13 Sungai Tercemar 
Rumah Susun di Kampung Melayu
  
   
  Jakarta, Kompas - Kondisi lingkungan di seluruh wilayah DKI Jakarta 
dipastikan rusak parah. Sebanyak 83 persen dari 13 daerah anak sungai dan 
sembilan kawasan muara sungai dikategorikan tercemar berat. Dampak pencemaran, 
air bersih makin sulit didapat karena fungsi daur ulang secara alami kian 
terganggu. 
   
  Data dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup juga menunjukkan 
pencemaran di Teluk Jakarta hingga Kepulauan Seribu sudah kronis. 
   
  Dengan bermuaranya lebih dari 14.000 meter kubik sampah anorganik di Teluk 
Jakarta, kawasan perairan ini ditetapkan dalam status eutrofik, yaitu sewaktu- 
waktu dapat meledak. Bentuknya antara lain kematian massal biota laut, 
munculnya penyakit, dan masih banyak lagi yang dipastikan bakal berimbas 
langsung kepada masyarakat. 
   
  "Masalah pencemaran lingkungan di Jakarta tidak terlepas dari buruknya 
perilaku masyarakat dari penegakan hukum yang lemah. Dibutuhkan political will 
yang kuat dari pejabat publik untuk menerapkan peraturan guna menentukan 
keberhasilan pembangunan berkelanjutan berbasis kelestarian lingkungan," kata 
Asisten Deputi Penegakan Hukum Pidana dan Administrasi Lingkungan Kementerian 
Negara Lingkungan Hidup, Abdul Razak, di Jakarta, Jumat (15/12). 
   
  Akibat perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan, setiap harinya 
terdapat tambahan rutin 27.966 meter kubik atau setara dengan 6.000 ton sampah 
di Jakarta. Berbagai jenis sampah itu berasal dari cakupan wilayah sekitar 650 
kilometer persegi dengan tingkat kepadatan 11.244 jiwa per kilometer persegi. 
   
  Setiap orang rata-rata menghasilkan sampah 2,97 liter. Hampir seluruhnya 
langsung dibuang di 13 aliran sungai yang bermuara di perairan Teluk Jakarta 
dan Kepulauan Seribu. 
  Menyikapi ini, Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan menegaskan perlunya 
segera merealisasikan gerakan bersih lingkungan. "Jangan hanya slogan, yang 
penting aksi," katanya. 
   
  Rumah susun panggung 
  Sementara itu, untuk mengurangi dampak banjir yang terus- menerus di 
wilayahnya, terutama di Kampung Melayu, Wali Kota Jakarta Timur Koesnan Abdul 
Halim mengatakan ingin membuat rumah susun panggung di kawasan tersebut. 
Rencana itu sedang disosialisasikan kepada warga. "Jika ada 50 persen saja 
warga setuju, rencana itu akan segera diwujudkan. Saya tidak mungkin menunggu 
hingga 100 persen karena itu tidak akan pernah terjadi," ujarnya. (nel/arn) 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke