|
"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah
Allah!..." (Mazmur 46 : 11a)
|
Matius
7:21-23
MENANTI
DENGAN DIAM
Gerbang Desember hari ini kita masuki
kembali bersama kesibukan-kesibukan Natal yang mulai bermunculan. Di rumah, di gereja, di sekolah atau pun di
tempat kerja. Natal pun menjadi sumber rupa-rupa bisnis dan rejeki. Pohon
Natal, bingkisan Natal, kartu Natal, kue Natal, diskon Natal, tour Natal,
pesta Natal, dan entah apalagi yang bisa "berbaju Natal".
Kalau Yesus datang ke Natal jaman ini, mungkinkah Dia akan melontarkan
pertanyaan yang sulit yang tak mampu kita jawab, "Apa hubungannya
semua ini dengan kelahiran-Ku ?"
Pada bulan ini pun kita akan melantunkan "Malam Kudus, sunyi
senyap", entah berapa banyak kali. Namun sesungguhnya kita sering
telah kehilangan keteduhan Natal. Hati kita hiruk pikuk dengan masalah-masalah kehidupan, kekuatiran,
ketegangan, kesulitan, pekerjaan dan berbagai tantangan lain. Tubuh kita
lelah dengan aneka ragam persiapan Natal yang gerejawi maupun yang bukan. Bahkan tidak mustahil, justru Natal
yang seharusnya membawa kedamaian bagi dunia, malah menimbulkan konflik. Di
antara anggota panitia penyelenggara tidak ada sepahaman tentang konsep
acara dan cara kerja yang tidak harmonis.
Mazmur 46 mengingatkan Anda dan saya untuk berdiam dan tenang, meneduhkan
hati supaya bisa merasakan kehadiran Imanuel, Allah yang menyertai kita
yang mampu menenangkan samudra kehidupan kita supaya hati kita menjadi
tempat bagi kehadiran-Nya. Agar damai sejahtera sorgawi kita rasakan.
Refleksi:
Tuhan,
datanglah ke hatiku, dalam hidupku. Tolonglah aku merayakan Natal tahun ini dengan sungguh-sungguh menjadikan hatiku palungan-Mu.
Amin.
Menelusuri
Alkitab setiap hari: Kisah Para Rasul 8:20-23
|