dalam satu level konvensional, manusia seolah-olah hidup selamanya,
tapi setelah mencapai minimal Arya Buddha, atau Arhat, maka tidak bisa disebut "manusia itu hidup abadi", kalau betul disebutkan "hidup abadi", maka para arhat setelah meninggal dunia (nirvana tanpa sisa), kemanakah mereka? seperti analogi yg sering di kutip byk orang, api lilin yg padam itu kemana?
karena ini sudah jatuh ke salah satu ekstrimisme yg Buddha sebutkan, yaitu menganggap adanya jiwa yg abadi, walaupun dalam taraf cara berpikir, atau lebih tepatnya ini adalah pandangan salah (wrong view).
jadi hati-hati, jgn sampai jatuh pada salah satu ekstrimisme atau nihilisme.
karena tidak ada manusia hidup abadi, inilah yg Buddha jelaskan, apalagi tidak pernah mati. jadi silosgisme itu tidak sesuai dengan ajaran Buddha.
kalau disebut "manusia hidup abadi", buktinya manusia mengalami kelahiran, tua, dan mati....jadi kalimat ini sudah terpatahkan.
kalau disebut "manusia tidak pernah mati", buktinya semua orang mati, bahkan Buddha juga tidak bisa mengelak kematian. dengan demikian kalimat ini juga terpatahkan.
jadi "Sesungguhnya manusia itu hidup abadi dan tidak pernah mati" bisa dikatakan salah ekstrim, bukanlah jalan tengah yang diajarkan Buddha, Jalan tengah yg diajarkan Buddha adalah mengerti realita fundamental semua fenomena, yaitu tidak kekal dan kekosongan.
semoga tidak ada yang keliru.....
salam dari Dharamsala, India
--- In [email protected], andy tanoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bro ika, dalam ajaran Buddha, semua makhluk hidup tidak pernah mengalami MATI. yang ada hanya lah perpindahan dari satu alam ke alam yang lain.
>
> nah.. sesudah "MATI (=mati dalam pengertian orang awam)", SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU HIDUP ABADI dan TIDAK PERNAH MATI "
> ...... tentu saja "MANUSIA HIDUP BISA BELAJAR".
> apa ada yang aneh????
>
>
J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy
Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researches
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a
"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
