Kompas, Rabu, 24 Januari 2007
Penyakit
DBD Merebak, 10 Orang Meninggal
Jakarta, Kompas - Sejak awal 2007 hingga 22 Januari, jumlah penderita demam
berdarah dengue atau DBD di Indonesia mencapai sekitar 1.500 kasus, dan 10
penderita di antaranya meninggal dunia. Penderita terbanyak terdapat di DKI
Jakarta dengan 955 orang terserang dan tiga penderita di antaranya meninggal
dunia.
Dua korban meninggal dunia, Bagus (7) dan Yap Onyo (78) adalah pasien DBD di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat. Keduanya termasuk di
antara 115 pasien yang dirawat di RS itu selama Januari. Seorang korban
meninggal lain adalah Adinda (26) warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Pasien di RS Fatmawati itu meninggal Sabtu (6/1)..
"Yap Onyo warga Penjaringan, Jakarta Utara, meninggal Sabtu (6/1), sedangkan
Bagus, warga Tambora Jakarta Barat, meninggal Kamis (18/1). Saat ini pasien DBD
di RSUD Tarakan melonjak dari biasanya 10-15 orang per hari, sekarang 43 orang
per hari," kata Kepala Bidang Keperawatan, Zuraidah, Selasa (23/1).
Kepala Subdirektorat Arbovirosis Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Rita Kusriastuti, menyatakan, kasus
demam DBD di sejumlah daerah terus meningkat beberapa pekan ini. Beberapa
provinsi dengan peningkatan kasus demam berdarah antara lain selain DKI Jakarta
dengan 955 penderita, ad Lampung (340 pasien) dan Jawa Barat (300 penderita).
Pada tahun lalu, jumlah kasus DBD secara nasional selama Januari, 2.535 kasus.
Menurut Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim, peningkatan
jumlah penderita DBD diperkirakan disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu.
Pergantian antara hujan dan panas dalam selang waktu beberapa hari,
memungkinkan berkembangnya jentik nyamuk.
Salimar mengatakan, di Jakarta terdapat beberapa kawasan yang rawan penularan
demam berdarah. Kawasan tersebut adalah Kebon Jeruk, Palmerah, Duren Sawit,
Ciracas Timur, Johar Baru, Tanjung Priok, Pasar Minggu, Koja, dan Cilandak.
Untuk menampung penderita DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan 17 RS
milik pemerintah, Polri, dan TNI. Di rumah-rumah sakit itu, penderita DBD
mendapat layanan kesehatan secara gratis.
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengimbau, agar semua ketua rukun tetangga untuk
mengaktifkan lagi pemberantasan sarang nyamuk setiap minggu. Para petugas juru
pemantau jentik, juga diminta untuk memantau di rumah warga guna mengurangi
penyebaran DBD.
Di RS Budi Asih, Jakarta Timur, penderita DBD hingga kemarin tercatat 30 orang,
dan 10 di antaranya anak-anak. Adapun di RS Pasar Rebo, Jakarta Timur,
penderita DBD 22 orang, yang terdiri atas sembilan anak-anak dan 13 orang
dewasa.
Melihat perkembangan pasien yang terus meningkat, Kepala Humas RS Pasar Rebo,
Deddy Suryadi, mengatakan, jumlah itu sudah memenuhi kapasitas tempat tidur
yang ada. Namun Deddy memastikan tidak akan ada pasien yang ditempatkan di
selasar karena bisa, dirujuk ke RS lain
Di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pasien DBD selama Januari hingga Senin
(22/1), tercatat 401 orang. Direktur Medik dan Keperawatan RS Fatmawati Chairul
R Nasution yang ditemui Selasa (23/1) mengatakan, penderita DBD cenderung
meningkat dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Sebagian besar pasien
berasal dari Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.