%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          e-Santapan Harian
         Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
DIKIRIM
KEPADA : [EMAIL PROTECTED]


Tanggal: Kamis, 30 Juni 2005
Ayat SH: 2Raja-Raja 15:1-26

Jangan terapkan cara dunia dalam gereja
     Dalam bacaan ini kita melihat empat kali pergantian raja Israel
     dalam kurun waktu 20 tahun 7 bulan, yaitu:

1) Zakharia memerintah selama 6 bulan (ayat 8-12);

2) Salum memerintah selama satu bulan (ayat 13-16);

3) Menahem memerintah selama 10 tahun (ayat 17-21);

4) Pekahya memerintah selama sepuluh tahun (ayat 23-26).

Di antara keempatnya, Salum adalah raja yang memerintah paling
     singkat (dalam jajaran para raja Israel, ia menduduki peringkat
     kedua setelah Raja Zimri yang hanya memerintah selama satu
     minggu). Proses peralihan kepemimpinan ini diwarnai dengan
     persepakatan keji dan pertumpahan darah, yaitu: Zakharia dibunuh
     Salum (ayat 10), Salum dibunuh Menahem (ayat 14b), dan Pekahya
     dibunuh Pekah (ayat 25). Alkitab juga mencatat bahwa mereka
     melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan tidak menjauh dari
     dosa-dosa Yerobeam. Pada waktu itu, penderitaan Israel bukan
     hanya dalam masalah politik dan keamanan, tetapi juga karena
     keterpurukan ekonomi. Pada masa Menahem, ia membebankan hutang
     negara sebesar 1000 talenta perak kepada rakyat. Uang rakyat ini
     dipakai Menahem untuk menyogok raja Asyur (ayat 20).

Sementara itu di kerajaan Yehuda, Raja Amazia digantikan oleh
     anaknya, Azarya. Alkitab mencatatnya sebagai raja yang melakukan
     apa yang benar di mata Tuhan (ayat 3). Selama pemerintahannya,
     Azarya berhasil merebut dan membangun kembali kota Elat (ayat
     14:22). Meski demikian, Azarya juga tidak menyingkirkan
     bukit-bukit pengorbanan sehingga bangsa itu tetap beribadah di
     sana. Akibatnya, Tuhan menimpakan tulah penyakit kusta atasnya
     sehingga ia harus diasingkan sampai hari kematiannya (ayat
     15:5).

Berebut kekuasaan dengan cara saling menjatuhkan dan melakukan
     berbagai trik kejahatan sudah biasa dalam kancah politik dunia.
     Orang Kristen dan Gereja dipanggil untuk berlaku sebaliknya,
     menyatakan kasih dan keadilan Allah.

Renungkan:
     Pemimpin dunia berebut takhta karena ambisi, pemimpin gereja
     melayani karena anugerah-Nya.


e-SH versi web:          http://www.sabda.org/publikasi/sh/2005/06/30/
e-SH versi web:                     http://www.in-christ.net/sh/30.htm
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ayat Alkitab:           http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=2Raja+15:1-26

     2Raja 15:1-26

  1. Dalam tahun kedua puluh tujuh zaman Yerobeam, raja Israel,
     Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja.
  2  Ia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan
     lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama
     ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.
  3  Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang
     dilakukan Amazia, ayahnya.
  4  Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan.
     Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di
     bukit-bukit itu.
  5  Maka TUHAN menimpakan tulah kepada raja, sehingga ia sakit
     kusta sampai hari kematiannya, dan tinggal dalam sebuah rumah
     pengasingan. Dan Yotam, anak raja, mengepalai istana dan
     menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.
  6  Selebihnya dari riwayat Azarya, dan segala yang dilakukannya,
     bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja
     Yehuda?
  7  Kemudian Azarya mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek
     moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota
     Daud. Maka Yotam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
  8. Dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Azarya, raja Yehuda,
     Zakharia, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia
     memerintah enam bulan lamanya.
  9  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah
     dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa
     Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
10  Salum bin Yabesh mengikat persepakatan melawan dia, membunuh
     dia di Yibleam, kemudian menjadi raja menggantikan dia.
11  Selebihnya dari riwayat Zakharia, sesungguhnya semuanya itu
     tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
12  Bukankah begini firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada Yehu:
     "Anak-anakmu sampai kepada keturunan yang keempat akan duduk di
     atas takhta Israel!" Dan terjadilah demikian.
13  Salum bin Yabesh menjadi raja dalam tahun yang ketiga puluh
     sembilan zaman Uzia, raja Yehuda. Ia memerintah sebulan lamanya
     di Samaria.
14  Sesudah itu majulah Menahem bin Gadi dari Tirza, lalu sampai
     ke Samaria. Ia membunuh Salum bin Yabesh di Samaria, kemudian
     menjadi raja menggantikan dia.
15  Selebihnya dari riwayat Salum dan persepakatan yang
     diadakannya, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab
     sejarah raja-raja Israel.
16  Pada waktu itu, dengan mulai dari Tirza, Menahem
     memusnahkan Tifsah dan semua orang yang ada di dalamnya serta
     daerahnya, sebab orang tidak membuka pintu kota baginya. Maka
     dimusnahkannyalah kota itu dan dibelahnya semua perempuannya yang
     mengandung.
17  Dalam tahun ketiga puluh sembilan zaman Azarya, raja
     Yehuda, Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah
     sepuluh tahun lamanya di Samaria.
18  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sepanjang umurnya
     ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang
     mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
19  Pul, raja Asyur, datang menyerang negeri itu, lalu Menahem
     memberi seribu talenta perak kepada Pul, supaya dibantunya dia
     mengokohkan kerajaan itu di tangannya.
20  Menahem mengeluarkan uang ini atas beban Israel dan atas
     beban semua orang yang kaya raya untuk diberikan kepada raja
     Asyur: lima puluh syikal perak dari setiap orang. Lalu pulanglah
     raja Asyur dan ia tidak tinggal di sana, di negeri itu.
21  Selebihnya dari riwayat Menahem dan segala yang
     dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah
     raja-raja Israel?
22  Kemudian Menahem mendapat perhentian bersama-sama dengan
     nenek moyangnya. Maka Pekahya, anaknya, menjadi raja menggantikan
     dia.
23  Dalam tahun kelima puluh zaman Azarya, raja Yehuda,
     Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia
     memerintah dua tahun lamanya.
24  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh
     dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang
     Israel berdosa pula.
25  Lalu perwiranya, yakni Pekah bin Remalya, mengadakan
     persepakatan melawan dia dan membunuh dia di Samaria di puri
     istana raja; beserta dia ada Argob dan Arye serta lima puluh
     orang dari bani Gilead; dibunuhnyalah Pekahya, kemudian menjadi
     raja menggantikan dia.
26  Selebihnya dari riwayat Pekahya dan segala yang
     dilakukannya, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab
     sejarah raja-raja Israel.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
    Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
             e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
            (e-SH) [EMAIL PROTECTED]
---

Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai
[EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke
[EMAIL PROTECTED]



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/eben-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke