LOJONG : Melatih PikiranH.H. Dalai Lama Diterjemahkan oleh : Hendy
Hanusin Mengimplementasikan Ajaran-AjaranSekali anda menerima sebuah tradisi religius, anda seharusnya, sebagai orang yang percaya, mengimplementasikan tradisi itu melalui praktek latihan. Praktek seharusnya menjadi bagian hidup sehari-hari anda. Melalui praktek dan pengalaman-pengalaman dari praktek, kita mendapatkan pemahaman lebih dalam dan kebijaksanaan. Menurut ajaran Buddhis, untuk praktek Buddha Dharma anda perlu pendirian dan keyakinan, dan untuk itu, seseorang harus belajar apa Buddha Dharma itu. Bahkan di negara-negara Buddhis–Tibet, contohnya–orang-orang sering tidak benar-benar tahu apa Agama Buddha itu, dan ini cukup menyedihkan. Bila kita tidak menghargai pentingnya implementasi ajaran keyakinan kita dalam hidup kita melalui praktek, kita berada dalam bahaya mengikuti klise atau sebuah kesan populer. Contohnya, ketika seseorang berkata tentang Kristenitas, bayangan pertama atau klise yang cenderung muncul dalam pikiran adalah sebuah salib besar dalam sebuah gereja. Mungkin ketika seseorang berkata tentang Agama Buddha, bayangan yang anda dapat adalah sebuah patung Buddha yang tenang dalam sebuah biara besar. Ketika orang-orang berbicara tentang Agama Buddha Tibet, mungkin anda mendapat bayangan seorang bhiksu memegang sebuah lonceng (cymbal) dan menabuh sebuah drum. Mungkin dalam beberapa kasus, anda berpikir tentang seorang bhiksu memakai topeng yang kelihatan aneh. Inilah apa yang saya maksud dengan kesan-kesan populer atau klise. Ada suatu bahaya dalam hal-hal ini. Ketika seseorang menyebut Agama Buddha, secara khusus Agama Buddha Tibet, anda seharusnya berpikir tentang altruisme tak terbatas, welas asih universal, dan sebuah pemahaman mendalam dari hakikat realita, atau kekosongan (shunyata). Ini adalah jenis persepsi yang harus kita pupuk. Setelah membuat beberapa pernyataan awal ini, saya ingin memberitahu anda bahwa diskusi saya akan terbagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama saya ingin mendiskusikan alasan-alasan kita memerlukan beberapa bentuk disiplin mental atau, orang Tibet menyebutnya, melatih pikiran. Dan pada bagian kedua, saya akan mendiskusikan prosedur sebenarnya untuk melibatkan diri dalam disiplin mental seperti itu atau melatih pikiran.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
