Jawabannya sebenarnya simple.. Dengan satu istri saja sudah DUKKHA, apalagi dengan dua, tiga.. dst..
Salam metta, Suwarno --- In [email protected], BCL T <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Seorang sahabat, N, bertanya ke saya via japri soal Poligami dan saya kira dengan masih cukup maraknya diskusi soal ini, mungkin jawaban saya ke sahabat itu bisa dijadikan sebagai suatu bacaan yang ikut memperkaya pandangan. > > Mungkin memang dalam ajaran Buddha tidak ada satu sutta yang secara specifik menjabarkan itu, mungkin juga ada tepatnya saya tidak ingat sutta yang mana, namun yang masih jelas dalam ingatan saya bahwa sekitar akhir tahun 1989 - awal 1990, soal poligami itu pernah di diskusikan di kalangan umat buddha waktu itu dan saya ikut mendengarkan, jadi yang saya tuliskan di bawah ini adalah bagian dari diskusi yang saya dengar itu. Sangat mungkin, pandangan itu merupakan hasil interpretasi saja dari ajaran yang ada, namun, kembali lagi, soal poligami ini kelihatannya tetap merupakan persoalan yang tidak sederhana. > > Jadi, saya sekedar memforward bagian dari jawaban saya, sisanya terserah anda masing-masing. > > salam > irwan > > === > Rekan N, > > Saya tidak mengikuti diskusi soal poligami itu dengan lengkap, malah saya juga tidak terlalu mengikuti diskusi di milis-milis itu semua, yang saya baca dan amati dengan teliti itu cuma tulisan dari beberapa orang saja, dan itu juga tidak semua topik. Bisa habis waktu kita kalau semua topik dan masalah kita tanggapi dan baca, sahabat. > > Coba anda bayangkan, kalau misalnya anda itu ke supermarket, carrefourlah, mungkin kalau semua barang yang ada di sana anda amati dengan teliti, sehari saja tidak cukup waktu untuk mengamati itu, bukan? Atau kalau ke kebun raya bogorlah, semua rumput, daun dan tanaman anda amati dan telusuri, habis dong waktunya. > > Kita tidak bisa mengamati semuanya yang ada diluar kita, dan itu juga bukan kewajiban kita, yang perlu dan berguna bagi kitalah yang kita ambil, yang tidak, tentu tidak usah. > > Nah, kalau anda bertanya ke saya, silahkan semua uneg-uneg, pandangan dan keluh kesah anda itu boleh dituliskan, agar saya bisa dapat gambaran apa sih yang anda pikirkan dan apa yang anda butuh untuk dijawab, jadi, diskusinya tentu akan lebih mudah. > > Tentang poligami sih, itu tergantung kebudayaannya dan tergantung pandangan pribadi masing-masing dan tergantung jamannya. Boleh dikatakan juga tergantung agamanya. Di islam itu ajaran yang mengatakan seorang pria itu boleh memiliki istri lebih dari satu, ASAL istri pertamanya mengijinkan dengan rela/ikhlas. Ini kan sebetulnya kalimat yang paradoksal atau kalimat berkait, mana ada sih wanita yang 100% ikhlas mereka di madu. Jadi sebenarnya hampir tidak mungkin atau hanya sedikit sekali wanita yang bisa dengan ikhlas di madu. Mungkin ada, entah itu karena kebudayaannya begitu atau si wanita itu memandang pernikahan itu bukan sebagai suatu bentuk kepemilikan suami atau fungsi seksual semata, tapi lebih pada tanggung jawab sebagai ibu, sebagai salah satu tiang keluarga. > > Berspiritual itu ukurannya hati, jadi, kita musti bisa melihat hati-hati para manusia yang terlibat di dalamnya, apakah ada kerelaan dan kebahagiaan murni atau tidak, kita mestilah bisa melihat dengan jernih.... > > Dalam ajaran Sang Buddha sendiri kalau tidak salah pernah di bahas, bahwa poligami itu tidak melanggar sila, hanya melanggar bagian laku batin yang disebut lobha atau serakah, tapi, saya juga tidak berani mencap demikian, kenapa, ya, karena itu tadi, ukurannya hati, ukurannya niatan dalam melakukan itu, apakah niatnya sekedar pemenuhan nafsu indriya atau murni ingin memberikan kebahagiaan dan juga bantuan atas keterbatasan hidup. > > Kita bisa melihat, kan ada saja wanita dan daerah yang miskin atau terbatas kaum pria nya dan juga saking miskinnya, para wanita banyak yang menjual diri. Tentu dari pada menjual diri, menjadi istri resmi dari satu orang, merupakan pilihan yang lebih baik, asal semua pihak saling mengasihi dan saling mengisi dalam kehidupan. > > Karena ukurannya hati, dan hati itu tidak bisa diukur dengan meteran atau alat ukur, makanya dikatakan yang bisa mengukur itu adalah Tuhan, dan karenanya kita sebagai manusia itu tidak berhak untuk mengukur, menilai apa lagi sampai menghakimi.... ukurannya apa???? Orang - orang yang diberikan kemampuan untuk bisa melihat dengan jelas niat dan isi hati orang lain, pun diberikan kebijaksanaan untuk tidak sembarangan membuka rahasia ini.... agar, tatanan kehidupan tidak menjadi rusak, agar semua bisa belajar untuk bisa mendengar sendiri suara hatinya dan menemukan kebenaran darinya. > > Oh ya, pelajaran pertama dari guru saya dulu itu adalah bagaimana bertanya yang benar. Bertanya yang benar itu akan membuat kita memperoleh jawaban yang benar, yang tentunya akan berguna dalam kemajuan batin kita.... semoga ini bisa dilatih dan sedikit sudah saya share di atas. > > Semoga berguna. > salam > > irwan > > > --------------------------------- > Get your email and see which of your friends are online - Right on the new Yahoo.com > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
