=================================================
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
=================================================
Tanggal: Jumat, 15 Februari 2008
Ayat SH: Yohanes 9:1-17
Judul: "Pekerjaan Allah harus dinyatakan"
Cukup banyak orang yang berpendapat bahwa penderitaan, termasuk sakit
penyakit disebabkan oleh dosa. Orang-orang Yahudi pun berpendapat
demikian. Lihat saja para murid Yesus, mereka mempertanyakan
akibat dosa siapa kebutaan dialami oleh orang buta dalam bacaan
kita (ayat 2).
Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa
orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Yesus
menolak pendapat bahwa semua penyakit disebabkan oleh dosa
seseorang. Ada hal positif yang juga dapat dinyatakan melalui
pengalaman sakit seseorang. Melalui sakit Tuhan mau menyatakan
pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya.
Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak
yang mendapat kesempatan melihat karya Allah dan meresponsnya. Si
buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa
Yesus adalah nabi (ayat 11, 17)! Para tetangga menyaksikan bahwa
dia yang dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat
8-9). Demikian juga orang Farisi, walau sikap mereka terpecah
antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian
lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa
pun respons mereka, karya Allah telah dinyatakan!
Pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan bukan hanya melalui hal-hal yang
menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan,
kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, selalu merupakan
kesempatan untuk mengalami pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Inilah yang
kita lihat di dalam jalan salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih
jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami
adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan?
Bersyukurlah atas kesempatan yang kita dapatkan untuk menyatakan
pekerjaan-pekerjaan Allah. Kesempatan melakukan
pekerjaan-pekerjaan Allah tidak selalu ada (ayat 4), oleh karena
itu marilah kita menggunakan kesempatan yang ada.
Yohanes 9:1-17
1. Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak
lahirnya.
2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang
berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia
dilahirkan buta?"
3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi
karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku,
selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada
seorangpun yang dapat bekerja.
5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan
mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata
orang buta tadi
7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam
Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu,
ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
8. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu
mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang
selalu mengemis?"
9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata:
"Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata:
"Benar, akulah itu."
10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah,
mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke
Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku
membasuh diriku, aku dapat melihat."
12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya:
"Aku tidak tahu."
13. Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada
orang-orang Farisi.
14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata
orang itu, adalah hari Sabat.
15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya,
bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan
tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku
dapat melihat."
16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak
datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat."
Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat
membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di
antara mereka.
17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau,
apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?"
Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”