Sepertinya raja mau menyetujui usulan brilian dari pensehatnya yang baru,
karena saya pikir sesuai dengan UU kesehatan yang baru,
terus gimana ceritanya si "Sang",
tidak adil kalau dia dipenjara, karena dia sebenarnya sakit dan perlu
pengobatan, saya merekomendasikan untuk di rawat oleh psikiater, setidaknya
agar dia bisa melihat keindahan dunia.
Russel spt <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Alkisah........,
Alkisah disuatu negara yang masuk kategori negara miskin dan tingkat korupsinya
sangat tinggi, tinggal seseorang yang menamakan diri ...Sang
Ia adalah seorang penasehat raja dan masyarakat menamakannya Si Mulut Besar
karena pekerjaannya hanya menggugat. Apa Saja ia gugat.
Suatu kali ia melihat para dokter yang tinggal dikerajaan tersebut menentukan
tarif yang sangat tinggi. Kebetulan ia tinggal di kota bernama kota mahal.
Karena kotanya bernama kota mahal sehingga segala sesuatu dikampung tersebut
memiliki tarif dua kali lipat dibanding tarif dikota lainnya.
Penasihat raja yang bernama Sangini akhirnya mengusulkan kepada raja untuk
melarang dokter menentukan tarifnya sendiri. Raja kemudian menginstruksikan apa
yang dikenal dengan tritusang (tiga-tuntutan-Sang) yaitu pertama; Segera
turunkan biaya pendidikan dokter, segera kurangi masa pendidikan dokter dari
enam setengah tahun menjadi empat tahun dan ketiga dokter dilarang menentukan
tarif sendiri.
Akhirnya pendidikan kedokteran menjadi murah dan masa pendidikan menjadi empat
tahun saja seperti kebanyakan sarjana pada umumnya. Karena biaya pendidikan
menjadi murah dan lamanya pendidikan menjadi lebih pendek sehingga banyak
penduduk dikota tersebut menjadi dokter dan biaya berobat menjadi sangat murah.
Tetapi kemudian timbul masalah karena dokter lulusan kota tersebut hanya bisa
memberikan nasehat, tidak bisa menulis resep, ada juga yang menulis resep tapi
salah sehingga banyak gugatan karena malpraktek. Dokternya juga tidak memiliki
ketrampilan menangani kasus-kasus emergensi. Karena itu banyak penderita yang
meninggal dan banyak dokter yang dipenjara.
Akhirnya tidak ada lagi dikota itu yang mau menjadi dokter. Karena tidak ada
lagi yang mau menjadi dokter sehingga lebih banyak lagi orang yang meninggal
dikota itu. Timbul profesi lain yang disebut terkun = setengah dokter,
setengah dukun.
Penasehat raja yang bernama Sang ini kemudian dipecat dengan tidak hormat
oleh raja. Usut punya usut ternyata orang yang bernama sang ini ternyata
mantan mahasiswa kedokteran semester pertama yang drop out karena otaknya
tidak mampu. Ia juga di drop out dari fakultas peternakan dengan alasan yang
sama. Karena itu, ia juga menyalahkan dosen-dosen peternakan beserta dokter
hewan yang tidak mampu menanggulangi flu burung yang kian mengganas.
Ketika ia di karantina dalam bentuk tahanan rumah ia masih juga protes kenapa
para insinyur dan ahli perminyakan tidak mampu menghentikan semburan lumpur
panas PT. Lapindo brantas yang sudah meluber kemana-mana dan telah berlangsung
hampir setengah tahun. Ia juga menyalahkan ahli-ahli ekonomi karena sejak tahun
1999 indonesia tidak pernah keluar dari krisis ekonomi. Ia juga menyalahkan
para pemadam kebakaran yang tidak mampu memadamkan kebakaran hutan yang setiap
tahun melanda sumatera dan kalimantan sehingga negara Singapura, Malaisya dan
Brunai mengajukan nota protes kepada indonesia.
Ia juga menyalahkan Menteri Energi dan Sumber Mineral karena harga minyak tanah
dan bensin/solar setiap tahun naik. Ia juga menyalahkan polisi karena angka
kriminalitas meningkat terus. Ia juga menyalahkan para ahli hukum yang tidak
menegakkan hukum dengan benar. Ia menyalahkan sarjana-sarjana pertanian karena
sampai saat ini indonesia masih mengimpor beras padahal banyak beras petani
yang tidak dihargai secara layak. Bahkan ia menyalahkan masyarakat indonesia
yang tidak bisa mencari 11 pemain sepak bola dari dua ratusan juta orang di
Indonesia. Karena kerjanya yang hanya mencari-cari kesalahan sehingga sampai
saat ini ia masih dijuluki si mulut besar dan masih dalam kerangkeng.
Raja kemudian mengangkat penasehat baru yang berasal dari korea. Penasihat baru
ini akhirnya mengusulkan kepada raja untuk mamanfaatkan fasilitas kesehatan
seperti puskesmas yang berbiaya murah, kartu askes untuk masyarakat miskin, dan
program jaminan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penasihat yang baru ini juga mengusulkan dua alternatif kepada raja, pertama
biaya berobat ke dokter praktek swasta diatur dalam regulasi dengan tarif tetap
(fixed rate) artinya batas tarif maksimal untuk setiap pasien ditentukan dengan
peraturan pemerintah, atau, kedua; tarif dokter diserahkan kepada mekanisme
pasar. Artinya biaya berobat ke dokter praktek ditentukan berdasarkan kompetisi
pasar seperti sekarang ini.
Sampai saat ini Raja masih mempertimbangkan alternatif mana yang cocok untuk
masyarakat yang dipimpinnya.
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small
Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/