Yang saya ketahui sebagai orang awan yang bukan dokter, adalah :
ada bermacam-macam obat antara lain adalah yang menghilangkan rasa sakit, 
misalnya sakit kepala, yang sebenarnya hanya menghilangkan rasa sakit dengan 
tujuan dengan tidak merasa sakit, maka tubuh akan berusaha lebih cepat dalam 
menyembuhkan dirinya sendiri.
Kalau ternyata menjadi sembuh, itu berarti tubuhnya bisa menyembuhkan diri 
sendiri dalam periode si obat berreaksi bisa menghilangkan rasa sakit.  Kalau 
periodenya kurang, maka sakitnya akan muncul lagi.
Ada juga obat yang memang mengobati suatu penyakit.
Ada juga "obat" yang secara psikologi, menyembuhkan, misalnya kalau ke dokter, 
kalau belum disuntik, tidak sembuh.  Atau kalau tidak minum vitamin ini dan itu 
berupa suplemen, badan menjadi lesu.

Salam.

  ----- Original Message ----- 
  From: Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD. 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, February 20, 2008 11:02 AM
  Subject: Re: [Dokter Umum] Tentang Madu (kamuflase penyakit)


  Hello Agus,
  Kalau anda membaca samapi pada kalimat berikutnya n tdk dipenggal, maka 
  akan jelas terlihat dg contoh tersebut:
  "

  kalau ada obat yg mujarab utk segala macam penyakit, 
  maka obat itu bukan obat penyembuh tetapi obat yg mengkamuflase 
  penyakitnya sendiri.
  Contoh soal adalah obat sakit kepala, dimana sakit kepala bukan suatu 
  penyakit melainkan pertanda adanya penyakit, lalu minum obat sakit 
  kepala, dan hilang sakit kepalanya, mujarab tetapi sakit sebenarnya 
  masih ada yg bukan sakit kepala

  Artinya, bahwa obat tersebut hanya melihat sakit kepalanya saja, pada 
  hal dibalik itu masih sangat banyak interaksi fisiologisnya sampai pada 
  munculnya sang sakit kepala, artinya bahwa dg obat sakit kepala 
  dinyatakan sembuh sakit kepalanya, tetapi yg mengalami gangguan sebagai 
  penyebabnya tdk tersentuh sama sekali.
  Saya ambil contoh lain yg sekarang lagi marak di Amrik, kalau datang 
  bulan, maka akan kelimpungan sementara org dg sakit baik kepala, 
  migraene, perut melilit dlsbnya, maka kemduian dicari penyeybanya adalah 
  karena ada menstruasi maka ybs menderita sakit tersebut.
  Benar bukan? kan sdh dicari penyebabnya yaitu menstruasi, kalau begfitu 
  kalau ybs tdk menstrual tentu tdk sakait kepala dan gangguan lainnya?
  Jadi mentrualnya di stop dg sangat baik menggunakan stimuli chemical yg 
  mempengaruhi mentrual ybs.
  Artinya apakah kasus terselesaikan?
  Tentu saja tdk, karena problematik yg menimpa setiap org tentu tdk sama, 
  karena sekali lagi manusia itu UNIQUE; jadi dg obat menghentikan 
  menstrual tersebut maka akan muncul lagi hal lainnya yg bisa saja lebih 
  berbahaya bagi ybs.
  Jadi penyelesaian simple tetapi problematik bertambah, hampir seperti 
  kisah kabayan yg pandai menjaual periuk tanah.
  (Kalau belum tau ceritanya minta n akan saya postingkan dlm bentuk OOT)
  Sampai pada titik dimana kemungkinan dg pertambahan problem tadi maka 
  akan sangat sukar utk disembuhkan lagi.
  Ketika masih baru, tentu tdk ada problem, sama seperti soy juice (yg 
  dianamakan susu soya).
  Balik pada contoh, bayangkan bahwa ybs merasa nikmat karena setiap bulan 
  terbebas dari sakit yg sebenarnya problemnya bukan karena mestrual 
  tetapi ada berbagai kendala yg _malas _utk ditelusuri saya katakan malas 
  karena setiap org problemnya tdk sama, jadi kasus perkasus mesti diteli 
  dg baik baru bisa disembuhkan, jadi jalan pintas dg kemalasan, diberikan 
  obat stop menstrual.
  Hasilnya, karena tubuh diinterfrensi dg chemical yg membatasi utk tdk 
  menstrual, jadilah secra natural tubuh melakukan upaya perbaiakn, karena 
  siklus mestinya datang, kenapa tdk datang? begitu kata tubuh, maka dg 
  upaya demi upaya, dilakukan tubuh utk menetralisir apa yg terjadi, 
  smentara yg pnmuya tubuh dg senangnya tiap bulan menunda atau meniadakan 
  menstrualnya (supaya ndak sakit). nah anda bisa bayangkan betapa 
  kacaunya tubuh yg pintar ini utk menyesuaikan kandungan berabagai bahan 
  pengaturan agar menstual bisa kembali teratur datang tetapi tetap tdk 
  datang karena tetap diinterfrensi kan?

  Jadi pertanyaan anda apakah obat berteman dg penyakit??? bisakah anda 
  jawab sendiri dg apa yg saya tulis diatas???
  Semoga bermanfaat,
  Wassallam,
  PS. ikutlah bersama member donasi dalam kontribusi koneksi internet agar 
  saya bisa terus melayani anda, karena dg demikian saya tau anda 
  membutuhkan jawaban saya, dan jawaban saya bermanfaat bagi anda.
  Utk memebr donasi, terima kasih utk tetap membantu saya.

  Syaifullah Agus Setyo Nugroho wrote:
  > "...kalau ada obat yg mujarab utk segala macam penyakit, 
  > maka obat itu bukan obat penyembuh tetapi obat yg mengkamuflase 
  > penyakitnya sendiri. "
  >
  > Dokter Dony, saya bingung dengan maksud kalimat diatas. Apa maksudnya, obat 
tersebut "berteman" dengan penyakitnya ?.
  >
  > Wassalam,
  >
  > Agus
  >
  > "Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Hello Rin,
  > Pernah kah ada testimoni ttg kegagalan produk yg diangkat, kemudian 
  > dicari tau kenapa bisa gagal?
  > Jawabnya tdk pernah!
  > Yg selalu ada adalah keberhasilan agar produknya bisa laku n anda 
  > sebagai unjung trombak bisa yakin n mempromosikan produk tadi agar 
  > upline anda bisa bertambah kaya, dg komisi yg anda kerjakan buat dia, 
  > dan anda getol mencari DL agar anda juga bisa dihidupkan oleh DL anda 
  > (begitukan cara kerja MLM?)
  > Saya selama hidup saya belum pernah mau berpromosi seuatu sebelum saya 
  > yakin pasti produk kesehatan tersebut bermanfaat dan berguna serta tdk 
  > mencelakakan org lain; n karena itu ketika sasya dimasukan kedalam 
  > kelompok2 tertentu, tdk atas permintaan saya, maka sayalah yg paling 
  > rewel dg berabagi pertanyaan samapi produk tersebut menjadi jelas baik 
  > isi kandungan, maupun apa yg berbahaya bagi pengguna produk yg tdk di 
  > tampilkan.
  > 
  > Sementara utk produk2 yg benar bermanfaat, saya gunakan utk pasien yg 
  > benar2 membutuhkannya sesuai dg kebutuhan terhadap kandungan dg manfaat 
  > yg bisa di pergunakan utk kesembuhan dan perbaikan tubuhnya.
  > Dg demikian, saya menjadi sukar utk menaggapi pertanyaan anda apakah 
  > produk yg anda dengar adalah prdouk yg sekedar iklan, atau benar2 
  > bermanfaat?????
  > Ambil contoh dlm judul produk diatas; Madu, apakah anda tau bahwa madu 
  > yg anada gunakan adalah benar2 madu yg baik?
  > Apakah anda tau bahwa madu itu cocok bagi org yg anda tawarkan?
  > Apakah anda pasti bahwa ybs setelah mengkonsumsi produk itu lalu tdk ada 
  > reaksi alergy tubuh yg bisa menyebakan kematian baginya tdk terjadi?
  > Itu sekelumit kalau sang madu asli; nah kalau madu tersebut hasil rekayasa?
  > Apakah anda tau bahwa kekentalan madu adalah asli madu, ataukah dlm 
  > produses produk telah dicampurkan dg bahan kimia pengental seperti CMCM, 
  > yg kemudian ketika warna berubah ditambahkan dg bahan pewarna?
  > Apakah anda tau bahwa manis madu yg anda distributkan tersebut adalah 
  > bnenar manis yg dibuat atau manis yg dikandung oleh madu dan tanpa 
  > penambahan bahan2 lain sebagai pemanisnya, misalnya gula tebu?
  > Apakah dan masih banyak apakah yg perlu anda tanyakan sebelum anda 
  > samapi pada hal:
  > Apakah benar bermanfaat bagi tubuh anda dg madu tersebut, ataukah malah 
  > membuat hormon anda porak poranada karena nya?
  > Apakah hanya madu yg anda pakai sebagai bahan zat gula bagi tuibuh anda, 
  > atauakah madu merupakan tambahan zat gula yg sebenarnya tdk anda 
  > butuhkan kerna anda sdh menggunakan banyak zat gula di teh, kopi, 
  > makanan, minuman, kue2 dstnya???
  > Apakah reaksi tubuh anda memberikan anda sehat dan bukan menambah 
  > timbunan lemak anda sebagai akibat dari zat gula yg tdk terpakai dan 
  > diolah utk disimpan tubuh sebagai cadangan yg kemudain tdk pernah terpakai?
  > 
  > Perlu anda ingat bahwa manusia adalah mahluk yg sangat berbeda dg mahluk 
  > ciptaan Tuhan lainnya, manusia ber akalbudi, penegtahuan dan kepandaian, 
  > manusia juga diberikan tugas menguasi bumi ini dg segala isinya; artinya 
  > bahwa dg kepandaian, akalbudi, kebijaksanaan manusia perlu belajar, 
  > mengerti mengamalkan semua pengetahuan yg ada, bagi kesejahteraan 
  > manusia juga.
  > Sementara saya juga bukan pendeta, pastur, kiayi atau pemuka agama 
  > manapun yg dg demikian apa yg saya sampaikan wajib diikuti, akan tetapi 
  > menurut apa yg saya pelajari, kalau ada reaksi tubuh yg karena sang madu 
  > membuat ybs mengalami kenaikan berat badannya meningkat, maka perlu 
  > disikapi apa yg terjadi sehingga berat badan tadi naik; apakah, lagi2 
  > apakah, yg bertamabah ototnya, atau lemaknya?
  > Kalau lemaknya, maka berarti bahya mengancam, karena lemak dan 
  > penyumbatan karena lemak merupakan musuh yg menjadikan manusia menderita 
  > kelainan jantung!
  > 
  > Satu hal lagi Rin, kalau ada obat yg mujarab utk segala macam penyakit, 
  > maka obat itu bukan obat penyembuh tetapi obat yg mengkamuflase 
  > penyakitnya sendiri.
  > Contoh soal adalah obat sakit kepala, dimana sakit kepala bukan suatu 
  > penyakit melainkan pertanda adanya penyakit, lalu minum obat sakit 
  > kepala, dan hilang sakit kepalanya, mujarab tetapi sakit sebenarnya 
  > masih ada yg bukan sakit kepala.
  > Dg demikian mudah2an jawaban saya ini bisa masuk akal sehat dan berguna,
  > Wassallam,
  > 
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  > 

  -- 

  "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke