|
"… dan mereka akan menamakan Dia Imanuel -
yang berarti : Allah menyertai kita…." (Matius 1 : 23)
|
Matius
1:18-25
IMANUEL,
ALLAH MENYERTAI KITA
Orang sering keliru memahami arti penyertaan Allah. Penyertaan-Nya sering
diartikan sebagai perubahan dari yang tidak baik menjadi yang baik, yang
miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sehat, dll. Memang Allah Mahakuasa,
tak ada yang mustahil bagi-Nya. Tetapi Allah tidak pernah menjanjikan bahwa
penyertaan-Nya selalu berarti yang tidak baik menjadi baik.
Yusuf dan Maria adalah orang-orang yang disertai Tuhan. Itu pasti! Malaikat
Tuhan menyapa Maria sebagai seorang yang 'beroleh kasih karunia' di hadapan
Allah. (Lukas 1 : 30). Dan Yusuf? Di dalam pergumulannya untuk memutuskan
pertunangannya dengan Maria memperoleh petunjuk dari Tuhan (Matius 1 : 20). Allah menyertai dan bersama mereka. Bahkan mereka dipakai Allah
untuk melaksanakan karya keselamatan-Nya bagi dunia ini. Namun Alkitab
tidak menceritakan bahwa perekonomian mereka segera berubah menjadi lebih
baik. Yusuf tetap sebagai tukang kayu yang tiap hari berjuang untuk
kehidupannya. Maria tetap sebagai wanita sederhana. Mungkin karena itu
mereka ditolak di penginapan-penginapan Betlehem dan seseorang berani
menawarkan kandang domba miliknya untuk menginap.
Allah menyertai kita memang tidak selalu berarti usaha kita pasti sukses.
Tidak selalu berarti hidup enak berlimpah harta. Janji Allah adalah Ia akan
bersama kita menghadapi perjuangan hidup, entah ringan atau pun berat.
Allah akan memelihara kita hari demi hari dalam kekurangan atau pun
kelimpahan kita.
Refleksi:
Terimakasih
Bapa untuk penyertaan yang utuh dan
menyeluruh
dalam hidup kami. Amin.
Menelusuri
Alkitab setiap hari: Yohanes 1:29-31
|