irawan soehartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Wed, 29 Nov 2006 00:51:11 -0800 (PST) From: irawan soehartono <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Sekedar sharing yang bukan sharing
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Budha ! Saya baru ikut retreat yang diadakan pada tgl 25 Nop 2006. Saya hanya bisa komen bahwa mereka yang melakukan full namaskara di luar ruangan tanpa air condition adalah para bodhisattva dalam arti yang sesungguhnya karena mereka telah berkorban demi orang lain. Saya adalah peserta retreat yang tertua (hanya tua dalam umur tetapi tidak tua atau matang dalam hal kebijaksanaan) dan saya sangat terkesan kepada mereka yang jauh lebih muda dari saya karena tekad mereka yang sedemikian kuat dalam menyelesaikan 1000x full namaskara ini meskipun di antara mereka ada yang tidak dapat melakukan latihan ngondro setiap hari. Berikut ini saya akan berbagi sedikit pengalaman dengan anda semua, yang memotivasi saya dalam latihan maupun mempelajari Budha Dharma. 4 perenungan dalam latihan Ngondro sangat memotivasi saya untuk menjalankan latihan setiap hari tanpa putus. Mengapa tanpa putus ? Sejujurnya saya katakan bahwa saya sudah tua, mungkin besok mati. Selesai membaca setiap doa perenungan, saya bermeditasi sejenak kira-kira 1 menit untuk benar-benar meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Saya menghafalkan terjemahan dari setiap doa perenungan sehingga saya mengulang-ulang kalimat tersebut dalam setiap perenungan. Ini adalah cara saya, mungkin vajra brothers & sisters yang lain mempunyai cara yang berbeda. Saya sempat berkomentar kepada my vajra brother Jimmy, mengapa dalam latihan Ngondro di Ekayana pada setiap hari Rabu tidak dilakukan perenungan yang mungkin hanya memakan waktu 1 menit x 4. Karena Mingyur Rinpoche menurunkan Ngondro hanya dalam waktu 2 hari dan apa yang telah beliau turunkan tidak dapat saya tangkap sepenuhnya maka penjelasan detail dalam latihan yang diberikan oleh Lama Tekchock di Triyana Dharma Centre Surabaya sangatlah membantu pemahaman saya. Nah, 1 menit x 4 itu adalah salah satu dari penjelasan detail tersebut. Namun uneg-uneg saya menjadi buyar setelah saya sudah mendapat penjelasan dari my vajra brother Jimmy pada retreat pada tgl 25 Nop 2006. Thanks so much to my vajra brother, your generosity of Dharma is unequalled. Saya hanya tahu sangat sedikit tentang Dharma, itupun sebatas teori, namun saya mau berbagi dengan anda semua. Dalam 6 Paramita terdapat Kedermawanan, Moralitas, Kesabaran, Kerajinan, Meditasi dan Kebijaksanaan. Salah satu Paramita yang saya aplikasikan adalah Kerajinan. Ingat, dalam baris terakhir dari doa perenungan tentang Ketidak-kekalan disebutkan maka saya harus berlatih mulai dari sekarang dengan rajin. Jadi pengalaman setelah berlatih ataupun pemahaman teori dapat memotivasi kita untuk rajin berlatih. Apa yang harus kita lakukan jika kita belum mencapai apapun dalam latihan kita? Sesuai dengan nasehat para Guru, mereka bilang lakukan saja praktek, jangan berpikir apapun. Terdapat 3 jenis kerajinan yaitu : kerajinan bagai armor; kerajinan dalam tindakan; dan kerajinan yang tak dapat dihentikan Kerajinan bagai Armor (baju baja yang dipakai untuk perang pada jaman dahulu) : Milarepa dan Marpa mempunyai kerajinan bagai baja. Mereka mengabdikan seluruh hidup mereka untuk berlatih agar bermanfaat bagi makhluk lain. Sebagai pemula, kita harus berangan-angan untuk menyamai mereka. Nah sekarang, kita harus berpikir bahwa diri kita sangat beruntung karena mempunyai tubuh manusia yang berharga. Kita juga sangat beruntung untuk dapat bertemu banyak guru yang berkualitas dan menerima pengajarannya, serta kita mempunyai waktu untuk berlatih. Mempunyai peluang seperti ini, sangat sangatlah sulit oleh karena itu, kita harus sadar akan hal ini dan mempertahankan latihan kita. Kerajinan dalam Tindakan : Kerajinan dalam Tindakan berarti bahwa kita tidak boleh menunda apa yang kita dapat lakukan sekarang menjadi nanti. Jika kita merencanakan latihan kita dengan cara demikian, maka sekarang dapat menjadi besok, dan besok akan menjadi lusa dan seterusnya. Berlatihlah dengan segera. Mungkin besok kita akan mati dapat saja terjadi. Kerajinan yang Tak Dapat Dihentikan Ketika seseorang berlatih, "tidak ada istilah sudah cukup". Ini adalah apa yang dimaksud dengan "kerajinan yang tidak bisa dihentikan". Kita harus berjanji pada diri kita untuk berlatih setiap hari. Sebagai contoh, jika kita makan hari ini, kita masih harus makan besok. Demikian pula, hal ini harus merupakan pendekatan pada latihan kita. Gatha berikut ini dikutip dari teaching yang diberikan oleh Yang Mulia Tai Situ Rinpoche (Guru Akar dari Mingyur Rinpoche) Even if you are going to die tomorrow morning Still you should learn more, Even if you have helped everybody, Still you should help them once more. Dalam berlatih, mungkin sulit bagi pemula untuk membangkitkan Bodhicitta. Mungkin seseorang berpikir demikian ngurusin diri sendiri atau keluarga aja ngak habis-habis, boro-boro ngurusin orang lain. Bagaimana mengatasi hal ini ? Pertama-tama, coba renungkan sudah berapa milyar kali kita mengalami reinkarnasi, kita ini terus bergentayangan dalam 6 alam samsara (ingat kata gentayangan dalam Calling Guru From Afar). Menurut Buddha, tak ada satu makhlukpun dalam samsara dari waktu yang tanpa awal tidak pernah menjadi ayah atau ibu kita. Mereka sedang menderita di dunia ini. Dalam rangka membantu mereka mengatasi penderitaan semacam ini, kita mempraktekkan Dharma. Sikap semacam ini sangatlah penting. Ketika mereka adalah orang tua kita, mereka hanya berpikir bagaimana membesarkan kita dengan kasih sayang dan memberi kita sandang pangan yang terbaik. Terdapat banyak makhluk hidup yang suatu waktu adalah orang tua kita, mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi permasalahan dan penderitaan mereka, kita harus membantu mereka dengan mempraktekkan Dharma sehingga kita harus selalu berpikir bahwa kita mempraktekkan Dharma untuk semua makhluk hidup. Nah ! Dengan cara berpikir seperti ini semoga Bodhicitta yang belum lahir akan terlahirkan (ingat kata-kata dalam doa Bodhicitta). Sewaktu full bernamaskara, bayangkan bahwa semua makhluk yang pernah menjadi ibu-ibu kita (dapat diartikan orang tua kita, jadi termasuk ayah kita, ingat kata-kata ini dalam Visualisasi) dengan jumlah yang tak terbatas di padang rumput yang luas bersama-sama kita melakukan full namaskara. Saya baru saja membaca sharing dari vajra brother Nier Nicky yang bilang sudah merepotkan saya karena banyak bertanya tentang Dharma pada malam hari sebelum retreat tgl 25 Nop 2006. Waduh, saya jadi GR nih. Saya merasa tidak direpotkan sama sekali lho. Mohon para vajra brothers & sisters agar tidak segan bertanya. Tapi mohon maaf sebelumnya, jika saya tidak tahu maka saya akan katakan tidak tahu, saya belum mencapai apapun. Saya hanya tahu sangat sedikit, itupun sebatas teori. Saya akhiri sharing ini dengan gatha berikut ini : Dharma yang begitu indah, dalam dan tiada taranya Dalam waktu milyar kalpapun susah dijumpai Saat ini aku dapat melihat, mendengar dan mengingat-ingatnya Semoga aku dapat memahami makna sejati ajaran Tathagata Saya sangat menyukai gatha ini, dikutip dari GAO WANG GUAN SHI YIN ZHEN JING Semoga semua vajra brothers & sisters berbahagia ! With Metta, SOEHARTONO IRAWAN --------------------------------- Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
