Humaniora
Sabtu, 21 Oktober 2006
Restrukturisasi Unggas
Indonesia Perlu Tiru Hongkong Tangani Unggas dan Flu Burung
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jumat (20/10) kemarin, menjelaskan pemerintah akan menerapkan restrukturisasi sistem peternakan dan kesehatan hewan itu.
"Restrukturisasi harus secepat mungkin dilaksanakan jika kita ingin segera bebas dari flu burung," ujar Siti Fadilah, seusai rapat koordinasi flu burung di Jakarta. Hadir dalam rapat ini Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dan Menteri Pertanian Anton Apriyantono.
Di Thailand dan Hongkong, menurut Menkes, pemerintah telah mengeluarkan larangan memelihara unggas di perkotaan. Jadi, pengiriman unggas ke kawasan perkotaan pun harus dalam bentuk daging, bukan berupa unggas hidup.
Menkes menekankan perlunya pengaturan peternakan unggas di semua provinsi. Penerapan kebijakan ini akan dibicarakan lebih lanjut antardepartemen terkait, seperti Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian.
"Yang terpenting adalah pemisahan antara unggas dan manusia. Tentunya ini bukan sesuatu yang mudah, karena banyak sekali rumah tangga memiliki unggas di halamannya," kata Aburizal Bakrie. Jadi, nantinya harus ada penataan bagaimana unggas yang mati tidak boleh diperjualbelikan.
Restrukturisasi itu juga termasuk penanganan perdagangan unggas di pasar tradisional dan pengandangan unggas yang dipelihara di rumah tangga.
"Pemisahan itu bukan berarti terpisah sama sekali seperti terpisah di satu pulau. Misalnya, unggas dikandangkan, ada jarak-jarak tertentu, kalau bikin peternakan dalam radius beberapa meter dari permukiman," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono.
Kepala Subdinas Pemberantasan dan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Lily Herawati meminta masyarakat waspada. Di Jateng sudah dibuka pos komando flu burung atau avian influenza (AI) 24 jam, dengan nomor telepon 081542143950. (EVY/ICH/IKA)


Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke