Betul, SPL adalah salah satu parameter dari speaker sensitivity. Parameter lain adalah power handling, terutama minimum power handling.
Supaya nggak bingung (rekan lain), saya lengkapi satuannya deh jadi SPL: xxx dB/W/meter. Kalau "gebyah uyah" SPL tok, maka rata-rata PA speaker juga ber-SPL tinggi. Padahal SPL yang kita maksud adalah hi-sens. Tambahan, SPL by spec di lembar data pabrik juga bukan SPL akhir ketika dia masuk enclosure. Enclosure design dapat menyumbang pengurangan maupun penambahan SPL in terms of sensitivity. Koreksi saya. Salam dari Cibubur, Alex LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com ----- Original Message ----- From: Didik W. Adhi To: [email protected] Sent: Saturday, January 17, 2009 1:51 AM Subject: Re: Bls: [ELPOP-Audio] Re: Cara membuat GC berdinamika??? Lho..kok SPL to? Sensitifity apakah sama dengan SPL? Kalau SPL, artinya kemampuan digeber sampai 105dB, namun belum tentu dia speaker hi sens kan? Saya punya subwoofer dirumah itu tertulis 118dB, tapi kan gak bisa digerakkan pakai LM1875 kan? salam, dwa ----- Original Message ----- From: [email protected] To: [email protected] Sent: Monday, January 19, 2009 4:34 PM Subject: Re: Bls: [ELPOP-Audio] Re: Cara membuat GC berdinamika??? Yes, SPL-nya sekitar 100dB. Harry, importirnya waktu itu, malah bilang 105dB. Glek...! Pantas, dendang enak juga dia sewaktu saya dorong dengan 2A3 yang hanya 3W/channel. Salam dari Cibubur, Alex LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com
