nata de coco memang dibuat dengan menggunakan ZA
namun, ZA itu hanya digunakan untuk medium fermentasi
bakteri saja. (dalam ZA ada sumber nitrogen, dll yang
dibutuhkan A.xylinum untuk fermentasi). nah kalo nata
itu sendiri adalah lapisan kapsul bakteri yang tumbuh
pada media fermentasi. jadi dalam pembuatan nata,
sebenarnya kita menumbuhkan bakteri sesuai substratnya
kemudian sel bakteri tersebut dipanen..
sirup nata de coco juga tidak bermasalah, tetapi perlu
diteliti dahulu apa saja komposisi sirupnya? apakah
aman? 
sebagai contoh, anda pernah membeli atau mendengar
harga 1 cup aqua nata de coco cuma Rp.1000 (kisaran
800-1000)? rasakan saja perbedaan sirupnya dengan nata
de coco bermerek lainnya.... nata de coco sangat kaya
akan serat sehingga aman dikonsumsi...

(Rika Sandi mahasiswa semester 7 Ilmu dan Teknologi
Pangan IPB)          
--- hwh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 1. ZA memang dipakai sebagai salah satu nutrisi
> untuk medium fermentasi 
> untuk pembuatan Nata. Ada ambang batas yang
> diperbolehkan dalam 
> pemakaiannya. Sama halnya dengan MSG, ada ambang
> batas yang diperbolehkan 
> dalam masakan. Bila terlalu berlebih tentunya
> berakibat negatif bagi tubuh. 
> Mengenai kadar yang diperbolehkan - saya harus
> memeriksanya kembali di 
> referensi saya atau Anda boleh menanyakan ke
> pakarnya di BBIHP, Bogor.
> Bila tidak salah (maklum, ilmunya sudah lama tidak
> terpakai...:P), ZA 
> hanyalah medium. Setelah terjadi pembentukan nata
> dan tiba saatnya panen, 
> biasanya dilakukan perendaman maupun pencucian
> berulang kali guna 
> menghilangkan residu2 yang tidak berguna. Selain ZA,
> masih bisa dipakai 
> bahan lainnya sebagai nutrisi (saya lupa...sekali
> lagi, mohon maklum 
> ya...:P)
> Saya juga pernah dengar tentang perusahaan besar
> yang membeli nata dari home 
> industry , me-repackagingnya dan kemudian
> menjualnya. Alasan mereka 
> melakukan itu adalah proses fermentasi dan panen
> Nata agak lama. Idealnya 
> 10-14 hari. Karena keterbatasan produksi, mereka
> melakukan hal tsb. Biasanya 
> perusahaan besar memiliki standar QC yang ketat.
> Mereka tentunya tidak ingin 
> kecolongan dan menimbulkan image buruk bagi
> perusahaan mereka. Oleh karena 
> itu, biasanya nata yang dibeli dari industri rumahan
> selalu dilakukan QC 
> (fisik maupun test di laboratorium).
> 
> 2. Nata sangat menyehatkan karena kadar Dietary
> Fibernya sangat tinggi. 
> Mengenai adanya efek samping, mungkin saja akibat
> konsumsi minuman syrup 
> pada nata yang terlalu berlebih. Apakah syrup
> natanya diminum habis? Saya 
> pribadi apabila mengkonsumsi nata, biasanya
> syrup-nya tidak saya konsumsi. 
> Yang dikonsumsi hanya Natanya saja dicampur dengan
> es batu.
> 
> 3. Mengenai gorengan dengan minyak goreng yang
> dipakai berulang kali. ITU 
> MAH SUDAH PASTI. Yang dipakai adalah minyak goreng
> curah karena harganya 
> yang murah. Oleh karena pemakaian berulang kali,
> warnanya berubah menjadi 
> coklat. Pemakaian berulang kali menyebabkan
> peningkatan kadar radikal bebas 
> di minyak goreng tsb yang akhirnya terserap dalam
> makanan yang digoreng. 
> Radikal bebas tersebut bersifat karsinogenik.
> Apabila dimakan memicu 
> terjadinya mutasi gen yang akhirnya menyebabkan
> KANKER. Alasan pedagang 
> gorengan menggunakan minyak yang berulang kali
> adalah agar harga dagangannya 
> murah dan bisa terjangkau masyarakat.
> BTW, bukan hanya pedagang gorengan yang menggunakan
> minyak goreng berulang 
> kali. Restaurant Fast Food (Junk Food) juga
> menggunakan minyak goreng 
> berulang kali.
> Untuk menghindari penyakit yang ditimbulkan dari
> makanan tsb, sebaiknya 
> kurangi bahkan hindari makanan yang sudah ketauan
> menggunakan minyak goreng 
> berulang kali.
> 
> Untuk menjawab pertanyaan Anda lebih mendalam,
> dibutuhkan pendapat dari 
> pakarnya yang lulusan Teknologi Pangan dan
> berkecimpung di industri ini.Univ 
> yang bisa ditanyakan adalah Univ yang memiliki
> jurusan Teknologi Pangan 
> seperti IPB atau UPH.
> 
> Rgds
> Hadi
> 
> PS. Saya sendiri lulusan Teknologi Pangan dan riset
> saya tentang bakteri A. 
> xylinum yang merupakan starter untuk pembuatan nata
> (bahasa awamnya: 
> biangnya nata) hanya saja kerjaan saya saat ini
> tidak berhubungan dengan 
> disiplin ilmu yang dipelajari dan ilmu yang didapat
> hampir dilupakan 
> seluruhnya....hehe
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "melva yolla" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "kmb unpar" <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[email protected]>
> Sent: Wednesday, December 06, 2006 11:02 PM
> Subject: [Dharmajala] Natadecoco, amankah?
> 
> 
> 
> 
> Bener nggak sih……..??? Mungkin ada
> klarifikasi………………..
> 
> 
> Saya baru tahu kalau  dari pupuk ZA (Zwavelzuur
> Amonia - Belanda)
> =     (Ammonium Sulphate)  dapat untuk memproses
> nata de coco (padahal
> saya kerja di pabrik pupuk  ini sudah puluhan
> tahun).
> 
>      Ini ceritanya;  kemarin, saya kebagian jaga
> stand di Agro & Food
>      Expo
>      di JCC. Persis di  depan stand perusahaan saya
> adalah stand
>      perusahaan
>      minuman yang dikemas  dalam gelas plastik: ada 
> rasa orange, kopi,
>      teh dan nata de coco.  Selain jual minuman, dia
> juga jual
> bahan-bahan
>      kimia (entah apa saja  namanya, saya lupa) tapi
> salah satunya
> adalah pupuk
>      ZA. Sebenarnya saya  heran juga, apa korelasi
> minuman dengan bahan
>      kimia  tersebut?
> 
>      Dapat dari mana dia  pupuk ZA, wong pabrik
> pupuk ZA satu-satunya di
>      Indonesiahanya  perusahaan tempat saya kerja.
> Ketika tahu di stand
>      saya juga dipajang  pupuk ZA, sang boss (cewek)
> mulai tanya2 kepada
>      saya, bahkan sempat  cerita rencana untuk
> mendirikan pabrik pupuk
> ZA.
> 
>      Sebagai seorang sales  promotion yang baik,
> tentu saya berusaha
>      mencegah semampu saya  agar dia  mengurungkan
> niat untuk mendirikan
>      pabrik tersebut.  Tujuan saya cuma satu: kamu
> enggak usah jadi
>      pesaing  saya, beli saja dari  saya. (Bener
> nggak?)
> 
>      Singkat cerita, setiap  hari saya dapat jatah
> satu gelas gratis
> nata
>      de coco yang memang  paling saya suka. Demi
> "hubungan baik", ketika
> expo
>      bubar, saya beli satu  doz buat oleh-oleh anak
> saya di rumah. Nah,
>      ini yang baru saya sadari:  setelah itu minuman
> habis dikeroyok
> oleh
>      ketiga anak saya, di malam  harinya si bungsu
> mulai batuk2. Pagi
> harinya,
>      suhu badannya meningkat,  frekuensi batuk
> semakin sering disertai
> bunyi
>      nafas yang  grok-grok.
> 
>      Ketika email ini saya  buka, seorang teman yang
> juga membelikan
> oleh2
>      buat anaknya, saya  tanya kemungkinan mengalami
> hal seperti anak
>      saya.
> 
>      Jawabnya sama persis,  si bungsunya (umurnya
> hampir sama dengan
> umur
>      bungsu saya) juga  mengalami hal yang sama.
>      Be  careful...
> 
>      Tahukah anda  bahwa:
> 
>      1. Nata de coco  merupakan hasil fermentasi air
> kelapa. Ini OK dan
> 
>      aman. Namun ternyata  para pembuat nata de coco
> mempercepat
> produksi
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

Kirim email ke