Mengenai poligami, pengen sharing sebuah cerita;

Suami teman saya, seorang GM di perusahaan asing, mengeluh; dia kerja
keras, tiap bulan gaji habis untuk istri dan anak. Bayar cicilan
mobil, cicilan rumah, liburan keluarga plus belanja istri.
Dari gaji besarnya yang dibayar dengan US Dollar, paling yang dia
habiskan US$100-200 saja per bulan, untuk diri sendiri, itupun hanya
untuk makan siang karena transport disediakan perusahaan.
Katanya, sebagai lelaki, terkadang dia merasa hanya sebagai sapi
perah. Anehnya lagi, dia tidak keberatan melakukan semua itu dan
merasa bahagia melihat istri dan anak bahagia.
Well, ini hanya kutipan dari teman saya itu, bukan pernyataan dari saya.

Melihat kenyataan tersebut, bila punya istri lebih dari 1, apakah akan
menjadi lebih bahagia? Atau malahan harus kerja lebih keras lagi
supaya bisa memenuhi standar hidup semua istrinya? Apakah akan lebih
menyenangkan hidup dengan dua wanita yang saling cemburu? 

Hidup sebagai manusia termasuk langka, kalau tidak digunakan untuk
praktek dan melatih diri dan hanya mencari kesenangan sesaat, apakah
itu bukan sesuatu yang sia-sia?

Para pembaca yang sudah berkeluarga tentunya lebih tahu jawabannya.


--- In [email protected], "sampah_batin" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> kepada irwan,
> 
> anda menulis:
> > >  Dalam ajaran Sang Buddha sendiri kalau tidak salah pernah di
> bahas, bahwa poligami itu tidak melanggar sila, hanya melanggar bagian
> laku batin yang disebut lobha atau serakah, tapi, saya juga tidak
> berani mencap demikian, kenapa, ya, karena itu tadi, ukurannya hati,
> ukurannya niatan dalam melakukan itu, apakah niatnya sekedar pemenuhan
> nafsu indriya atau murni ingin memberikan kebahagiaan dan juga bantuan
> atas keterbatasan hidup.





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke