga internasional bidang pengkajian lingkungan Amerika Serikat, Institut Blacksmith. Tempat tercemar di dunia terdapat di Dzherzhinsk, Rusia, situs pabrik senjata kimia pada era Perang Dingin.
Akibatnya, lebih dari 10 juta orang terancam risiko infeksi paru-paru, kanker, dan harapan hidupnya lebih pendek.
"Hidup di kota yang tercemar bagaikan hidup di bawah bayang-bayang kematian. Jika pencemaran ini tidak segera diatasi, akan timbul kanker, infeksi paru-paru, dan kemungkinan terjadi retardasi mental," demikian disebutkan Institut Blacksmith, Rabu (18/10).
Dalam upaya ini, mereka secara khusus memusatkan perhatian pada tempat-tempat yang memiliki tingkat dan efek pencemaran langsung pada kehidupan manusia.
Umumnya, negara yang masuk dalam daftar adalah negara berkembang yang tidak memiliki pengetahuan atau peranti pengendalian pencemaran yang memadai.
Tiga dari 10 tempat paling tercemar itu terdapat di Rusia, yaitu Dzherzhinsk, Norilsk, dan Rudnaya Pristan. Tempat lainnya adalah Linfen di China, Haina di Republik Dominika, Ranipet di India, Mayluu-Suu di Kirgistan, La Oroya di Peru, Chernobyl di Ukraina, dan Kabwe di Zambia.
BBC News mengatakan, selain Chernobyl, masih ada lima tempat lain yang termasuk paling berbahaya. Tempat tersebut adalah Dzherzhinsk (Rusia); Linfen (China), bekas penambangan batu bara; Kabwe (Zambia), situs pertambangan logam lunak termasuk timah; Haina (Republik Dominika), konsentrasi limbah timah bekas tempat daur ulang baterai dan peleburan timah yang mencemari kehidupan warga setempat; dan terakhir Ranipet di India. Di tempat ini lebih dari 3 juta warga terkena dampak air yang tercemar oleh limbah bekas penyamakan kulit.
"Yang terpenting adalah mencapai kemajuan praktis dalam mengatasi tempat-tempat yang tercemar ini," tutur Dave Hanrahan, Kepala Bidang Operasional Global Institut Blacksmith. (AP/AFP/REUTERS/RIE)


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke