%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 15 Mei 2008
Bacaan : Yohanes 6:1-14
Setahun: 2 Tawarikh 28-30
Nats: Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan
dua ikan (Yohanes 6:9)
Judul:
PENCIPTA SEJARAH
Suatu Minggu pagi, salju menyelimuti Colchester di Inggris. Semula John
Egglen berniat tinggal di rumah, sebab berjalan kaki hampir 10 kilometer
ke gereja dalam cuaca bersalju tidaklah mudah. Namun, tanggung jawab
sebagai diaken membuatnya berubah pikiran. Di gereja, hanya 12 jemaat
yang hadir dan satu jiwa baru -- seorang remaja 13 tahun. Pendeta tidak
bisa datang karena rumahnya tertimbun salju.
Sebagian jemaat menyarankan kebaktian ditiadakan. Namun, Egglen tetap
mengadakan kebaktian. Karena pendeta tidak hadir, Egglen pun berkhotbah.
Khotbahnya begitu buruk, sebab ia memang tak bertalenta di situ dan baru
pertama kali berbicara di depan banyak orang.
Namun, setelah mendengar khotbah itu, remaja tersebut menyerahkan diri
kepada Tuhan.
Tahukah Anda, siapa remaja itu? Charles Haddon Spurgeon! Seorang
pengkhotbah legendaris di Inggris. Andai Egglen memutuskan tinggal di
rumah dan meniadakan kebaktian, mungkin Inggris atau bahkan kekristenan
takkan pernah memiliki Spurgeon. Pada Minggu pagi yang dingin itu,
Egglen mencatat sejarah.
Sesungguhnya, setiap hari kita punya kesempatan mencipta sejarah.
Mungkin Anda seorang guru Sekolah Minggu yang menghadapi murid-murid
bandel. Namun, tetaplah setia, sebab siapa tahu kelak seorang dari
mereka akan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Ingat pula kisah Agustinus.
Setiap hari -- selama 14 tahun -- ibunya berdoa bagi Agustinus hingga ia
bertobat dan mengguncang dunia dengan pelayanannya. Anak kecil dalam
Yohanes 6 juga adalah anak biasa, yang bahkan namanya tidak dikenal.
Namun lewat kemurahan hatinya, mukjizat Yesus tercatat dalam Alkitab -PK
SETIAP ADA KESEMPATAN, LAKUKANLAH YANG TERBAIK
MAKA KITA AKAN BERKESEMPATAN UNTUK MENCIPTA SEJARAH
Yohanes 6:1-14
1. Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu
danau Tiberias.
2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka
melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap
orang-orang sakit.
3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan
murid-murid-Nya.
4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa
orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia
kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka
ini dapat makan?"
6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri
tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak
akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat
sepotong kecil saja."
8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon
Petrus, berkata kepada-Nya:
9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan
dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di
tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu,
kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan
membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian
juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka
kehendaki.
12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada
murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih
supaya tidak ada yang terbuang."
13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul
penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
setelah orang makan.
14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah
diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi
yang akan datang ke dalam dunia."
Femmy Patty
Kantor Bank Indonesia Ambon
Jl. Raya Pattimura No7
Tlp. (0911)-352762 Ext.1029
Fax. (0911)-356517
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”