|
June 24, 2005
Inadequate Treatment
They have also healed the hurt of My people
slightly, saying, "Peace, peace!" when there is no peace. —Jeremiah
6:14
|

A sprained ankle,
so common during summer activities, can cause lingering problems if not
properly treated. Minor sprains respond well to RICE: rest, ice, compression,
and elevation. But people who ignore a serious sprain and keep going in spite
of the pain run the risk of a greater injury.
A
podiatric surgeon says we often get used to sprains and put up with them, but
"even minor sprains should be rehabilitated so they don't happen
again." And, of course, a major injury always requires proper treatment.
When
Jeremiah spoke the Lord's message against the corrupt spiritual leaders of Judah,
he said: "They have also healed the hurt of My people slightly, saying,
'Peace, peace!' when there is no peace" (Jeremiah 6:14). He repeated the
accusation of inadequate treatment for serious spiritual injury in 8:11, then
asked, "Is there no balm in Gilead, is there no physician there . . . for
the health of the daughter of my people?" (v.22).
Jeremiah's
searching question inspired an old spiritual that proclaims the message of hope
and forgiveness we still need today: "There is a balm in Gilead to make
the wounded whole; there is a balm in Gilead to heal the sin-sick soul."
That balm
is the healing power of Jesus for our deep wound of sin. Have you applied His
balm? —David McCasland
Sometimes
I feel discouraged, and think my work's in vain,
But then the Holy Spirit revives my soul again.
There is a balm in Gilead to make the wounded whole;
There is a balm in Gilead to heal the sin-sick soul. —Trad.
The Great Physician always has the
right remedy.
|
Jumat, 24 Juni
Perawatan yang Tak Memadai
Mereka mengobati luka umat-Ku
dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!,
tetapi tidak ada damai sejahtera (Yeremia 6:14)
|
Bacaan: Yeremia 6:10-19
Setahun: 2
Raja-raja 7-10
Pergelangan kaki yang terkilir
adalah hal yang biasa terjadi. Tetapi itu dapat menimbulkan masalah yang tak
kunjung usai jika tak ditangani dengan baik. Orang yang terkilir ringan akan
lebih baik jika beristirahat, dikompres es, dan kakinya diangkat. Namun,
orang yang terkilir tetapi mengabaikannya dan terus beraktivitas meski
kesakitan, dapat terkilir lebih parah.
Seorang ahli bedah kaki mengatakan
bahwa kita sering terbiasa dengan terkilir dan membiarkannya, padahal “kaki
terkilir yang paling ringan seharusnya diobati agar tidak kambuh lagi”.
Selain itu, luka yang parah tentunya butuh perlakuan layak.
Ketika Yeremia menyampaikan pesan
Tuhan untuk menentang para pemimpin Yudea yang jahat, ia berkata, “Mereka
mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera!
Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14). Ia sekali
lagi menyalahkan perawatan yang tak memadai atas luka rohani parah di pasal
18:11, lalu bertanya, “Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di
sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka putri bangsaku?” (ayat
22).
Pertanyaan Yeremia yang menyelidik,
mengilhami rohaniwan tua yang menyatakan pesan pengharapan dan pengampunan
yang masih kita perlukan: “Ada balsam di Gilead untuk mengobati semua yang
terluka; ada balsam di Gilead untuk menyembuhkan jiwa yang sakit karena
dosa.”
Balsam itu kuasa Yesus yang
menyembuhkan luka kita yang dalam akibat dosa. Sudahkah Anda mengoleskan
balsam-Nya? —DCM
SANG TABIB AGUNG SELALU MEMILIKI OBAT YANG TEPAT
|
Yeremia 6:10-19
6:10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau
memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat
mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak
menyukainya!
6:11 Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah
menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan
teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan
ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya.
6:12 Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang
dan isteri-isteri mereka. --"Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku
melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN.
6:13 Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya
mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu.
6:14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai
sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
6:15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi
mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu
mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung
jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN."
6:16 Beginilah firman TUHAN: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan
lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,
tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka
berkata: Kami tidak mau menempuhnya!
6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah
bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
6:18. Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa
yang akan terjadi atas mereka!
6:19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan
malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak
memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
---- LSpots keywords ?>---- HM ADS ?>
<--------------------------------------------------------------------------->