Tetangga saya di Gading Serpong, Lisa, mengkoordinasi Nasi Bungkus untuk para pengungsi. Nasi Bungkus ini dimasak di rumah oleh para ibu rumah tangga, kemudian didrop di rumah Lisa, terus di drop di posko banjir yang terletak di Alam Sutra, dekat Sekolah St Laurensia. Kemudian oleh para relawan, makanan ini dikirim ke lokasi pengungsian. Sudah 3 hari terakhir ini, Lisa rajin mengkoordinir nasi bungkus. Kemarin, dari rumah-rumah, kami berhasil mengumpulkan 600 bungkus lebih makanan jadi yang siap di drop ke posko banjir. Kelihatannya lumayan tetapi masih jauh dari target dapur umum yang 6000 bungkus. Sekarang, berita terbaru, pengungsi makin banyak karena dalam 2 hari terakhir ini, banyak pendatang baru yang berdatangan. Yang mereka butuhkan adalah makanan jadi. Bila ada ibu-ibu yang bersedia memasak nasi bungkus, mohon tolong hubungi Lisa via SMS di 0815 8804811. Kalau bisa, yang daerah rumahnya masih di daerah gading serpong, biar lebih memudahkan kami menjemputnya, atau kalau bersedia drop langsung ke posko alam sutra, akan jauh lebih baik. Makanan harus didrop paling lambat jam 1 siang, karena mereka akan kirim lagi ke daerah yang terkena banjir, supaya para pengungsi tidak kelaparan. Sudah 3 hari ini saya juga bantu masak, karena banjir, meliburkan diri di rumah dan membantu bikin nasi bungkus. Banyak tetangga yang sudah teler kecapekan setelah 2 hari memasak non stop......:-), so, ada tipsnya.......... (Nanti Lisa akan minta sebanyak mungkin karena targetnya 6000-an nasi bungkus, tapi lakukanlah semampu anda). Tips bagi mereka yang ingin membantu masak untuk para pengungsi. Usahakan memilih menu yang tidak berkuah dan tidak menggunakan santan sebagai bahan dasar, agar makanan tidak cepat basi. Ini yang saya lakukan: Bila ingin memasak; - Nasi Goreng; Nasi dimasak sehari sebelumnya, campuran telor dan sayur-sayuran untuk nasi goreng di bikin terpisah, so pada hari H, tinggal ditumis diatas kuali dan campur aja semuanya. Jangan lupa diseasoning (dicicipin dulu, cukup asin atau kurang asin). - Mie Goreng; kecenderungan mie akan lembek dan lengket setelah direbus, maka dari itu, mie dimasak 1/2 matang, setelah ditiriskan, olesin mie dengan minyak goreng. Bakso ikan, sayur kol dan telor juga ditumis terpisah, dalam jumlah banyak, cukup untuk 50-100 porsi. Setelah semua jadi, baru ditumis pada hari H. - Bihun Goreng; Bihun direndam terlebih dahulu, jangan dimasak dengan air panas karena bihun cenderung lebih mudah hancur. - Nasi Tempe Orek dan Tahu, usahakan kering dan tidak berkuah. Jangan bikin Nasi Uduk, nanti cepat basi. Sebaiknya semua dipersiapkan pada hari sebelum hari H, biar tidak terburu-buru. Lumayan juga, hari pertama saya bisa bikin 52 bungkus nasi goreng, hari kedua 73 bungkus mie goreng dan bihun goreng, hari ketiga 49 bungkus (nasi orek tempe dan tahu kecap), besok hari keempat, kalau bisa 75 bungkus (telor balado dan tumis sayuran) . :-) Ini tangan gempor juga mengaduk, he...he.... tapi tidak apa-apalah, rumah kami kebetulan tidak kebanjiran, jadi emang kudu harus menolong mereka yang membutuhkan. Terus, jangan mengerjakan semua sendiri, minta bantuan, siapa saja, kalau tidak ada, pembantu dijadikan asisten. Menu bisa apa saja, dibungkus dengan kertas bungkus makanan yang biasa, bisa diselipin kertas koran di luarnya supaya mudah dibungkus atau didalamnya diberi daun pisang, kalau ada, anyway, anything is fine, terus diselipin sendok. Diikat dengan karet. Jangan menggunakan styrofoam, karena selain harganya lebih mahal, juga bulky. Kalau mau sumbang susu indomilk untuk anak-anak yang 100ml sd 200ml juga ok karena susu bubuk agak sulit bagi mereka untuk mencampurnya, air susah dicari. Bagi yang mau membantu dalam bentuk barang, posko alam sutra sangat membutuhkan ember, air minum dalam kemasain dan juga selimut. Selamat berbuat baik.
--------------------------------- Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
