Jeruk Minum Jeruk...
  Yth. Russel..
  Mnt saya.. pernyataan anda dibawah ini sangat kurang dewasa... atau ataukah 
anda seorang yang tidak mau menerima kritikan ?????
  Sebuah Cerek hanya dapat mengeluarkan air yang ada di dalamnya.....
  Maaf dan terima kasih...
  Namun bila Yth Russel mau membuka diri... memang sangat banyak yang harus 
dibenahi dalam dunia kesehatan.. contoh yang paling kecil adalah DEPKES pun 
tidak mampu untuk mengontrol APEL pagi dan Sore untuk Dokter/ jam kerja dokter 
(terutama PNS)... Apalagi pengaturan yang lainnya.... Menurut saya.. pada satu 
sisi mungkin dokter juga berandil dalam pemiskinan bangsa ini... karena baik 
langsung maupun tidak langsung dokter terkadang melakukan kolusi, penipuan 
dalam penulisan resep, dll...
  Bahkan mungkin bukan mustahil apabila SAKIT dan KEBODOHAN yang ada di negara 
ini adalah juga andil dari dokter yang terlalu banyak memberikan obat kepada 
pasien / Polyfarmasi.karena mengharapkan uang/komisi dari perusahaan farmasi.. 
DOKTER HARUS BERTANGGUNG JAWAB...
  Namun saya tetap yakin pasti ada dokter yang baik...

Russel spt <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Alkisah........,
Alkisah disuatu negara yang masuk kategori negara miskin dan tingkat korupsinya 
sangat tinggi, tinggal seseorang yang menamakan diri ...“Sang”
Ia adalah seorang penasehat raja dan masyarakat menamakannya “Si Mulut Besar” 
karena pekerjaannya hanya menggugat. Apa Saja ia gugat.
Suatu kali ia melihat para dokter yang tinggal dikerajaan tersebut menentukan 
tarif yang sangat tinggi. Kebetulan ia tinggal di kota bernama kota mahal. 
Karena kotanya bernama kota mahal sehingga segala sesuatu dikampung tersebut 
memiliki tarif dua kali lipat dibanding tarif dikota lainnya. 
Penasihat raja yang bernama “Sang”ini akhirnya mengusulkan kepada raja untuk 
melarang dokter menentukan tarifnya sendiri. Raja kemudian menginstruksikan apa 
yang dikenal dengan “tritusang” (tiga-tuntutan-Sang) yaitu pertama; Segera 
turunkan biaya pendidikan dokter, segera kurangi masa pendidikan dokter dari 
enam setengah tahun menjadi empat tahun dan ketiga dokter dilarang menentukan 
tarif sendiri. 
Akhirnya pendidikan kedokteran menjadi murah dan masa pendidikan menjadi empat 
tahun saja seperti kebanyakan sarjana pada umumnya. Karena biaya pendidikan 
menjadi murah dan lamanya pendidikan menjadi lebih pendek sehingga banyak 
penduduk dikota tersebut menjadi dokter dan biaya berobat menjadi sangat murah.
Tetapi kemudian timbul masalah karena dokter lulusan kota tersebut hanya bisa 
memberikan nasehat, tidak bisa menulis resep, ada juga yang menulis resep tapi 
salah sehingga banyak gugatan karena malpraktek. Dokternya juga tidak memiliki 
ketrampilan menangani kasus-kasus emergensi. Karena itu banyak penderita yang 
meninggal dan banyak dokter yang dipenjara.
Akhirnya tidak ada lagi dikota itu yang mau menjadi dokter. Karena tidak ada 
lagi yang mau menjadi dokter sehingga lebih banyak lagi orang yang meninggal 
dikota itu. Timbul profesi lain yang disebut “terkun” = setengah dokter, 
setengah dukun.
Penasehat raja yang bernama “Sang” ini kemudian dipecat dengan tidak hormat 
oleh raja. Usut punya usut ternyata orang yang bernama “sang” ini ternyata 
mantan mahasiswa kedokteran semester pertama yang “drop out” karena otaknya 
tidak mampu”. Ia juga di drop out dari fakultas peternakan dengan alasan yang 
sama. Karena itu, ia juga menyalahkan dosen-dosen peternakan beserta dokter 
hewan yang tidak mampu menanggulangi flu burung yang kian mengganas. 
Ketika ia di karantina dalam bentuk tahanan rumah ia masih juga protes kenapa 
para insinyur dan ahli perminyakan tidak mampu menghentikan semburan lumpur 
panas PT. Lapindo brantas yang sudah meluber kemana-mana dan telah berlangsung 
hampir setengah tahun. Ia juga menyalahkan ahli-ahli ekonomi karena sejak tahun 
1999 indonesia tidak pernah keluar dari krisis ekonomi. Ia juga menyalahkan 
para pemadam kebakaran yang tidak mampu memadamkan kebakaran hutan yang setiap 
tahun melanda sumatera dan kalimantan sehingga negara Singapura, Malaisya dan 
Brunai mengajukan nota protes kepada indonesia. 
Ia juga menyalahkan Menteri Energi dan Sumber Mineral karena harga minyak tanah 
dan bensin/solar setiap tahun naik. Ia juga menyalahkan polisi karena angka 
kriminalitas meningkat terus. Ia juga menyalahkan para ahli hukum yang tidak 
menegakkan hukum dengan benar. Ia menyalahkan sarjana-sarjana pertanian karena 
sampai saat ini indonesia masih mengimpor beras padahal banyak beras petani 
yang tidak dihargai secara layak. Bahkan ia menyalahkan masyarakat indonesia 
yang tidak bisa mencari 11 pemain sepak bola dari dua ratusan juta orang di 
Indonesia. Karena kerjanya yang hanya mencari-cari kesalahan sehingga sampai 
saat ini ia masih dijuluki “si mulut besar” dan masih dalam kerangkeng.
Raja kemudian mengangkat penasehat baru yang berasal dari korea. Penasihat baru 
ini akhirnya mengusulkan kepada raja untuk mamanfaatkan fasilitas kesehatan 
seperti puskesmas yang berbiaya murah, kartu askes untuk masyarakat miskin, dan 
program jaminan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penasihat yang baru ini juga mengusulkan dua alternatif kepada raja, pertama 
biaya berobat ke dokter praktek swasta diatur dalam regulasi dengan tarif tetap 
(fixed rate) artinya batas tarif maksimal untuk setiap pasien ditentukan dengan 
peraturan pemerintah, atau, kedua; tarif dokter diserahkan kepada mekanisme 
pasar. Artinya biaya berobat ke dokter praktek ditentukan berdasarkan kompetisi 
pasar seperti sekarang ini. 
Sampai saat ini Raja masih mempertimbangkan alternatif mana yang cocok untuk 
masyarakat yang dipimpinnya. 



---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke