> Sejak Aceh dijungkirbalikkan Allah, mata orang Aceh terbuka terhadap
> Nasrani, ternyata apa yang selama ini mereka dengar mereka kira tidak
> seperti apa yang mereka bayangkan. Kalau dulu sejak bayi lahir, orang
> tua mereka sudah menjejalkan pikiran bahwa agama Kristen itu kafir dan
> orang Kristen itu jahat. Tetapi sekarang terbalik, persekutuan muncul
> dimana-mana, orang-orang Aceh haus akan kebenaran - kebenaran dari
> Yesus Kristus. Gelombang pertobatan terjadi hampir setiap saat di bumi
> Aceh saat ini, tetapi kabar baik ini membuat kalangan brigade putih
> cemas, saking cemasnya mereka sedang dan sudah mulai merencanakan
> pengalihan penerapan syariat 'I' ke daerah Jawa Barat. Mengapa harus
> Jawa Barat? Karena Jawa Barat adalah propinsi yang terdekat dengan Ibu
> Kota, propinsi yang paling banyak penganut agama sepupu, dan secara
> sosial budaya telah mereka pelajari: bahwa orang-orang Jawa Barat
> sangat cepat tersulut emosinya sehingga gampang sekali dikendali.
>
> Setelah merasa gagal penerapan SI di Aceh, gagal di Ambon, gagal di
> Poso mereka mulai melirik Jawa Barat, apa yang harus mereka perbuat,
> yang paling sederhana adalah memanfaatkan peraturan pemerintah yang
> banyak kelemahan itu untuk menerabas menutup pintu-pintu gereja mulai
> dari pinggiran sampai kepada pusat kota. Dengan menghalangi sejumlah
> kegiatan ibadah. Mereka berharap iman Kristiani mundur karena takut -
> takut ancaman, takut aniaya, takut penyerangan, takut intimidasi.
> Saudara, saya mau tanya apakah ketakutan dunia ini akan memisahkan
> kita dari cinta dan kasih Yesus? Saya harap di sini tidak ada, kalau
> ada perasaan itu. Bertobatlah hari ini. Saya juga tahu di beberapa
> daerah dengan sistematis dan diam-diam dilakukan 'pendataan' keadaan
> gereja, siapa saja pendetanya siapa saja jemaatnya, mana yang masih
> suka berbuat tidak senonoh tapi masih ke gereja. Orang-orang ini
> menyusup ke dalam dan beberapa menggauli wanita Kristen sampai hamil
> akhirnya diajak 'menyeberang'. Dengan metode inipun gagal karena Tuhan
> itu benteng kekuatan kita. Saudara kalau tidak waspada, ingatlah bahwa
> ini adalah akhir zaman di mana-mana ada peningkatan aniaya terhadap
> yang mengaku Kristen
>
> kalangan tentara,  sekarang lebih takut kepada pasukan putih daripada
manusia
> manapun, mereka dengan leluasa mengambil tindakan sepihak dengan dalih
> agama. Kenapa kalian diamkan saja. Apa kalian lebih takut pada mereka
> daripada Tuhan? Tapi mereka hanya senyum tersipu-sipu. Ok kita kembali
> ke Jawa Barat.
>
> Jika Jawa Barat berhasil dengan metode kasar maupun halus, maka ini
> akan menjalar ke daerah lain, hingga ke seluruh daerah Indonesia. Saat
> ini kita yang hidup di Jawa Barat bagaikan tentara di baris terdepan
> medan perang. Saudara saya ingatkan JANGAN LAGI TERLENA dengan keadaan
> baik di gereja Saudara. Saudara harus sungguh berdoa, setiap waktu
> BERDOA! Karena kita berperang bukan melawan darah dan daging, tetapi
> kekuatan yang tidak terlihat yakni semua tentara iblis. Biarlah
> gereja-gereja Jawa Barat bangkit dan mulai berdoa. Ya berdoa dan
> waspada, jangan membiarkan membuat celah terhadap hal-hal sepele.
>
> Saya ingat suatu ketika ada gereja ditutup gara-gara hanya anak-anak
> muda dan sekolah minggunya sedikit gaduh di sekitar lingkungan
> perumahan sekitar gereja, jangan sampai hal sekecil apapun saat ini
> dibiarkan sehingga bakal dijadikan hal besar. Jangan membuka celah dan
> hari-hari ini saya ingatkan kepada Saudara waspada terhadap setiap
> keadaan, jangan beri kesempatan kepada si iblis karena hal kecil
> apapun oleh sepupu kita akan dijadikan alasan untuk membuat gara-gara.
> Terlebih keturunan dari golongan sakit hati ini sedang tertekan dalam
> ekonomi, tertekan kesejahteraannya dan bahkan banyak mereka untuk
> sesuap nasipun sangat susah mendapatkannya.
>
> Saya bertanya apakah mata gereja terbuka untuk mereka, apakah setelah
> bertahun-tahun ada dampak yang dirasakan oleh mereka yang tinggal
> disekitar gereja, kalau belum pernah mulailah dengan cara memberi
> bukan hanya materi tetapi juga perhatian kepada mereka. Mereka itu
> sudah jenuh, dan juga bertanya-tanya kenapa kehidupan Nasrani tetap
> baik bahkan lebih baik sedangkan mereka makin lama makin sulit, sebab
> apa? Karena selama kelakukan mereka menganiaya Yesus, melecehkan
> firman hukuman Allah tidak akan beranjak dari negeri ini. Biar ada
> bantuan dari manapun dan pakai metode apapun negara ini tetap dalam
> keterpurukan bahkan makin parah. Kutuk itu tetap ada atas negeri ini
> karena ulah orang-orang yang demikian. Mengerikan bukan Saudara?
> Sedangkan anak-anak Tuhan tetap terpelihara. Inilah yang menjadi
> kontradiktif sekali bagi mereka, matanya bukan terbuka kepada Allahnya
> orang Kristen tapi malah menganiaya orang Kristen karena kecemburuan,
> ketakutan kehilangan umat, dan memang mereka merasa kehilangan sebab
> sejak tahun 1997 sejak krisis mereka telah 'kehilangan' sekitar 27%
> yakni menjadi anak-anak Yesus Kristus - Dan banyak diantara mereka
> tidak diinjili tapi mereka langsung didatangi oleh Sang Penguasa Jagad
> Raya yaitu Yesus sendiri.
>
> Oleh sebab itu Saudaraku mari, berdoa untuk mereka berdoa agar
> pandangan gereja berubah berdampak kepada lingkungan sekitar, bukan
> menjauhi tetapi menjemput mereka setidak-tidaknya mereka tercelik
> dengan perbuatan umat Nasrani. Jangan sampai Tuhan turun tangan
> seperti di Aceh. Saya percaya transformasi akan terjadi bila ada
> pengorbanan, tanpa pengorbanan tidak ada mujizat. Oleh sebab itu
> Saudara bila telah berjuang berdoa, berkelakuan baik menuruti firman
> tetapi aniaya tetap datang, bersukacitalah karena dengan demikian
> PASTI akan terjadi sesuatu yang baik dari Tuhan. Bagi Saudara, bagi
> gereja dan bagi bangsa ini.




================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke