mungkin sebelumnya dalam email saya ini akan menjelaskan sedikit mengenai amandel, semoga dapat bermanfaat bagi bapak nicholas.
amandel atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai pembesaran kelenjar tonsil palatina, ada beberapa kelenjar tonsil didaerah mulut, dimana kelenjar tonsil yang juga termasuk dalam kelompok limfonodi, yaitu kelenjar yang berfungsi sebagai pertahanan kekebalan tubuh (sistem imun), kelenjar ini dimulut ada 6 buah (1 kel tonsil faring, 1 pasang kel tonsil tuba, 1 pasang kel tonsil palatina, dan 1 kel tonsil lingualis) kesemuanya membentuk susunan seperti cincin. kelenjar ini dapat membesar oleh karena proses peradangan, yang artinya memang kelenjar itu sdang dalam proses melawan bakteri yang masuk, bila bakteri dapat tereliminasi maka kelenjar tersebut akan mengalami regresi kembali. tetapi ternyata proses peradangannya ini pada beberapa individu dapat menjadi berlebihan, sehingga pembesarannya menjadi relatif lebih besar dan lebih sensitif, terutama pada individu dengan riwayat alergi dan asma. bapak nicholas, menurut penelitian yang saya baca memang penyebab infeksi kelenjar tonsil paling banyak dari virus, tetapi pada beberapa keadaan seorang dokter dapat menilai apakah infeksi ini berasal dari virus atau bakteri, yaitu dari eksudat (cairan nanah yang muncul pada permukaan tonsil) atau pada gambaran infeksi kel tonsil yang relatif lebih merah, dan radang yang hebat. pada infeksi virus pemberian antibiotik tidak lah ada gunanya hanya akan menyebabkan resisten bakteri patologis yang ada dalam tubuh, sedangkan bila infeksi berasal dari bakteri maka pemberian antibiotik yang sesuai adalah terapi utamanya, biasanya penentuan jenis bakteri berdasarkan dari apusan faring (pemeriksaan lendir faring) ini penting juga dalam penentuan antibiotik yang tepat. menurut data empiris yang ada , antibiotik baris pertama yang digunakan adalah kelompok penicilin, bila ada riwayat alergi penicilin dapat dipilihkan kelompok eritromisin atau kloramfenikol. bapak nicholas penentuan umur dalam terapi pembedahan kelenjar tonsil adalah sgt penting, biasanya dokter THT akan menunggu pasien hingga umur 1 tahun, karena penting dalam pematangan sel limfosit B (salah satu sel yang berperan dalam sistim imun humoral), tetapi ada beberapa indikasi absolut dilakukan pembedahan : 1. bila pembesarannya menyebabkan sumbatan aliran udara yang masuk kedalam paru - paru, ditandai dengan tidur mendengkur dan ada periode tidur tanpa nafas (sleep apneu), bila mencapai keadaan ini biasanya dokter akan menyegerakan mengoperasi karena dapat menyebabkan komplikasi (penurunan suplai oksigen ke otak yang dapat mengganggu perkembangan otak), 2. Kronik dan berulang - ulang untuk pembiayaan, bapak dapat mengajukan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan asuransi ASKESKIN (tapi tentunya dengan kualitas peelayanan kelas 3) demikian info dari saya semoga dapat bermanfaa.. salam, Jumadi Santoso Pada tanggal 22/09/07, Nicholas <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Hallo rekan-rekan dokter.... > Saya di Jakarta, bapak dari seorang anak laki-laki umur 5 tahun 4 bulan. > Saya sedang susah dan khawatir, karena sayangnya saya, amandel anak > saya di kedua sisi tenggorokannya semakin membesar. > Kalau diperhatikan, malah tinggal sekitar 0,5 cm lagi ruang yang > tersisa utk dia bernafas atau menelan makanan. > Efeknya, kalau tidur suara dengkurannya terdengar keras. Saya tidak > merasa terganggu. Bahkan ingin selalu mencium kening dan pipinya > sesering mungkin supaya dia tahu, kalau bapaknya ini sangat sayang dan > ingin sekali supaya amandelnya tidak menyiksanya lebih lama lagi. > Dan juga supaya dia tahu, kalau bapaknya tidak merasa terganggu sama > sekali mendengar dengkurannya. Soalny, pernah satu kali, dalam keadaan > setengah tertidur (waktu itu dia baru saja mau tertidur) berkata: "Pah, > kalau aku tidur, Papah keberisikan yach....?" Maksudnya, suara > dengkurannya itu terlalu berisik utk papanya. Dia bilang lagi: "Ini > gara-gara amandel aku yach....Pa...?" > Saat itu, ingin sekali saya menangis keras....sekeras mungkin...Tapi > saya tahu, nanti itu malah mengganggu tidurnya. Lalu saya jawab: "Oh, > nggak nak....Papa nggak keberisikan kok. Nanti kalau Papa punya duit, > kita pergi berobat yach....Pasti nanti disembuhin dokter. Sekarang kita > tidur ya....Tidur yang enak yach..." > Rekan dokter, saya memang pegawai swasta yg penghasilannya tidak > seberapa besar. Tapi saya tahu, derita anak saya harus secepatnya > berakhir. Sudah sering saya pergi ke dokter umum di puskesmas atau > tempat praktek dokter yg berbiaya murah. Tapi tidak satupun yg bisa > membuat kempis amandelnya. Malah, setiap menebus obat selalu diberikan > antibiotik, yg menurut saya tidak perlu diberikan. Soalnya, saya sudah > bilang bahwa kondisi anak saya sedang sehat, dan cuma menginginkan > dokter tersebut memberikan obat yg bisa mengecilkan amandelnya. Tetapi, > mungkin krn faktor ego dokter tsb yg tidak ingin sama sekali dikoreksi > atau diragukan kemampuannya, atau ingin mendapatkan komisi yg lumayan > besar dari sales obatnya, akhirnya saya menebusnya juga. > Nada bicara hampir semua dokter sama. Terdengar seperti tidak ingin > ditentang. Seakan ingin berkata: "Kalau anda sudah datang berobat ke > saya, anda harus terima resep yang saya berikan. Atau anda tidak usah > datang ke sini lagi." > Saya juga bukan orang bodoh, tetapi saya pernah meminta pendapat > (second opinion)seorang dokter di puskesmas, bahwa antibiotik tidak > diperlukan apabila kondisi sang anak sedang sehat. Malah nanti bisa > menyebabkan dia kebal pada satu obat antibiotik tersebut. Obat > antibiotik itu bukan dari produsen yang berharga mahal. Hampir > dipastikan ada di setiap puskesmas. Mudah-mudahan Rekan dokter sekalian > tahu nama antibiotik yg saya maksudkan. > Saya juga tahu, bahwa fungsi amandel itu tidaklah kecil. Dia bertindak > sebagai penyaring kotoran atau kuman yang akan masuk ke tenggorokan. > Hampi mirip fungsinga denga bulu di lubang hidung. Kalau di operasi, > selain biayanya tidak sedikit, resikonya saya tahu, akan membuat anak > saya rentan terhadap penyakit. > Saya lelah....lelah....Pergi berobat, tetapi tidak malah membuat > amandel anak saya mengecil. Malah, selalu diberikan antibiotik bermerk > sama. Meskipun saya bilang ke dokter tersebut bahwa anak saya sudah > sering meminum obat tersebut. > Hahhhh......Harus berapa lama lagi saya melihat anak saya tersiksa > ketika tidur, atau waktu dia menelan makanannya...????? > Saya pernah menemukan millis yg mereferensikan seorang dokter spesialis > anak di daerah Bekasi, yg berdasarkan pengalaman anggota millis > tersebut, dapat mengempiskan amandel anaknya. Tapi sudah berulang kali > saya cari lagi millis tersebut, tidak saya temukan lagi. > Tolonglah rekan dokter sekalian. Beri saya solusi terbaik, untuk > mengurangi atau bahkan menghapus derita anak saya. Mudah-mudahan ada > seorang saja rekan dokter yang bisa memberikannya. Saya sangat > mengharapkannya. Apalagi apabila ada Rekan dokter sekalian yang sudah > mempunyai anak. Pasti bisa merasakan apa yang saya rasakan ini. > > > [Non-text portions of this message have been removed] Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
