1. ZA memang dipakai sebagai salah satu nutrisi untuk medium fermentasi untuk pembuatan Nata. Ada ambang batas yang diperbolehkan dalam pemakaiannya. Sama halnya dengan MSG, ada ambang batas yang diperbolehkan dalam masakan. Bila terlalu berlebih tentunya berakibat negatif bagi tubuh. Mengenai kadar yang diperbolehkan - saya harus memeriksanya kembali di referensi saya atau Anda boleh menanyakan ke pakarnya di BBIHP, Bogor. Bila tidak salah (maklum, ilmunya sudah lama tidak terpakai...:P), ZA hanyalah medium. Setelah terjadi pembentukan nata dan tiba saatnya panen, biasanya dilakukan perendaman maupun pencucian berulang kali guna menghilangkan residu2 yang tidak berguna. Selain ZA, masih bisa dipakai bahan lainnya sebagai nutrisi (saya lupa...sekali lagi, mohon maklum ya...:P) Saya juga pernah dengar tentang perusahaan besar yang membeli nata dari home industry , me-repackagingnya dan kemudian menjualnya. Alasan mereka melakukan itu adalah proses fermentasi dan panen Nata agak lama. Idealnya 10-14 hari. Karena keterbatasan produksi, mereka melakukan hal tsb. Biasanya perusahaan besar memiliki standar QC yang ketat. Mereka tentunya tidak ingin kecolongan dan menimbulkan image buruk bagi perusahaan mereka. Oleh karena itu, biasanya nata yang dibeli dari industri rumahan selalu dilakukan QC (fisik maupun test di laboratorium).
2. Nata sangat menyehatkan karena kadar Dietary Fibernya sangat tinggi. Mengenai adanya efek samping, mungkin saja akibat konsumsi minuman syrup pada nata yang terlalu berlebih. Apakah syrup natanya diminum habis? Saya pribadi apabila mengkonsumsi nata, biasanya syrup-nya tidak saya konsumsi. Yang dikonsumsi hanya Natanya saja dicampur dengan es batu. 3. Mengenai gorengan dengan minyak goreng yang dipakai berulang kali. ITU MAH SUDAH PASTI. Yang dipakai adalah minyak goreng curah karena harganya yang murah. Oleh karena pemakaian berulang kali, warnanya berubah menjadi coklat. Pemakaian berulang kali menyebabkan peningkatan kadar radikal bebas di minyak goreng tsb yang akhirnya terserap dalam makanan yang digoreng. Radikal bebas tersebut bersifat karsinogenik. Apabila dimakan memicu terjadinya mutasi gen yang akhirnya menyebabkan KANKER. Alasan pedagang gorengan menggunakan minyak yang berulang kali adalah agar harga dagangannya murah dan bisa terjangkau masyarakat. BTW, bukan hanya pedagang gorengan yang menggunakan minyak goreng berulang kali. Restaurant Fast Food (Junk Food) juga menggunakan minyak goreng berulang kali. Untuk menghindari penyakit yang ditimbulkan dari makanan tsb, sebaiknya kurangi bahkan hindari makanan yang sudah ketauan menggunakan minyak goreng berulang kali. Untuk menjawab pertanyaan Anda lebih mendalam, dibutuhkan pendapat dari pakarnya yang lulusan Teknologi Pangan dan berkecimpung di industri ini.Univ yang bisa ditanyakan adalah Univ yang memiliki jurusan Teknologi Pangan seperti IPB atau UPH. Rgds Hadi PS. Saya sendiri lulusan Teknologi Pangan dan riset saya tentang bakteri A. xylinum yang merupakan starter untuk pembuatan nata (bahasa awamnya: biangnya nata) hanya saja kerjaan saya saat ini tidak berhubungan dengan disiplin ilmu yang dipelajari dan ilmu yang didapat hampir dilupakan seluruhnya....hehe ----- Original Message ----- From: "melva yolla" <[EMAIL PROTECTED]> To: "kmb unpar" <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]> Sent: Wednesday, December 06, 2006 11:02 PM Subject: [Dharmajala] Natadecoco, amankah? Bener nggak sih……..??? Mungkin ada klarifikasi……………….. Saya baru tahu kalau dari pupuk ZA (Zwavelzuur Amonia - Belanda) = (Ammonium Sulphate) dapat untuk memproses nata de coco (padahal saya kerja di pabrik pupuk ini sudah puluhan tahun). Ini ceritanya; kemarin, saya kebagian jaga stand di Agro & Food Expo di JCC. Persis di depan stand perusahaan saya adalah stand perusahaan minuman yang dikemas dalam gelas plastik: ada rasa orange, kopi, teh dan nata de coco. Selain jual minuman, dia juga jual bahan-bahan kimia (entah apa saja namanya, saya lupa) tapi salah satunya adalah pupuk ZA. Sebenarnya saya heran juga, apa korelasi minuman dengan bahan kimia tersebut? Dapat dari mana dia pupuk ZA, wong pabrik pupuk ZA satu-satunya di Indonesiahanya perusahaan tempat saya kerja. Ketika tahu di stand saya juga dipajang pupuk ZA, sang boss (cewek) mulai tanya2 kepada saya, bahkan sempat cerita rencana untuk mendirikan pabrik pupuk ZA. Sebagai seorang sales promotion yang baik, tentu saya berusaha mencegah semampu saya agar dia mengurungkan niat untuk mendirikan pabrik tersebut. Tujuan saya cuma satu: kamu enggak usah jadi pesaing saya, beli saja dari saya. (Bener nggak?) Singkat cerita, setiap hari saya dapat jatah satu gelas gratis nata de coco yang memang paling saya suka. Demi "hubungan baik", ketika expo bubar, saya beli satu doz buat oleh-oleh anak saya di rumah. Nah, ini yang baru saya sadari: setelah itu minuman habis dikeroyok oleh ketiga anak saya, di malam harinya si bungsu mulai batuk2. Pagi harinya, suhu badannya meningkat, frekuensi batuk semakin sering disertai bunyi nafas yang grok-grok. Ketika email ini saya buka, seorang teman yang juga membelikan oleh2 buat anaknya, saya tanya kemungkinan mengalami hal seperti anak saya. Jawabnya sama persis, si bungsunya (umurnya hampir sama dengan umur bungsu saya) juga mengalami hal yang sama. Be careful... Tahukah anda bahwa: 1. Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. Namun ternyata para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan menambahkan pupuk ZA yang sebenarnya tidak layak untuk food production. Perusahaan besar seperti Sari Coco, dsb. yang dijual di pasar grosir, mengumpulkan produk dari pembuat nata de coco rumah tangga dan lalu mengemasnya menjadi menarik. 2. Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar Vit. C dalam berbagai buah dan juga produk jadi berlabel "Vitamin C". Tes dilakukan dengan endophenol yang dari biru akan berubah putih jika ditetesi Vit. C alias asam karboksilat. Penemuan menunjukkan bahwa jeruk impor lebih banyak Vit. C dibandingkan jeruk lokal. Beberapa produk komersial seperti minuman kotak, botol dsb ternyata memakai "sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C samasekali. Produk bubuk "N....sari" yang sangat terkenal, sedikit lebih canggih. Mereka menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai kataalis. C. Artinya memang akhirnya ada vit. C tapi bukan asli Vit. C. Jadi Vit. C aspal. 3. Es mambo. Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang hijau santan pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula samasekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual. Saya lupa namanya, nama kasarnya biang gula. 4. Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya untuk tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik yang kuat dan hebatnya murah meriah. Tampaknya bukan ini saja, banyak pembuat limun, sirup, permen, sosis, dan bahkan kemungkinan masakan kerang di warteg, juga merah meng! andung zat ini. 5. Hampir semua produk mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin. Ini juga sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dsb. Poin 4 dan 5 saya ambil dari artikel KOMPAS. 6. Hampir semua pedagang goreng-gorengan (tempe, tahu, bakwan, pisang, dsb) menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat ganda. Kupikir paling aman beli di pagi hari karena mungkin mereka baru menggorengnya. Ternyata ada yang menyimpan kembali minyak kemaren sore dan menggunakannya di pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan dan meyakinkan benar bahwa setiap pagi selalu minyak baru. Catatan (*): Saya sempat cross-check pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de Coco bahwa betul dipakainya bahan campuran pupuk ZA (Zink Amonia) untuk mempercepat proses fermentasi, dengan takaran : 90 litre air @ 250 ml pupuk ZA. Sebarkan info kesehatan ini pada orang-orang disekitar anda. This message was sent by Lembaga Manajemen PPM Vina Promosi dan Pelayanan Pelanggan YPIA - IPPAM Tlp: 021 - , ext 1551 Fax: 021 - , Email:[EMAIL PROTECTED] ng.or.id Website: http://www.internal auditing. or.id ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
