Alkisah........,
        Alkisah disuatu negara yang masuk kategori negara miskin dan tingkat 
korupsinya sangat tinggi, tinggal seseorang yang menamakan diri ...“Sang”
  Ia adalah seorang penasehat raja dan masyarakat menamakannya “Si Mulut Besar” 
karena pekerjaannya hanya menggugat. Apa Saja ia gugat.
        Suatu kali ia melihat para dokter yang tinggal dikerajaan tersebut 
menentukan tarif yang sangat tinggi. Kebetulan ia tinggal di kota bernama kota 
mahal. Karena kotanya bernama kota mahal sehingga segala sesuatu dikampung 
tersebut memiliki tarif dua kali lipat dibanding tarif dikota lainnya. 
        Penasihat raja yang bernama “Sang”ini akhirnya mengusulkan kepada raja 
untuk melarang dokter menentukan tarifnya sendiri. Raja kemudian 
menginstruksikan apa yang dikenal dengan “tritusang” (tiga-tuntutan-Sang) yaitu 
pertama; Segera turunkan biaya pendidikan dokter, segera kurangi masa 
pendidikan dokter dari enam setengah tahun menjadi empat tahun dan ketiga 
dokter dilarang menentukan tarif sendiri. 
        Akhirnya pendidikan kedokteran menjadi murah dan masa pendidikan 
menjadi empat tahun saja seperti kebanyakan sarjana pada umumnya. Karena biaya 
pendidikan menjadi murah dan lamanya pendidikan menjadi lebih pendek sehingga 
banyak penduduk dikota tersebut menjadi dokter dan biaya berobat menjadi sangat 
murah.
        Tetapi kemudian timbul masalah karena dokter lulusan kota tersebut 
hanya bisa memberikan nasehat, tidak bisa menulis resep, ada juga yang menulis 
resep tapi salah sehingga banyak gugatan karena malpraktek. Dokternya juga 
tidak memiliki ketrampilan menangani kasus-kasus emergensi. Karena itu banyak 
penderita yang meninggal dan banyak dokter yang dipenjara.
        Akhirnya tidak ada lagi dikota itu yang mau menjadi dokter. Karena 
tidak ada lagi yang mau menjadi dokter sehingga lebih banyak lagi orang yang 
meninggal dikota itu. Timbul profesi lain yang disebut “terkun” = setengah 
dokter, setengah dukun.
        Penasehat raja yang bernama “Sang” ini kemudian dipecat dengan tidak 
hormat oleh raja. Usut punya usut ternyata orang yang bernama “sang” ini 
ternyata mantan mahasiswa kedokteran semester pertama yang “drop out” karena 
otaknya tidak mampu”. Ia juga di drop out dari fakultas peternakan dengan 
alasan yang sama. Karena itu, ia juga menyalahkan dosen-dosen peternakan 
beserta dokter hewan yang tidak mampu menanggulangi flu burung yang kian 
mengganas. 
        Ketika ia di karantina dalam bentuk tahanan rumah ia masih juga protes 
kenapa para insinyur dan ahli perminyakan tidak mampu menghentikan semburan 
lumpur panas PT. Lapindo brantas yang sudah meluber kemana-mana dan telah 
berlangsung hampir setengah tahun. Ia juga menyalahkan ahli-ahli ekonomi karena 
sejak tahun 1999 indonesia tidak pernah keluar dari krisis ekonomi. Ia juga 
menyalahkan para pemadam kebakaran yang tidak mampu memadamkan kebakaran hutan 
yang setiap tahun melanda sumatera dan kalimantan sehingga negara Singapura, 
Malaisya dan Brunai mengajukan nota protes kepada indonesia. 
        Ia juga menyalahkan Menteri Energi dan Sumber Mineral karena harga 
minyak tanah dan bensin/solar setiap tahun naik. Ia juga menyalahkan polisi 
karena angka kriminalitas meningkat terus. Ia juga menyalahkan para ahli hukum 
yang tidak menegakkan hukum dengan benar. Ia menyalahkan sarjana-sarjana 
pertanian karena sampai saat ini indonesia masih mengimpor beras padahal banyak 
beras petani yang tidak dihargai secara layak. Bahkan ia menyalahkan masyarakat 
indonesia yang tidak bisa mencari 11 pemain sepak bola dari dua ratusan juta 
orang di Indonesia. Karena kerjanya yang hanya mencari-cari kesalahan sehingga 
sampai saat ini ia masih dijuluki “si mulut besar” dan masih dalam kerangkeng.
        Raja kemudian mengangkat penasehat baru yang berasal dari korea. 
Penasihat baru ini akhirnya mengusulkan kepada raja untuk mamanfaatkan 
fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang berbiaya murah, kartu askes untuk 
masyarakat miskin, dan program jaminan sosial bagi masyarakat berpenghasilan 
rendah.
        Penasihat yang baru ini juga mengusulkan dua alternatif kepada raja, 
pertama biaya berobat ke dokter praktek swasta diatur dalam regulasi dengan 
tarif tetap (fixed rate) artinya batas tarif maksimal untuk setiap pasien 
ditentukan dengan peraturan pemerintah, atau, kedua; tarif dokter diserahkan 
kepada mekanisme pasar. Artinya biaya berobat ke dokter praktek ditentukan 
berdasarkan kompetisi pasar seperti sekarang ini. 
        Sampai saat ini Raja masih mempertimbangkan alternatif mana yang cocok 
untuk masyarakat yang dipimpinnya. 
   

                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]



Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke