RENUNGAN HARI INI
Rabu, 14 September 2005

MENAHAN DIRI

Bacaan: Roma 12:3

“Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi, dari pada yang patut kamu pikirkan,tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu meguasai diri menurut ukuran iman….”

Siapa yang tidak ingin menjadi besar dan berpengaruh? Siapa yang tidak menginginkan posisi strategis? Tentu tidak ada. Namun yang mengejar perkara-perkara di atas, akan banyak menemui sandungan dan keputus asaan. Sebab, untuk meraihnya pasti banyak tekanan dan tantangan dari pelbagai pihak. Tetapi, tidak sedikit orang pula yang rela melakukan tipu daya untuk mendapatkannya.

Sebagai manusia, Daud mengadapi gejolak jiwa yang dahsyat. Keinginan manusiawi untuk mencapai puncak, merupakan tuntutan jiwanya. Namun ia segera menyadari dan mengatakan di hadapan Allah: “Tuhan, …aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku….aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku..(Maz.131:1-2). Walaupun ia seorang raja terbesar di antara segala raja di bumi pada waktu itu, tetapi keinginan untuk lebih besar dan ajaib terus mengganggu jiwanya. Ia lelah dan akhirnya menyadarinya. Ia menikmati apa yang harus menjadi jatahnya.

Kita pun seharusnya bisa bertindak seperti Daud bertindak. Meski secara manusia (kedagingan) seringkali tantangan untuk melakukan segala sesuatu demi tujuan tertentu terus menggoda, tetapi iman kita harus tetap teguh. Jangan pernah berharap dan melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak mampu kita jangkau. Walaupun firman Tuhan menegaskan “tiada yang mustahil bagi Dia”, tetapi hikmat Tuhan hendaknya selalu digunakan. Bukankah tak mungkin manusia bisa terbang? Apakah kita akan mencobanya dengan menjatuhkan diri melalui gedung tinggi?

Sebagai hamba Tuhan, kita hendaknya selalu bersyukur dengan karunia yang Tuhan berikan dalam pelayanan. Jangan kita mengingini hal-hal yang besar yang di luar batas-batas kemampuan kita. Tetapi lakukan pelayan itu sesuai dengan kadar karunia yang Tuhan berikan. Jangan kita meminjam atau mengambil karunia orang lain, demi ambisi untuk besar. Bukankah Alkitab menegaskan agar kita selalu setia dengan perkara kecil, sehingga pada waktunya kelak Tuhan mempercayakan perkara besar dalam pelayanan kita. (AS)

Doa:

Tuhan, aku menerima denga syukur apapun karunia yang Tuhan berikan. Betapun kecilnya itu

MENERIMA SESUATU YANG MENJADI BAGIAN KITA ADALAH YANG PALING MENYENAGKAN

 

Arief Tjahjono -

PT Bank Bisnis
Jl.
Asia Afrika 121
Bandung
Ph. 022 4233458
HP. 0816990791

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke