TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Pada suatu saat kita akan bertemu dan bertatap muka dengan Kristus dan mampu melihat dengan perspektif Allah. Mari kita menantikan keistimewaan yang menakjubkan"
Selasa, 13 September
Berjalan dalam Debu-Nya
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya ... lalu mengikuti Dia (Markus 1:20)
Bacaan: Markus 1:16-20
Setahun: Yehezkiel 8-11
Pada abad pertama, seorang Yahudi yang ingin menjadi murid seorang rabi (guru) harus meninggalkan keluarga dan pekerjaannya untuk mengikuti sang rabi. Mereka akan menjalani hidup bersama selama 24 jam setiap hari. Mereka akan berjalan dari satu tempat ke tempat lain, mengajar dan belajar, serta bekerja. Mereka berdiskusi dan menghafalkan Kitab Suci serta menerapkannya dalam hidup mereka.
Panggilan menjadi seorang murid, seperti yang dijelaskan dalam berbagai tulisan Yahudi pada zaman mula-mula mengenai etika dasar, adalah "menyelubungi dirinya dalam debu kaki [sang rabi]", meneguk setiap perkataannya. Ia mengikuti rabinya dengan begitu dekat sehingga ia akan "berjalan dalam debunya". Dengan melakukan hal itu, ia akan menyerupai sang rabi, gurunya.
Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes mengetahui bahwa ini merupakan tipe hubungan yang diinginkan oleh Yesus ketika Dia memanggil mereka (Markus 1:16-20). Jadi, mereka pun segera meninggalkan pekerjaan mereka dan "mengikuti Dia" (ayat 20). Selama rentang waktu tiga tahun mereka bergaul karib dengan-Nya. Mereka mendengarkan pengajaran-Nya, menyaksikan berbagai mukjizat-Nya, mempelajari berbagai prinsip-Nya, dan berjalan dalam debu-Nya.
Sebagai pengikut Yesus yang hidup pada zaman ini, kita pun dapat "berjalan dalam debu-Nya". Dengan meluangkan waktu untuk mempelajari dan merenungkan firman-Nya serta menerapkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, kita akan menjadi seperti rabi kita—Yesus –AMC
IMAN DALAM KRISTUS TIDAK HANYA SATU LANGKAH
TETAPI PERJALANAN SEUMUR HIDUP BERSAMA-NYA
Markus 1:16-20
1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
13
S E L A S A
Tekun Bertahan -- I Korintus 10: 9-13
Tuhan telah menyediakan berbagai senjata rohani yang memampukan kita untuk menangkal setiap serangan setan. Salah satu senjata yang sangat ampuh adalah doa. Doa tidak perlu dengan kata-kata indah, melainkan cukup kata-kata sederhana dan jujur seperti ini:
"Ya Tuhan, inilah kelemahan di dalam hidupku yang telah sedemikian lama aku gumuli. Aku sering membiarkan setan mempermainkan pikiranku. Ia telah menawan aku dan, ya Tuhan, aku tak berdaya mengubahnya. Aku berseru kepada-Mu dengan hati yang bertobat. Banyak orang harus menanggung akibat kesalahan yang kuperbuat. Aku meratapi jam-jam yang telah kubuang sia-sia. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari belenggu ini ya Tuhan. Oleh kuasa Roh-Mu, bebaskanlah aku."
Bapa kita di surga tidak akan menolak doa semacam ini; Ia akan segera membebaskan kita. Melalui doa-doa kita yang seperti inilah kita akan sanggup mendekat kepada kuasa Allah. Dan sebagai hasilnya, kita akan berhasil melawan setiap dusta Iblis dan berkata tidak kepada setiap pencobaan yang dilemparkannya ke dalam pikiran kita.
Meskipun demikian, fakta bahwa kita berdoa tidak membuatnya begitu saja membiarkan kita. Tidak, ia akan tetap melemparkan panah-panah apinya terhadap kelemahan kita. Namun bila kita berdoa, panah-panah api itu pasti dapat dipadamkan. Bila kita berseru kepada Bapa yang Mahakuasa, memohon pengampunan dan mendekat kepada kuasa-Nya, maka Ia akan memampukan kita untuk berdiri teguh di atas kebenaran firman-Nya.
Mungkin kita mengalami pembebasan dengan segera; atau mungkin juga bertahap. Bagaimanapun caranya, yang jelas kita akan memperoleh pembebasan, karena jika kita setia berpegang pada kebenaran, Yesus berjanji bahwa kita akan dimerdekakan. Atau paling tidak mampu bertahan.
RENUNGAN HARI INI
Selasa, 13 September 2005
KASIH ALLAH YANG DAHSYAT
Bacaan: Mazmur 103:1-22
"Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:12)
Allah itu baik! Pernyataan tersebut sifatnya absolut, karena Allah telah membuktikannya di sepanjang hidup yang kita jalani. Tidak pernah sekalipun Ia ingkar janji. Bahkan ketika manusia berbuat dosa, Ia tetap memelihara dan memberkati manusia. Tetapi seringkali pula manusia menempatkan Allah sebagai pelengkap di dalam hidupnya. Di saat susah mereka berseru memohon pertolongan. Tetapi, kerap lupa saat tengah bersukacita.
Sebenarnya pantaskah kita hidup berjalan berdampingan denganNya? Kalau mau jujur dan tulus, kita harus menjawab tidak pantas. Dengan sesama manusia saja kerap kita ingkar janji dan melupakan kebaikannya, akibatnya kita dicemooh dan dikucilkan, atau bila lebih radikal lagi, orang tersebut merancangkan pembalasan kepada kita. Tetapi Allah, lengkap dengan kesucian dan keagunganNya, tetap membuka tanganNya bagi kita, meski daftar dosa yang kita buat sangatlah panjang dan hitam. Tidak ada suatu hasrat yang jelek bagi kita manusia, karena Dia sangat mengasihi manusia dan dunia ini. Alkitab mengatakan bahwa Bapa di Sorga rela memberikan AnakNya yang Tunggal, Yesus Kristus mati di atas kayu salib, menebus dosa manusia (Yoh. 3:16).
Begitu baiknya Allah kepada manusia. Banyak dosa yang dilakukan manusia, Ia tetap memberikan kesempatan untuk bertobat. Allah tidak menyimpan kesalahan kita, untuk ditunjukkan kembali kepada kita. Artinya Tuhan tidak mempunyai sifat dendam.Tidak pernah ada rancangan untuk membinasakan manusia, tetapi yang ada adalah uluran tangan untuk mengeluarkannya dari kubangan dosa. Tapi persoalannya adalah keinginan manusia sendiri. Seringkali godaan dosa terlihat lebih indah daripada pertobatan. Iblis sangat pandai memanipulasi berbagai faktor untuk menjerumuskan manusia, dan tidak sedikit yang tertipu. Membangun trauma bagi manusia atas berbagai dosa yang pernah dilakukannya. Padahal, Allah dengan tegas mengatakan bahwa dosa yang pernah kita perbuat dibuang sejauh timur dari barat, asal kita mau menyerahkannya, dan berbalik di jalan Tuhan. (tlt)
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, ampuni segala dosa dan pelanggaran kami, agar kami layak menghampiri tahtaMu, amin.
KASIH ALLAH SUNGGUH LUAR BIASA MESKI MANUSIA KERAP MELAKUKAN KESALAHAN
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
